Ekonomi & Bisnis

Penjualan Bersih Semen Holcim Indonesia Naik 2%

16-05-2018

Jakarta, beritasurabaya.net - Di tengah tekanan akibat persaingan pasar, Holcim Indonesia mampu mencatatkan peningkatan penjualan bersih sebanyak 2 persen dari Rp 2.158 miliar di tahun 2017 menjadi Rp 2.201 miliar pada tahun 2018. Asosiasi Semen Indonesia melaporkan terjadi pertumbuhan penjualan semen pada tahun 2018 sebesar 6.6 persen jika dibandingkan tahun 2017 pada periode yang sama.

Terjadinya peningkatan konsumsi di Sumatra dan Kalimantan yang masing-masing mencapai 9 persen dan 7 persen juga mendorong pertumbuhan permintaan semen dan membantu penyerapan pasokan yang berlebih, disamping upaya ekspor yang dilakukan oleh pelaku bisnis semen. Meskipun mengalami peningkatan pada penjualan, Holcim mencatatkan kerugian sebesar Rp 332 miliar yang disebabkan oleh menurunnya harga jual serta tingginya biaya energi jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun lalu.

Tingginya curah hujan serta jam kerja yang berkurang dikarenakan ada banyak hari libur juga berkontribusi pada pencapaian yang lebih rendah. Menanggapi hasil kuartal pertama, Presiden Direktur Holcim Indonesia, Gary Schutz, Rabu (16/5/2018), mengatakan, situasi di pasar Indonesia masih terus menantang di kuartal pertama 2018.

Sebagai langkah antisipasi, Holcim juga melakukan efisiensi biaya dan mengambil langkah-langkah transformasi komersial. Holcim berada di dalam posisi yang baik dengan jaringan yang lebih terintegrasi dan lini produk yang lebih lengkap.

”Kami juga siap untuk melayani pasar serta memenuhi kebutuhan pelanggan, mulai dari pemilik rumah hingga proyek infrastruktur dan proyek pembangunan gedung bertingkat. Komitmen kami adalah untuk menyediakan solusi-solusi inovatif dan nilai tambah bagi pelanggan. Hal ini yang membedakan kami dari kompetitor,”ungkapnya.

Asosiasi Semen Indonesia telah menyampaikan perhatiannya terhadap peraturan pemerintah mengenai impor semen dan klinker yang dapat mempengaruhi keuangan dan bisnis perusahaan semen di Indonesia. Sementara Pemerintah terus melanjutkan proyek infrastruktur, pihak pengembang juga memberikan kemudahan bagi pemilik rumah untuk mendorong pertumbuhan pasar melalui program pembiayaan dan cicilan yang mudah. Hal ini mencerminkan bentuk kerjasama untuk menciptakan peluang bagi pertumbuhan. (nos)

Advertising
Advertising