Ekonomi & Bisnis

Bukit Asam Perluas Pasar Ekspor Asia Tenggara

18-09-2018

Surabaya, beritasurabaya.net - PT Bukit Asam Tbk terus perluas pasar ekspor ke wilayah Asia Tenggara. Beberapa negara emerging market seperti Malaysia, Vietnam dan Korea Selatan sudah berjalan meski secara volume relatif masih kecil.

Perluasan pasar ekspor tersebut cukup penting mengingat pasar ekspor yang sudah dibidik sebelumnya yakni China, India, Thailand, Hong Kong dan Kamboja, mampu mendongkrak nilai pendapatan usaha Perseroan. Hingga semester I tahun 2018, Perseroan membukukan pendapatan usaha sebesar Rp10,53 triliun atau naik Rp1,56 triliun atau 17 persen dibandingkan pendapatan periode yang sama di 2017.

Investor Relations Manager PT Bukit Asam Tbk, Niko Chandra, saat press conference Investor Summit Surabaya 2018, Selasa (18/9/2018), mengatakan, pendapatan usaha semester I terbesar diperoleh dari penjualan batubara ekspor yakni sebesar 51 persen dari total pendapatan, meskipun porsi penjualan eksor hanya 48 persen dari total volume penjualan.

Selama ini ekspor batubara terbesar masih ke China (18,3 persen), India (10 persen), Thailand (5,8 persen), Kamboja (4 persen) dan Taiwan (2,1 persen) dan Korea Selatan (1,3 persen). Sedangkan merek yang dipasarkan untuk ekspor BA 64 dan BA 55 (seperti untuk pasar Jepang, Malaysia, Taiwan) dan pasar domestik dengan merek BA 48 dan BA 50.

”Pendapatan atas penjualan batubara domestik sebesar 46 persen. Selebihnya atau 3 persen merupakan pendapatan dari aktivitas usaha lainnya, seperti penjualan listrik, minyak sawit mentah, jasa kesehatan rumah sakit dan jasa sewa,”tukas Niko.

Dari volume penjualan, Niko mengatakan, secara total selama semester I tahun 2018, terdapat peningkatan volume penjualan batubara sebesar 8 persen dibandingkan semester I 2017 yakni dari 11,36 juta ton menjadi 12,22 juta ton. Tahun 2018, Perseroan menargetkan untuk meningkatkan volume penjualan menjadi 25,88 juta ton dengan komposisi 53 persen atau 13,74 juta ton untuk pasar domestik dan 47 persen atau 12,15 juta ton untuk pasar ekspor.

”Secara total, target penjualan tahun 2018 meningkat sebesar 2,25 juta ton atau 10 persen dibanding realisasi tahun 2017 sebesar 23,63 juta ton. Peningkatan target ditopang oleh rencana penjualan ekspor untuk batubara medium to high calorie ke premium market. Selain itu, permintaan batubara juga menunjukkan pertumbuhan positif khususnya di wilayah ASEAN dimana pada wilayah ini akan beroperasi sejumlah PLTU baru,”pungkas Niko. (nos)

Teks foto :

Investor Relations Manager PT Bukit Asam Tbk, Niko Chandra (kanan), saat press conference Investor Summit Surabaya 2018, Selasa (18/9/2018)

Foto : Titin.

Advertising
Advertising