Ekonomi & Bisnis

Modalku Raih Micro Enterprise Fintech Innovation

14-11-2018

Jakarta, beritasurabaya.net - Modalku memenangkan Micro Enterprise Fintech Innovation Challenge yang diselenggarakan oleh United Nations Capital Development Fund (UNCDF) dan UN Pulse Lab Jakarta. Setelah komite UNCDF - UN Pulse Lab Jakarta melakukan evaluasi, mereka menyeleksi proposal-proposal terpilih yang menawarkan solusi teknologi inovatif bagi kebutuhan bisnis usaha mikro.

Modalku mendaftar dengan proposal “Microentrepreneur Agent Network” atau “Jaringan Agen Pengusaha Mikro”. Sebagai perusahaan terpilih, Modalku akan memperoleh pendanaan dari UNCDF untuk memulai proyek sesuai proposal.

Micro Enterprise Fintech Innovation Challenge adalah tantangan UNCDF yang bertujuan untuk meningkatkan penggunaan solusi teknologi digital bagi usaha-usaha mikro di Indonesia. Sektor mikro membentuk sekitar 90 persen dari total usaha Indonesia.

”Akan tetapi, pengusaha mikro seperti pemilik warung atau penjual makanan seringkali tidak memiliki akses ke layanan keuangan yang dapat membantu mereka memenuhi kebutuhan usaha,”tukasnya.

Salah satu solusi bagi permasalahan ini adalah dengan meningkatkan penggunaan layanan keuangan digital di antara kalangan usaha mikro. Contohnya, dengan memperluas akses ke modal usaha, menyediakan rekening online, dan sebagainya melalui platform digital. Akses serta penggunaan produk dan layanan keuangan digital dapat membantu segmen mikro menjalankan usaha mereka secara lebih efisien dan mempermudah pengembangan usaha.

UNCDF adalah badan PBB yang diberikan mandat untuk menjalankan dana pemerintah dan dana swasta untuk mengurangi tingkat kemiskinan serta mendukung perkembangan ekonomi. Pendanaan UNCDF digunakan untuk 2 hal: inklusi keuangan, agar semakin banyak individu dan usaha kecil yang memiliki sarana untuk mengelola kehidupan finansial mereka, dan investasi lokal, agar ekonomi di pasar-pasar lokal dapat berkembang.

VP of Product Modalku, Fajar Adiwidodo, Rabu (14/11/2018), mengatakan, pihaknya menyampaikan penghargaan terhadap UNCDF dan UN Pulse yang telah memberi kesempatan dan dukungannya kepada Modalku untuk mengembangkan bisnis model kami ke sektor Missing Micro.  Ada sekitar 40 juta Usaha Mikro di Indonesia, yang karena tidak tersedianya data, kolateral, maupun rekam jejak kredit dan transaksi, tidak mendapatkan akses ke pembiayaan untuk usaha mereka.

”Usaha seperti warung makan, toko kelontong, dan industri rumahan masih mengalami kesulitan bila membutuhkan pembiayaan. Untuk itu, kami di Modalku ingin merubah ini. Karena visi kami adalah setiap pengusaha mikro pantas mendapat kesempatan,”tukasnya.

Modalku menyediakan layanan P2P lending, di mana peminjam (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah yang berpotensi) bisa mendapatkan pinjaman modal usaha tanpa agunan hingga Rp 2 miliar yang didanai oleh pemberi pinjaman platform (individu atau institusi yang mencari alternatif investasi) melalui pasar digital. Pinjaman usaha Modalku digunakan untuk pengembangan serta ekspansi bisnis.

Sejak berdiri, Modalku telah menyalurkan lebih dari Rp 3 triliun ke sekitar 25.000 pinjaman UMKM di Asia Tenggara. Dari angka ini, lebih dari Rp 1,6 triliun telah disalurkan bagi UMKM Indonesia.

Di Asia Tenggara, Modalku beroperasi di Indonesia, juga di Singapura dan Malaysia di bawah nama Funding Societies. Di Indonesia sendiri, Modalku melayani wilayah Jabodetabek, Bandung, dan Surabaya.

Di akhir tahun 2017, Modalku memenangkan Global SME Excellence Award dari ITU Telecom, salah satu badan organisasi PBB. Modalku adalah startup Asia pertama dan satu-satunya yang pernah memenangkan penghargaan tersebut. (nos)

Teks foto :

VP of Product Modalku, Fajar Adiwidodo (kedua dari kiri) saat memenangkan Micro Enterprise Fintech Innovation Challenge yang diselenggarakan oleh United Nations Capital Development Fund (UNCDF) dan UN Pulse Lab Jakarta.

Foto : Istimewa.

Advertising
Advertising