Pendidikan

ITS Kenalkan Pembuatan Nata Berbahan Dasar Legen

06-01-2021

Surabaya, beritasurabaya.net – Legen merupakan minuman tradisional asal Gresik, JawaTimur yang memiliki potensi daya jual tinggi. Maka dari itu, tim pengabdian masyarakat (Abmas) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) memperkenalkan pembuatan nata dengan bahan dasar legen kepada para petani legen di Gresik agar bisa meningkatkan harga jual legen sebagai produk yang bernilai ekonomis dan halal.

Dr Lailatul Qadariyah ST MT selaku ketua tim menjelaskan, legen merupakan minuman legendaris yang terbuat dari pohon siwalan dan banyak ditemukan di sekitar wilayah Hendrosari, Gresik. “Apabila dalam pembuatan legen itu tidak diolah dengan baik, maka dalam waktu kurang lebih 24 jam legen akan berubah menjadi tuak,” terang perempuan yang akrab disapa Arin ini.

Menurut Arin berdasarkan informasi yang disampaikan oleh Hardi Sunaryo selaku perwakilan Asosiasi Petani Legen Hendrosari atau dikenal dengan APLAH, legen memiliki komposisi yang hamper sama dengan air kelapa tua. Sehingga memungkinkan legen dapat dimanfaatkan dengan melakukan fermentasi untuk menghasilkan nata.

Berdasarkan pernyataan tersebut, lanjut Arin, tim Abmas ITS dari Departemen Teknik Kimia melakukan sosialisasi pembuatan nata berbahan dasar legen kepada para petani legen di Gresik. “Hal ini guna meningkatkan pemanfaatan legen sebagai produk bernilai ekonomis tinggi menjadi Nata de Legen,” ungkapnya.

Sebelum melakukan pendampingan langsung, tim melakukan pembuatan Nata de Legen terlebih dahulu. Hal ini diawali dengan membeli starter Acetobacterxylinum dari Laboratorium Mikrobiologi Unair. Kemudian, tim Abmas ITS melakukan pembuatan nata dengan bahan dasar legen di Laboratorium Pengolahan Limbah Industri, DepartemenTeknik Kimia ITS.

Selanjutnya dilakukan acara pendampingan pada mitra para petani legen di Desa Hendrosari, Gresik dalam pembuatan Nata de Legen. Pendampingan kepada mitra ini dilakukan secara hybrid, yakni luring dan daring. Dalam pendampingan luring itu ada beberapa dosen dan mahasiswa yang langsung hadir di Gresik.

“Sedangkan daring dilakukan melalui aplikasi zoom jika ada yang tidak bisa berangkat ke Gresik,” terang dosen Departemen Teknik Kimia ini.

Arin menjelaskan bahwa legen yang dihasilkan nantinya bisa diamati hingga dua minggu berikutnya. Selain itu, agar mitra yang merupakan asosiasi petani legen Hendrosari bisa membuat nata sendiri, maka diadakan pendampingan pembuatan starterAcetobacterxylinum. “Kemudian dilanjutkan dengan pembuatan starter nata berbahan dasar legen,” paparnya.

Tak berhenti di situ, imbuh Arin, kegiatan ini akan dilanjutkan dengan melakukan uji klinis terhadap hasil nata dan pengajuan sertifikasi halal terhadap produk nata hasil buatan para petani legen. Harapannya adalah agar mitra dapat mandiri dalam membuat  nata sehingga harga produksi pembuatan nata menjadi rendah.

“Selain itu juga memberikan profit yang signifikan bagi petani legen,” pungkasnya. (naj/nos)

Teks foto :

Kegiatan tim Abmas ITS saat melakukan pendampingan praktik membuat nata dari legen.

Foto : Humas ITS.

Advertising
Advertising
Pemadam Kebakaran
Surabaya Pusat
031-3533843-44
Surabaya Utara
031-3712208
Surabaya Timur
031-8411113
Surabaya Barat
031-7490486
Surabaya Selatan
031-7523687
Rumah Sakit & Klinik
RSUD Dr. Sutomo
031-5020079
RS Darmo
031-5676253
RS ST Vincentius A Paulo
031-5677562
RS William Booth
031-5678917
RS Adi Husada
031-5321256
Kepolisian
Polda Jatim
(031) 8280748
Polrestabes
(031) 3523927