Pendidikan

Orang Tua Perlu Diedukasi Agar Pahami Partisipasi Anak

20-11-2020

Jakarta, beritasurabaya.net - Hari Anak Sedunia diperingati setiap tanggal 20 November untuk mengingatkan kembali kebersamaan, kesadaran internasional untuk meningkatkan kesejahteraan anak-anak di seluruh dunia. Pada tahun 1959 Sidang Umum PBB mengadopsi Deklarasi Hak Anak dan tiga puluh tahun kemudian diadopsi menjadi Konvensi Hak Anak.

Organisasi anak Save the Children selalu menganggap naskah deklarasi dan konvensi ini spesial karena pendiri Save the Children bernama Eglantyne Jebb turut serta menyusun dokumen yang diadopsi hampir seluruh pemerintah di dunia tersebut. Eglantyne Jebb adalah sosok yang sudah berjuang untuk hak anak sejak Perang Dunia Pertama di tahun 1919.

Save the Children di Indonesia menginisasi sebuah jaringan anak-anak berusia 15-24 tahun bernama Children and Youth Advisory Network atau CYAN. Jaringan ini dibentuk untuk memastikan ada partisipasi anak dan orang muda secara serius dan bermakna dalam tata kelola program yang dilaksanakan oleh Save the Children termasuk juga dalam proses pengambilan kebijakan yang dilakukan pemerintah.

“Beberapa teman saya sudah bisa mengikuti Musrenbang, namun ada juga teman-teman yang belum bisa mengikutinya karena orang tua mereka masih menganggap hal itu adalah sia-sia. Oleh sebab itu orang tua juga perlu diberikan pemahaman tentang pentingnya partisipasi anak dalam pengambilan kebijakan,” ujar Ichsan, 17 tahun dari Palu.

Dalam rangka Hari Anak Universal ini CYAN mengadakan serangkaian kegiatan yang pada puncaknya pada 20 November hari ini akan dihadiri oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, I Gusti Bintang Parmawati dimana CYAN akan menyampaikan rekomendasi terkait situasi anak sekarang. Rekomendasi yang akan disampaikan salah satunya adalah meminta pemerintah untuk memberikan edukasi kepada orang tua agar memahami tentang partisipasi anak.

Selain Menteri Bintang, ada juga “meet and greet” dengan Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati.
Sebelumnya CYAN sudah mengadakan “Berkemah dan Konser Musik Virtual”, video story challenge  bertajuk “Anak Indonesia Berdaya, Berkarya dan Bersuara” dan lomba membuat logo CYAN dimana semua juri adalah anggota forum anak Save the Children dari delapan wilayah di Indonesia.

“CYAN dibentuk salah satunya untuk meningkatkan akuntabilitas Save the Children Indonesia dalam
mengembangkan kebijakan dan program yang berpihak pada anak dan orang muda dengan mendengarkan dan melibatkan mereka dalam pelaksanaan program,” ungkap Child Rights Governance Advisor Save the Children Indonesia, Ratna Yunita.

Ke depan, Children and Youth Advisory Network ini akan lebih kuat dan luas dalam menyampaikan suara anak. “Sebelum dilibatkan dalam pengambilan keputusan, sebaiknya kami diberikan informasi layak anak, tentang tujuan partisipasi,”tukasnya. (nos)

Teks foto :

Pendiri Save the Children bernama Eglantyne Jebb turut serta menyusun dokumen yang diadopsi hampir seluruh pemerintah di dunia tersebut.

Foto : Istimewa.

Advertising
Advertising