Ekonomi & Bisnis

Badai La Nina Picu Penurunan Suplai NR Global

11-11-2017

Bangkok, beritasurabaya.net - International Rubber (IRCo) yang terdiri dari para perwakilan negara Thailand, Indonesia dan Malaysia, memperkirakan penurunan jumlah suplai akan karet alam atau natural rubber (NR) untuk pasar dunia meskipun terdapat faktor-faktor kuat yang mendukung jumlah permintaan.

Menurut IRCo, badai La Nina yang menimbulkan hujan lebat mulai bulan November 2017 sampai Januari 2018 akan mempengaruhi produksi NR. Selain itu, musim dingin pada kuartal akhir tahun 2017 juga diperkirakan akan mengurangi suplai NR untuk pasar global.

Ketua IRCo Mesah Tarigan bersama para anggota Dewan Direksi IRCo, Sabtu (11/11/2017), melihat situasi suplai dan permintaan akan NR saat ini, harga yang ada tidaklah menggambarkan pasar. “Terdapat faktor-faktor kuat yang mendorong permintaan NR, seperti laju pertumbuhan PDB pada tahun 2017 yang diperkirakan mampu mencapai 3,6 persen, dibandingkan dengan laju tahun 2016 sebesar 3,2 persen (berdasarkan data IMF pada bulan Oktober 2017),”ujarnya.

Faktor lain adalah meningkatnya jumlah penjualan mobil ke pasar-pasar besar seperti RRC, Uni Eropa dan Jepang dengan laju pertumbuhan masing-masing sebesar 4,8 persen, 3,7 persen dan 7,1 persen dalam kuartal pertama tahun 2017, berbanding periode yang sama pada tahun 2016, yang berdampak langsung pada permintaan NR untuk produksi ban.

”Kami juga memperhatikan bahwa keadaan pasar lebih baik untuk komoditas lain seperti meningkatnya harga minyak mentah dan komoditas lain sebagaimana terlihat jelas pada Indeks Komoditas NYMEX dan GCSI,”ujarnya.

Sementara itu, konsumsi NR di Thailand, Indonesia dan Malaysia mengalami peningkatan seiring dengan pembangunan jalan serta jalan tol. "Ketiga negara akan mengamati dan mempertimbangkan langkah-langkah untuk meningkatkan harga NR, dengan mempertimbangkan bahwa kebanyakan dari perkebunan karet dikelola oleh perusahaan kecil dan penurunan harga akan berdampak langsung pada penghasilan dan kesejahteraan mereka,"ujar Mesah. (nos)

Advertising
Advertising