Ekonomi & Bisnis

ISEF Mampu Tingkatkan Semangat Ekonomi Syariah

11-09-2017

Surabaya, beritasurabaya.net - Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) yang digelar sejak 2014 mampu membangkitkan semangat masyarakat melakukan gerakan ekonomi syariah di Jawa Timur. Semangat ini bisa dilihat makin banyaknya pondok pesantren membentuk koperasi maupun unit bisnis berbasis syariah.

Hal ini disampaikan Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Jawa Timur, Difi Ahmad Johansyah di sela Bincang-Bincang Media, Senin (11/9/2017), di Perpustakaan BI Surabaya.

Difi menjelaskan semangat masyarakat ini memang belum bisa diukur dengan angka-angka. Namun dari hasil ISEF 2016 lalu, dari 17 pondok pesantren yang menandatangani kesepakatan membentuk lembaga keuangan syariah di lingkungan pondok sudah mulai bergerak. "Hanya saja bentuk dari hasil kesepakatan tersebut tidak hanya berupa kopontren (koperasi pondok pesantren) tapi juga unit-unit bisnis seperti penjualan air mineral hingga kopi. Mereka sudah kami hadirkan dalam temu bisnis antar pondok pesantren saat di Pondok Gontor beberapa waktu lalu,"ujar Difi.

Dari sisi jumlah pengunjung saat ISEF 2016 digelar, sebut Difi, rata-rata perhari dikunjungi oleh seribu orang. Sedangkan hasil akhir gelaran ISEF yakni munculnya ketentuan-ketentuan baru terkait lembaga keuangan dengan prinsip syariah. "Saat ini sedang dilakukan standarisasi akutansi pesantren dan diharapkan draftnya sudah selesai tahun depan sehingga nantinya akan kebijakan baru ekonomi syariah,"ungkap Difi.

Di level nasional, kata Difi, Jawa Timur memiliki potensi kekuatan ekonomi syariah cukup besar dibanding daerah lainnya. Di Jawa Timur ini ada 6003 pondok pesantren dengan 965.646 santri. Jumlah institusi keuangan syariah juga cukup besar seperti 9 bank umum syariah, 29 BPRS, 519 BMT, 2 leasing syariah dan 2 ventura berbasis syariah. Ini menunjukkan Jawa Timur memiliki cukup lengkap lembaga keuangan syariah dalam menggerakkan ekonomi syariah.

Untuk itulah, Jawa Timur menjadi tuan rumah penyelenggaraan ISEF setiap tahunnya. Pada gelaran tahun keempat ini, ISEF diawali dari Kota Makassar (24 Agustus) kemudian Bandung (13 September), Medan (Oktober) dan puncaknya di Surabaya (7-11 November 2017). "ISEF 2017 juga mengambil tema yang berbeda yakni Fostering Inclusive Economic Growth and Improving Resiliency through Closer Collaboration and Coordination. ISEF merupakan salah satu event ekonomi dan keuangan syariah terbesar dan terdepan di Indonesia yang mengintegrasikan pengembangan sektor keuangan dengan perekonomian sektor riil,"paparnya.

Dalam menyambut perhelatan ISEF 2017, BI Provinsi Jawa Timur beserta Bank Indonesia Malang, Kediri dan Jember menggelar rangkaian Road to ISEF 2017 di empat kota yakni Surabaya, Malang, Kediri dan Jember mulai 6 Oktober hingga 28 Oktober 2017. Berbagai kompetisi bernuansa syariah dan islami digelar dan dapat diikuti oleh masyarakat Jawa Timur.

Kompetisi yang digelar yakni pemilihan duta ekonomi syariah, lomba dai cilik, kompetisi entrepreneurship muda syariah, lomba kesenian daerah islami, dan lomba kaligrafi dengan syarat dan ketentuan berlaku. Pendaftaran peserta mulai dapat dilakukan melalui website resmi Road to ISEFJawa Timur yakni www.roadtoisef.org mulai 11 sampai dengan 29 September 2017. Para pemenang lomba akan mewakili Provinsi Jawa Timur dalam ISEF 2017.

Bank Indonesia menggandeng berbagai institusi seperti Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Otoritas Jasa Keuangan, Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia, serta penggiat ekonomi dan keuangan Syariah rangka mempercepat implementasi berbagai program pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Jawa Timur dalam. Berbagai koordinasi strategis dan sinergi program dilakukan melalui rangkaian kegiatan focus group discussion, temu bisnis, maupun seminar. Selain itu, Bank Indonesia juga akan menggelar bedah buku islami serta mini bazaar UMKM sebagai bagian dari Road to ISEF tahun 2017.

Berbagai upaya yang dilakukan tersebut diharapkan mampu mendorong Provinsi Jawa Timur menjadi leader dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia. "Bank Indonesia Jawa Timur pun mengharapkan agar masyarakat dapat mengikuti berbagai kegiatan Road to ISEF di empat kota sebagai wujud kontribusi aktif dalam mensukseskan program-program pengembangan ekonomi dan keuanga syariah di provinsi Jawa Timur,"pungkas Difi. (nos)

Teks foto :

Kiri-kanan : Kepala Divisi Sistem Pembayaran dan Pengelolaan Uang Rupiah Bank Indonesia Jawa Timur, Titin Sumartini; Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Jawa Timur, Difi Ahmad Johansyah; Kepala Divisi Advisory Ekonomi dan Keuangan Bank Indonesia Jawa Timur, Taufik Saleh, pada acara Bincang Bincang Media hari ini.

Foto : Titin.

Advertising
Advertising