Ekonomi & Bisnis

AKSI UMMAD Masuk Tahapan Pemetaan

12-09-2017

Surabaya, beritasurabaya.net - Akses Keuangan Syariah untuk Masyarakat Mandiri Berbasis Masjid (AKSI UMMAD) program yang dirancang untuk memberikan akses keuangan syariah bagi jamaah masjid dan masyarakat di sekitar masjid saat ini memasuki tahapan maping (pemetaan). Dalam waktu dekat, hasil maping AKSI UMMAD yang diluncurkan Mei 2017, segera keluar.

Hal ini disampaikan Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 4 Jawa Timur Sukamto, Selasa (12/9/2017), di sela serah terima jabatan dengan penggantinya, Heru Cahyono yang sebelumnya menjabat sebagai Advisor Koordinator Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan Wilayah Barat. Sukamto kini menjabat sebagai Advisor Koordinator Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan Wilayah Barat di Kantor Pusat OJK. Serah terima jabatan ini dihadiri Kepala Eksekutif Pengawasan Perbankan OJK, Heru Kristiyana.

Sukamto mengatakan AKSI UMMAD yang digagas Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 4 Jawa Timur ini akan dilanjutkan oleh Heru Cahyono. “Kami optimis, AKSI UMMAD ini bisa berjalan sesuai target yang diharapkan oleh pejabat baru,”ujarnya.

Tujuan utama dari AKSI UMMAD, Sukamto mengatakan, antara lain, meningkatkan fungsi dan peran masjid sebagai pusat dakwah dan kemandirian ekonomi umat, meningkatkan peran Lembaga Zakat, Infak, Shadaqah, dan Wakaf (ZISWAF) dalam pemberdayaan umat serta meningkatkan peran lembaga jasa keuangan syariah dalam memperluas akses layanan keuangan bagi masyarakat.

Selain Masjid, Lembaga ZISWAF dan Perbankan Syariah, Program AKSI UMMAD juga mengintegrasikan kontribusi dari kalangan akademisi, Ulama dan para praktisi yang akan berperan aktif dalam memberikan pendampingan kepada para Jamaah masjid yang menjadi peserta program, baik pendampingan spiritual maupun pendampingan dalam rangka peningkatan kapasitas usaha.

Terkait dengan serah terima jabatan ini, Kepala Eksekutif Pengawasan Perbankan OJK Heru Kristiyana mengatakan peralihan jabatan ini bagian dari kebijakan OJK untuk melakukan perubahan organisasi sebagai kelanjutan dari program efisiensi dan peningkatan efektifitas lembaga. Pergantian unsur pimpinan OJK tersebut juga merupakan bagian dari proses optimalisasi, pengembangan dan penyegaran sumber daya manusia OJK sebagai upaya membangun OJK menjadi lembaga yang dapat menjawab berbagai harapan dan tuntutan stakeholders terhadap keberadaan OJK.

”Ini merupakan salah satu bentuk respon atas dinamika perubahan yang terjadi serta menjawab harapan pemerintah dan masyarakat agar OJK berperan lebih efektif dalam menjaga stabilitas sistem keuangan dan mendorong peran industri jasa keuangan dalam membiayai gerak roda pembangunan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menurunkan tingkat ketimpangan,”ujar Heru.

Dengan adanya perubahan ini, peran dan kontribusi Kantor Regional 4 Jawa Timur dan Kantor OJK Malang dalam pencapaian visi dan misi OJK dapat meningkat, baik terkait dengan penguatan core function dalam memastikan industri jasa keuangan di wilayah Jawa Timur berkembang dengan sehat, kuat dan efisien, maupun dalam mempererat kerjasama OJK dengan Pemerintah Daerah dan Bank Indonesia untuk lebih memajukan ekonomi serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Jawa Timur. 

Berdasarkan data Statistik Lembaga Jasa Keuangan Jawa Timur, pada posisi Juni 2017 aset perbankan di Jawa Timur meningkat sebesar 1,49 persen (yoy), lebih rendah dibandingkan peningkatan aset perbankan Nasional yang sebesar 12,55 persen (yoy). Pertumbuhan aset tersebut terutama dipengaruhi oleh peningkatan DPK yang dihimpun oleh perbankan di Jawa Timur yang mencapai sebesar 10,14 persen (yoy), sedangkan kredit / pembiayaan yang disalurkan tercatat tumbuh sebesar 5,5 persen (yoy). 

Peningkatan DPK dan kredit/pembiayaan perbankan nasional pada posisi Juni 2017 masing-masing tercatat sebesar 9,88 persen dan 7 ,47 persen (yoy).  Data statistik juga menunjukkan bahwa Loan to Deposit Ratio (LDR) Bank Umum Konvensional di Jawa Timur sebesar 84,23 persen masih tercatat lebih rendah dibandingkan LDR Bank Umum Konvensional Perbankan Nasional yang sebesar 89,31 persen. Sedangkan, rasio Non Performing Loan (NPL) Bank Umum Konvensional di Jawa Timur yang tercatat sebesar 3,04 persen, relatif sama dibandingkan rasio NPL Perbankan Nasional yang sebesar 3,03 persen.

Pada kesempatan yang sama juga dilakukan serah terima jabatan Kepala Kantor OJK Malang dari Indra Krisna kepada Widodo yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Kantor OJK Provinsi Sulawesi Tenggara. Selanjutnya Indra Krisna menjabat sebagai Kepala Kantor OJK Provinsi Lampung. (nos)

Teks foto :

Sukamto (dua dari kiri) bersama Heru Cahyono (dua dari kanan) penggantinya. Heru sebelumnya menjabat sebagai Advisor Koordinator Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan Wilayah Barat.

Foto : Titin.

Advertising
Advertising