Pendidikan

Mahasiswa ITS Teliti Superkapasitor sebagai Wind Energy Smoother

15-01-2021

Surabaya, beritasurabaya.net - Pemanfaatan angin sebagai pengganti energi penghasil listrik sudah mulai banyak dilakukan, namun karakteristik angin yang sangat fluktuatif membutuhkan sebuah media penyimpan energi yang sangat sensitif untuk merespon daya. Hal inilah yang diteliti oleh sejumlah mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) yang tergabung dalam Tim LIPIST, tentang kemampuan superkapasitor sebagai alternatif pengganti baterai dalam menstabilkandaya (power smoothing) dari turbin angin.

Adalah Mohammad Arian Rahmatullah, Muhammad Haikal dan Ilul Rohman, tiga mahasiswa Departemen Teknik Elektro ITS yang mengangkat penelitian ini. Topik yang berangkat dari penelitian Laboratorium Instrumentasi, Pengukuran, dan Identifikasi Sistem Tenaga (LIPIST) Departemen Teknik Elektro ITS ini, berawal dari fakta adanya keterbatasan energy fosil di Indonesia saat ini.

Hal ini sesuai dengan keterangan yang disampaikan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI Arifin Tasrif bahwa diperkirakan cadangan minyak bumi Indonesia hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan Sembilan tahun kedepan saja, dengan asumsi tidak ada penemuan cadangan energi fosil.

Selain itu, Ketua Tim LIP1ST Mohammad Arian Rahmatullah, menambahkan bahwa penelitian ini juga berlatar potensi energi angin di Indonesia yang cukup besar. Berdasarkan data Kementerian ESDM, potensi daya angin Indonesia mencapai 60.647 megawatt.

Namun hingga saat ini, kurang dari 1/6 saja kapasitas dari yang terpasang yang telah dimanfaatkan. “Karena yang terpasang masih sedikit, jadi tidak kalah penting untuk dilakukan optimasi agar energi yang dihasilkan tidak terbuang sia-sia,” tutur mahasiswa yang akrab disapa Arian ini.

Ditambah lagi, penggunaan baterai sebagai media penyimpanan energi selama ini masih memiliki kekurangan. Tingkat fluktuasi kecepatan angin yang tinggi menyebabkan adanya daya yang kurang mampu ditangkap dengan baik oleh baterai sebagai media penyimpan energi.

“Kerapatan daya yang kecil pada baterai juga menyebab kandurasi yang lama untuk bisa terisi penuh. “Baterai memiliki kemampuan charging dan discharging yang rendah, life cycle yang relative pendek, serta mudah terbakar karena menggunakan proses kimiawi,” imbuh mahasiswa asal Sampang, Madura ini.

Oleh karenanya, lanjut Arian, diujilah sebuah media penyimpan energi yang memiliki tingkat kerapatan daya yang lebih besar, yakni superkapasitor. Untuk mengujinya, dibuat pemodelanblok diagram pada perangkat lunak Mathlab Simulink. Terlebih dahulu, beberapa komponen seperti turbin angin, rectifier, controller boost, converter boost, converter bidirectional, controller bidirectional dan penyimpan energi disusun sedemikan rupa membentuk sebuah skema.

Selanjutnya, sambung Arian kembali, beberapa parameter seperti rated capacitance,rated voltage, initial voltage, operating temperature, dan lainnya juga diisi sesuai kondisi nyata di lapangan. Setelah itu, di-input-kan sebuah studi kasus dalam tiga kondisi, yakni kecepatan angin berubah dengan daya beban konstan, kecepatan angin konstan dengan daya beban berubah, dan kecepatan angin dengan daya beban berubah.

“Baik baterai atau superkapasitor, keduanya kami uji daya charging dan discharging-nya dalam waktu yang sangat singkat, yakni 5 detik saja,” ungkapnya.

Setelah diuji, penelitian yang dibimbing Vita Lystianingrum Budiharto Putri ST MSc PhD ini mendapati bahwa superkapasitor memiliki daya respon yang sangat baik dan cepat dalam interval waktu yang singkat. Dalam waktu 5 detik, dengan daya turbin angin yang sangat fluktuatif, superkapasitor dapat menangkap secara optimal.

Apabila daya melebihi beban, daya akan disimpan seluruhnya. Sebaliknya, ketika daya masuk kurang dari beban, cadangan daya akan disuplai untuk menyetabilkan daya yang dihasilkan oleh turbin angin.

“Meskipun harganya sedikit lebih mahal, lifetime superkapasitor tiga kali lebih lama dari baterai,dan kami percaya, tidak menutup kemungkinan di masa mendatang harga superkapasitor mampu bersaing dengan penyimpan energy lainnya,” tandasnya yakin. (mad/nos)

Teks foto :

Dari kiri : Ilul Rohman, Mohammad Arian Rahmatullah, dan Muhammad Haikal, anggota Tim LIPIST peneliti Wind Energy Smoother.

Foto : Humas ITS.

Advertising
Advertising
Pemadam Kebakaran
Surabaya Pusat
031-3533843-44
Surabaya Utara
031-3712208
Surabaya Timur
031-8411113
Surabaya Barat
031-7490486
Surabaya Selatan
031-7523687
Rumah Sakit & Klinik
RSUD Dr. Sutomo
031-5020079
RS Darmo
031-5676253
RS ST Vincentius A Paulo
031-5677562
RS William Booth
031-5678917
RS Adi Husada
031-5321256
Kepolisian
Polda Jatim
(031) 8280748
Polrestabes
(031) 3523927