Ekonomi & Bisnis

Peran EO Sangat Besar Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi

16-05-2018

Bali, beritasurabaya.net - Peran entrepreneur sangat besar terhadap pertumbuhan ekonomi. Demikian pula pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Karena itu potensi entrepreneur perlu terus ditingkatkan dan dikembangkan, satu diantaranya, melalui Entrepreneurs' Organization (EO).

Saat ini ada sekitar 13 ribu anggota EO dari 54 negara di dunia dengan omset kolektif mencapai USD160 juta. "Jumlah anggota akan dikembangkan menjadi 18 ribu hingga 2020," ujar Regional Chair Entrepreneurs' Organization (EO) Asia Pasific (APAC), Sharan Valiram, saat membuka pertemuan Asia Bridge Campus (ABC) 2018, pekan lalu.

Meski menargetkan pertumbuhan anggota menjadi 18 ribu member, namun EO tetap selektif dalam memilih anggotanya. Syaratnya, member harus merupakan pemilik perusahaan dengan pendapatan minimal USD1 juta per tahun dan turut aktif dalam menjalankan usahanya.

Selain itu, harus memiliki track record usaha yang kredible dan masih berkeinginan untuk belajar dan berkembang. "Core values kita, trust and respect, haus untuk belajar, berani, make a mark, and cool," imbuhnya.

Asia Bridge Campus (ABC) diadakan setiap tahun di negara yang berbeda-beda tiap tahunnya. ABC tahun ini yang diadakan di Bali, 5-8 Mei diikuti oleh 250 peserta dari 16 negara (US, Nepal, China, Jepang, Australia, New Zealand dll). Dengan mempelajari konsep hidup bermasyarakat di Bali yakni Tri Hita Karana, konsep hubungan sinergi antara spiritual, masyarakat, dan alam. “Hal itu tercermin dari kegiatan ABC yang diantaranya adalah kunjungan untuk mempelajari Subak sistem irigasi secara gotong royong yang telah diakui dan dilestarikan oleh UNICEF”ujar Agung Prianta, Ketua II Panitia pelaksana ABC.

Para peserta mendalami mengenai Tri Hita Karana yang dibawakan oleh I.B Sidharta Putra dan juga mendengarkan penjelasan tentang Subak dari Prof. Dr. Wayan Windia serta Anak Agung Gde Putra tentang hubungan harmonis dengan alam.  Selain itu, Belva Devara menjelaskan tentang Ruangguru, Sky Kho tentang energi, Siobhan Coulter tentang menciptakan hubungan yang harmonis. Rohit Talwar mengemukakan tentang prediksi lini bisnis masa depan yang akan berkembang, dan Joost Bilkes tentang Impact Investing.

Ketua Panitia ABC Bali 2018, Rachmat Harsono, mengatakan saat ini jumlah para pengusaha muda juga semakin bertambah. Di kawasan Asia Pasifik, dari total 2 ribu member, sekitar 100 anggota di antaranya berusia di bawah 30 tahun. Selebihnya rata-rata pengusaha berusia 45 tahun.

Ke depan jumlah pengusaha muda akan terus ditambah. "Kita ingin setidaknya 20 persen member berusia di bawah 30 tahun," tuturnya.

Inti dari misi EO, ujar dia, adalah komitmen tanpa henti untuk membantu wirausahawan muda belajar dan tumbuh baik secara pribadi maupun profesional. Karena itu, melalui ABC 2018 yang melibatkan 250 anggota dari 16 negara, para member juga diharapkan bisa saling belajar dan memahami budaya satu sama lain.

Chairwoman Elect EO Global, Bubu Andres, dari Philipina mengatakan, keanggotaan women entrepreneur juga terus ditingkatkan. Menurut dia, kehadiran perempuan membawa warna tersendiri dalam dunia usaha.

Dari 13 ribu anggota di tingkat global, sebanyak 13 persen merupakan women entrepreneurs. "Kita ingin bisa lebih meningkatkan lagi jumlah anggota wanita di dalam EO. Targetnya menjadi 20 persen pada 2020," ujarnya.

Untuk itu, kemampuan berkomunikasi perempuan juga harus ditingkatkan seiring dengan dominasi laki-laki di dunia. Perempuan mempunyai nilai-nilai yang unik sehingga bisa menjadi potensi tersendiri. Member perempuan EO saat ini di Asia Pacifik sekitar 17 persen dari total 2 ribu member, lebih tinggi dari rata-rata global yang sebesar 13 persen.

Women entrepreneur di Indonesia adalah salah satu yang tertinggi di dunia yakni sekitar 30 persen dari jumlah 180 member di Indonesia. Bubu berharap peran dan pemberdayaan perempuan bisa semakin meningkat. (nos)

Teks foto :

Kegiatan EO Global, diantaranya, kunjungi Bali Zoo.

Foto : Istimewa.

Advertising
Advertising