Ekonomi & Bisnis

Bisnis Kuliner Terbang Tinggi Lewat Digitalisasi

09-02-2019

Surabaya, beritasurabaya.net - Industri kuliner kian menggeliat di Indonesia. Data dari Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Republik Indonesia menyebutkan, subsektor kuliner berkontribusi 41,4 persen dari total kontribusi perekonomian kreatif Rp 922 triliun 2 tahun terakhir. Jumlah tersebut merupakan yang paling tinggi dibandingkan 16 subsektor lain di Bekraf RI.

Binis kuliner di 2019 diyakini bakal terbang tinggi. Hal ini mengacu pada catatan pertumbuhan  industri makanan minuman yang juga bakal tumbuh 18-19 persen pada 2019 ini. Pertumbuhan binis kuliner ini diharapkan sejalan peningkatan jumlah populasi penduduk dan pertumbuhan ekonomi. 

Banyak faktor yang mengakibatkan bisnis kuliner tersebut bakal ranum di 2019, seperti inovasi industri kreatif di sektor kuliner hingga hajatan tahun politik. Seperti dilansir informasi dari Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI) bahwa prospek pertumbuhan industri makanan minuman pada 2019 sangat positif.

Peningkatan rata-rata jumlah penduduk sekitar 4 juta per tahun, akan menjadi penyumbang utama pertumbuhan di 2019. Hal senada juga diungkap Rudy Hartawan yang juga sebagai pengamat di industri kuliner, Sabtu (9/2/2019).

"Apalagi di tahun politik 2019 ini tentu memiliki dampak terhadap bisnis kuliner di Indonesia. Industri bisnis kuliner dibayangi sejumlah tantangan di 2019. Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) masih akan menjadi tantangan terbesar, karena akan mempengaruhi biaya produksi industri akibat biaya pembelian bahan baku yang meningkat,”ungkapnya.

Seperti diketahui, dalam bisnis kuliner yang di dalamnya menyangkut industri makanan minuman saat ini masih memiliki ketergantungan cukup besar terhadap bahan baku impor. Misalnya gandum sebagai bahan baku utama tepung terigu yang 90-100 persen masih berasal dari impor, kemudian gula 80 persen, garam 70 persen, susu 80 persen, kedelai 70 persen dan jus buah 70 persen.

Bisnis kuliner yang masuk dalam Industri makanan minuman merupakan salah satu sektor industri andalan seiring dengan pertumbuhannya yang selalu berada di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional. Kementerian Perindustrian mencatat, pada kuartal III 2018 industri makanan minuman tumbuh sekitar 10,7 persen, melampaui pertumbuhan ekonomi di periode yang sama sebesar 5,17 persen.

Salah satu faktor percepatan pertumbuhan bisnis kulinerr adalah pemanfaatan teknologi yang berdampak pada efektivitas bisnis dan efisiensi biaya merupakan hal yang turut meningkatkan industri kuliner dapat berkembang pesat dan menarik. Rudy yang juga dikenal sebagai CEO aplikasi bisnis kuliner Meeber, mengatakan, setiap pelaku bisnis kuliner tentunya berharap bisnisnya semakin berkembang. Oleh karena itu, bagi mereka yang bisnisnya sudah mencapai level middle dan middle up memerlukan standarisasi dan otomatisasi dalam pengelolaannya.

”Di era ini, kedua hal tersebut hanya dapat dicapai melalui digitalisasi bisnis kuliner yang mampu memenuhi kebutuhan pengusaha maupun konsumen. Seperti yang kami lakukan dengan menghadirkan terobosan berupa digitalisasi bisnis kuliner yang memberi nilai tambah bagi pelakunya maupun pelanggannya,” tuturnya.

Sebagai contoh pelaku bisnis kuliner lewat digitalisasi tentunya membutuhkan  layanan penunjuk arah lokasi dan ulasan / rating reviewer yang akan memudahkan pelanggan untuk mencari lokasi tempat bisnis kulinernya dan memberikan ulasannya setelah menyelesaikan transaksi. Tak hanya itu semua dengan berbagai kemudahan teknologi pelanggan sekarang semakin dimudahkan dalam memenuhi kebutuhan saat mereka berada di tempat lokasi kuliner.

Contohnya E-Menu dan pemesanan cepat serta canggih lewat smart order menggunakan QR-code yang terkoneksi sehingga pelanggan dapat memilih menu yang dinginkan dengan nyaman dan cepat, menyimpan daftar menu favorit, dan mengetahui jumlah pembayaran makanan.

Penikmat kuliner akan semakin dimanjakan jika pelaku binis kuliner terus meningkatkan pelayanannya dalam hal pemanfaatan teknologi ini. Tentu siapapun pelanggannya akan merasakan pengalaman kuliner yang menyenangkan manakala turut terlibat langsung dalam memberikan masukan bahkan penilaian terhadap apa yang mereka rasakan.

“Saya sangat yakin di 2019 binis kuliner yang hadir dengan inovasi teknologi digital akan terbang tinggi seiring dengan tingginya pengaruh pelanggan agar terus merasakan pengalaman kuliner yang luar biasa,”tambah Rudy Hartawan. (nos)

Teks foto :

Kabinet Coffee Co. yang telah menjadi Digital Resto dengan Meeberlite.

Foto : Istimewa.

Advertising
Advertising