Ekonomi & Bisnis

Mitra BUMDes Bersama Indramayu Pasarkan Beras

09-06-2018

Jakarta, beritasurabaya.net - Dunia pertanian Indonesia memasuki sebuah era baru. Peran petani yang sangat strategis di seluruh belahan bumi termasuk di Indonesia, menjadikan dunia pertanian turut menapaki perkembangan digitalisasi yang berkembang begitu pesat, Digitalisasi Sistem Pertanian.

Diresmikannya Mitra BUMDes Bersama (MBB) Sliyeg oleh Presiden Jokowi, adalah salah satu program digitalisasi percontohan dalam mendorong peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani yang diinisiasi oleh Kementerian BUMN, Kementerian Desa, Kementerian Pertanian, beserta Pemerintah Daerah (Pemda) dan anak perusahaan BUMN lainnya seperti Telkom Indonesia dan Bank Himbara.

Program digitalisasi pertanian mengintegrasikan 4 siklus pertanian yakni Pra Tanam, Tanam, Panen dan Pasca Panen. Dalam praktiknya, MBB akan memfasilitasi para petani untuk menjual berasnya dan mengemasnya ke dalam kemasan yang menarik. Setelahnya produk-produk pertanian itu akan didistribusikan dan dipasarkan melalui pasar daring.

Menurut Presiden Jokowi, dengan cara itu para petani akan mendapat keuntungan yang jauh lebih besar. "Karena setelah kita pelajari, keuntungan terbesar dari pertanian itu didapat bukan dari pratanam, atau saat menanam, tetapi yang paling banyak adalah di pascapanennya,”ujarnya.

Untuk itu, kata Jokowi, keharusan melakukan digitalisasi pertanian yang didukung kemampuan kewirausahaan petani, menjadi faktor utama memenangkan persaingan dan kompetisi utamanya di bidang pangan.

Menurut Direktur Utama Telkom Alex J Sinaga, Digitalisasi sistem pertanian merupakan mesin penggerak guna memaksimalkan produktivitas petani. Telkom mewujudkan digitalisasi pertanian dalam bentuk platform digital yang terintegrasi bernama LOGTAN (Logistik Tani).

Melalui LOGTAN, petani dan BUMN terkait dapat mengakses data tunggal yang lengkap mulai dari masa pra tanam hingga pascapanen. Dan saat pasca panen, hasil panen bisa dijual secara online melalui marketplace BLANJA.com.

Pada kesempatan yang sama, CEO BLANJA.com Aulia E. Marinto mengungkapkan, sebagai e-commerce BUMN, BLANJA.com turut mengambil peran penting untuk mendigitalisasi petani sehingga bisa memasarkan produknya secara online.

Bekerjasama dengan Mitra BUMDes Bersama, MBB Sliyeg sudah memiliki toko online di BLANJA.com yang menjual beragam produk tani seperti Pangan, Bibit, Saprotan, Pupuk, Obat dan juga Hama. “Semua produk tani tersebut akan dilayani oleh MBB setempat. Dengan dipasarkannya produk petani secara online akan menghindari petani dari disparitas harga sehingga mereka bisa mendapatkan keuntungan lebih. Harapannya, dengan begitu pertumbuhan pendapatan daerah lebih cepat terjadi sebab pemasaran secara e-commerce ini,”tutup Aulia. (nos)

Teks foto :

Presiden Jokowi saat meresmikan Mitra BUMDes Bersama (MBB) Sliyeg.

Foto : Istimewa.

Advertising
Advertising