Ekonomi & Bisnis

Fave Galang USD20 Juta Lebih Pendanaan Seri B

11-09-2018

Jakarta, beritasurabaya.net - Fave, platform O2O (online to offline) mobile yang berkembang pesat di Asia Tenggara, sukses menggalang dana lebih dari USD20 juta dalam putaran Seri B. Dana tersebut dari investor strategis dan investor yang sudah ada termasuk Sequoia India, SIG Asia Investment dan Venturra Capital.

Selama 2 tahun terakhir ini, Fave telah berkembang menjadi platform mobile terbesar di Asia Tenggara untuk loyalitas dan hadiah, yang membantu bisnis retail menjangkau jutaan pelanggan dengan penawaran istimewa, pemesanan, dan solusi cashback. Produk FavePay menawarkan pengalaman pembayaran mobile tanpa uang tunai dan telah terbukti sangat populer di kalangan pelanggan karena kemudahannya dan hadiah cashback.

Fave telah membantu puluhan ribu bisnis offline menjangkau konsumen mobile. Pada tahun 2018 saja, platform ini akan mendorong pendapatan lebih dari USD100 miliar bagi bisnis-bisnis ini. Bisnis tersebut menawarkan lebih dari 40.000 hadiah aktif yang tersedia melalui aplikasi Fave dengan peringkat 4,5 dan telah digunakan oleh 3 juta konsumen.

Dalam sebuah laporan oleh Google, Asia Tenggara (SEA) telah diidentifikasi sebagai salah satu wilayah yang paling mobile-sentris di dunia dengan banyaknya konsumen yang berkembang melampaui pengguna komputer meja. Dengan perkiraan 200 juta konsumen digital di wilayah ini, Fave berada di posisi yang unik untuk membantu bisnis offline di SEA menjangkau para konsumen ini.

Melalui pendayagunaan peluang pasar yang besar ini, Fave melihat tingkat pertumbuhan tahunan sebesar 300 persen, mencatat jutaan transaksi, dan penggunaan di lebih dari 15 kota di seluruh Singapura, Malaysia dan Indonesia.

Pendiri Fave, Joel Neoh, Selasa (11/9/2018), mengatakan, perilaku konsumen sedang mengalami perubahan. Pembeli menghabiskan lebih banyak waktu online daripada offline.

Dan Fave bertujuan untuk membantu memudahkan semua bisnis offline untuk menjadi online melalui platform Fave. Platform ini membantu bisnis retail di bidang makanan & minuman, barang konsumen, layanan gaya hidup dan kategori lainnya untuk mengubah bisnis itu sendiri agar bisa memenuhi kebutuhan konsumen yang melek teknologi di Asia Tenggara.

”Sebagai platform mobile, tujuan kami adalah melayani 100.000 bisnis offline pada tahun 2019 dan kami sangat gembira karena pendanaan ini akan membantu kami agar selangkah lebih dekat untuk mencapai tahap tersebut,”ujarnya.

Pimpinan Sequoia Capital (India) Singapura, Pieter Kemps, mengatakan setiap orang bicara tentang masyarakat tanpa uang tunai, tapi perlu pengalaman pengguna yang luar biasa untuk menjadikan pergerakan itu menjadi nyata, dengan manfaat-manfaat yang jelas bagi pengguna serta bagi bisnis tersebut. Jika Anda membantu suatu bisnis meningkatkan pendapatan dan mengurangi beban operasional, Anda bisa sungguh-sungguh mendorong tingkat penggunaan dan menciptakan pilihan bagi para konsumen.

”Fave tahu tentang hal ini saat peluncuran FavePay. Sequoia India telah terkesan dengan eksekusi mereka dan pertumbuhannya yang luar biasa, serta senang bisa mendukung Fave dalam perjalanan mereka untuk mewujudkan masyarakat tanpa uang tunai,”tegasnya.

Dengan cepat, Fave telah menjadi salah satu perusahaan internet terkemuka di Asia Tenggara dan pendanaan baru ini akan memastikan bahwa perusahaan bisa terus mempercepat pertumbuhannya secara eksponensial agar bermanfaat bagi bisnis retail offline dan konsumen. (nos)

Advertising
Advertising