Ekonomi & Bisnis

MIA Mulai Garap Pasar Indonesia

13-01-2018

Jakarta, beritasurabaya.net - MIA, institusi atau perusahaan yang memberikan fasilitas bertemunya investor dengan broker ataupun trader mulai menggarap pasar Indonesia. Melalui MIA, diharapkan bisa menarik masyarakat untuk berinvestasi.

CEO MIA, Jensen Choong, dalam siaran pers yang diterima beritasurabaya.net, Sabtu (13/1/2018), mengatakan Indonesia memiliki potensi market yang besar dan jumlah penduduk banyak. Itu mendorong pihaknya mengenalkan MIA ke Indonesia.

Jensen menjelaskan bahwa cukup mudah untuk bekerjasama dengan MIA, karena MIA memiliki sistem yang sangat transparan. ”Semua investor mempunyai akun pribadi. MIA juga perduli dan aktif dalam kegiatan-kegiatan sosial,”ujarnya.

Ada 2 platform yang ditawarkan oleh MIA, yakni MIA Spot Gold dan MIA Crypto. "Dalam MIA Crypto, prinsipnya adalah beli Koin Crypto saat harga rendah dan jual saat harga naik, transaksinya transparan,”ungkapnya.

MIA juga melakukan kegiatan sosial kemanusiaan dengan memberikan donasi kepada tiga yayasan sosial yang bergerak untuk anak kebutuhan khusus, masing-masing yayasan menerima USD 30,000.

Jensen menambahkan bahwa sudah ada satu juta ahli yang sudah tergabung dengan MIA di beberapa negara, antara lain, China, Malaysia, Singapore, Brunei dan Thailand. Dalam "road map" atau perencanaan MIA Crypto, untuk Asia Tenggara akan disiapkan sejumlah 10.000 rig mesin "mining" untuk menambang koin.

”Dalam kurun waktu 2 tahun kedepan, dengan itu MIA Crypto akan menerbitkan layanan Cloud Mining dan Mining Rig Rental kepada para investor,”pungkas Jensen. (nos)

Teks foto :

CEO MIA, Jensen Choong.

Foto : Istimewa.

Advertising
Advertising