Ekonomi & Bisnis

Gerakan Indonesia Wakaf Awali Perhelatan ISEF

06-12-2018

Surabaya, beritasurabaya.net - Gerakan Indonesia Wakaf mengawali perhelatan Indonesia Syariah Ekonomi Festival atau Festival Ekonomi Syariah Indonesia (ISEF) 2018. Gerakan Indonesia Wakaf ini dilaksanakan di Masjid Al Akbar Surabaya, Senin (10/12/2018).

Menurut Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Jawa Timur, Difi A. Djohansyah, Kamis (6/12/2018), di sela makan siang bersama media, banyak terobosan baru di ISEF 2018 ini yang bisa diimplementasikan dengan rangkaian kegiatan sebelumnya. Satu diantaranya, BI mendorong Wakaf menjadi suatu gaya hidup (life style) bagi masyarakat.

”Wakaf tidak lagi harus berupa tanah, tapi bisa dengan uang. Sistemnya sudah disiapkan baik oleh perbankan maupun lembaga penerima wakaf,”ujar Difi.

Difi menegaskan sekarang Bank Indonesia menyiapkan infrastruktur pilar-pilar untuk ekonomi syariah melalui upaya seperti meningkatkan banyak UMKM bersertifikasi halal. Untuk itu, pada ISEF 2018, Bank Indonesia membuka booth pendaftaran bagi UMKM yang berminat punya sertifikasi halal. Proses pengurusannya, BI bekerjasama dengan LPPOM MUI.

Selain itu, BI juga membuka pendaftaran untuk pelatihan Dewan Pengawas Syariah dan ini satu hal penting sehingga ke depan membuat program yang lebih terstruktur bekerjasama dengan Dewan Pengawas Syariah Nasional. “Juga ada pelatihan dan sertifikasi untuk Nadir, bekerjasama dengan Badan Wakaf Jawa Timur. Kita tunjukkan beragam materi terkait perkembangan ekonomi syariah,”tukasnya.

Terkait dengan antusiasme peserta, Difi mengatakan, banyak peserta terutama dari daerah yang ingin diundang maupun minta disediakan booth di ISEF. Namun peserta tetap akan diseleksi.

”Bagi UMKM yang paling siap ekspor produknya, akan kami kdengan pembeli dari luar negeri dalam kegiatan business matching pada 12 Desember 2018. Pembeli asing diantaranya dari Malaysia, Turki dan Tajikista. Mereka inginkan kalau bisa berdagang dengan negara yang mayoritas penduduknya muslim seperti Indonesia,”paparnya.

ISEF 2018 yang akan digelar 11-15 Desember 2018 di Grand City Mall & Convex, kata Difi, akan menjadi yang terakhir kalinya digelar di Surabaya. ISEF 2018 terbagi menjadi dua kegiatan besar yakni Sharia Forum dengan menghadirkan 25 forum dan Sharia Fair menyediakan 143 booth.

Di Sharia Fair, banyak kegiatan yang bisa iikuti masyarakat seperti talk show “Prospek Bisnis Wisata Halal di Era Digital”, “Halal Generation”, “Halal Living” dan workshop seperti Tutorial Hijab Style Kekinian. Selain itu, pameran UMKM Food, Fashion, Integrated Farming, Halal Tourism, Renewable Energy. Adapun pembicara dan pengisi acara yang dihadirkan di Sharia Fair, diantaranya, Dewi Sandra, Fitri Tropica, Dhini Aminarti, Nycta Gina, Irgy Ahmad. ISEF 2018 rencananya akan dibuka oleh Presiden Jokowi pada 11 Desember 2018 pukul 19.00 WIB. (nos)

Teks foto :

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Jawa Timur, Difi A. Djohansyah.

Foto : Titin.

Advertising
Advertising