Ekonomi & Bisnis

Pasar Terserap 60-80%, Baru Bangun Proyek

18-09-2018

Surabaya, beritasurabaya.net - Pengembang properti terkemuka di tanah air, PT PP Properti Tbk. (“Perseroan”) terapkan pola pembangunan dikerjakan setelah penjualan unit terserap pasar 60 hingga 80 persen. Sisanya, ditahan lebih dulu dan baru dijual setelah pembangunan selesai dengan harga relatif lebih mahal.

Strategi inilah yang dilakukan PT PP Properti Tbk dalam memperkuat bisnisnya di industri properti Indonesia. Hal ini disampaikan Direktur Utama Perseroan, Taufik Hidayat, usai paparn publik Investor Summit 2018, di Gedung Bursa Efek Indonesia Lantai 6, Surabaya, Selasa (18/9/2018).

Taufik menjelaskan selama ini dari proyek PP rata-rata penjualan unit terserap pasar 60 hingga 80 persen hanya butuh waktu satu tahun lebih, sejak di-launching. Bahkan pada 2014, hanya dalam 6 bulan.

”Rata-rata setahun pemasaran unit sudah terserap 60 hingga 80 persen. Dengan strategi ini, tidak terlalu banyak menggunakan dana talangan dari perbankan nasional dan tidak terlalu membebani terhadap kredit konsumer-nya. Dan pembangunan dijamin tidak mangkrak karena unit yang dibangun sudah banyak yang laku,”tukasnya.

Dari 3 lini bisnis yang digarap PT PP Properti, sebut Taufik, bisnis residensial (pembangunan stratatitle) paling berkontribusi terhadap kinerja persero yakni 90 persen. Sisanya 10 persen, dari bisnis komersial (mal) dan hospitality atau hotel.

Pada semester dua ini, sebut Taufik, banyak proyek PP Properti ada tiga proyek residensial di Surabaya dan tengah dibangun yakni Westown View di Wiyung, Grand Sungkono Lagoon di Mayjen Sungkono dan Grand Sagara Apartemen di Suramadu. Dari bisnis hospitality, Palm Park Hotel Surabaya akan mulai menambah kontribusi ke Perseroan berupa recurring income.

”Untuk seluruh proyek di Surabaya sudah menyerap sekitar 20 hektar dari land bank PT PP Properti. Total land bank sampai akhir tahun 2018 sekitar 300 hektar lebih dan itu bisa dimanfaatkan untuk pengembangan proyek 5 tahun ke depan,”ungkapnya.

Di luar Surabaya, Palm Park Hotel Pekanbaru. Dan Mall Lagoon Avenue Bekasi untuk sisi bisnis komersial.

Terkait dengan kinerja, Taufik mengatakan, Perseroan sukses mencatatkan pertumbuhan laba bersih di Semester 1 2018 sebesar 15 persen dibandingkan periode yang sama tahun Ialu. Dalam 4 bulan menjelang penutupan akhir tahun, Perseroan terus bergerilya memenuhi target pencapaian di tahun 2018.

Tahun 2018, PT PP Properti menargetkan laba bersih sekitar Rp 520 miliar atau naik sekitar 19 persen dari tahun 2017. Dari sisi pemasaran, Perseroan menggandeng Perbankan untuk meningkatkan angka penjualan. Bersama Bank Mandiri (Persero)Tbk (“Bank Mandiri”) melalui program PlLKADA (PiIihan Kredit Apartemen Anda), menawarkan konsumen memperoleh subsidi biaya KPR dan juga proses approval pengajuan kredit yang cepat.

Bersama Bank Tabungan Negara Tbk. (“Bank BTN”) diluncurkan Program SUPER (Simpel Untung Promo & Extra Reward), dimana konsumen bisa mengajukan DP sebesar 5 persen dan bunga mulai 4,68 persen. “Sampai dengan semester I 2018, marketing sales Perseroan sudah sampai di angka Rp 2.49 triliun atau tersisa sekitar 35 persen untuk mencapai target sekitar Rp 3.80 triliun,”tambahnya. (nos)

Teks foto :

Direktur Keuangan PT PP Properti Tbk, Indaryanto (kiri) dan Direktur Utama, Taufik Hidayat, usai press conference dengan media di Surabaya.

Foto : Titin.

Advertising
Advertising