Ekonomi & Bisnis

Identitas Hitam Putih, Mr Brank Bidik Milenial

18-05-2019

Gresik, beritasurabaya.net - Industri feysen memang terus berkembang di tanah air, tidak terkecuali di Jawa Timur. Ini tidak lepas dari gaya tatanan busana dan karakter masyarakat, terutama milenial yang semakin fashionable.

Dengan tingginya jumlah milineal yang mencapai lebih 90 juta jiwa, menjadikan potensi pasar feysen demikian luas. Pengusaha muda dari Gresik yakni Nurul Eka Yulifa dan suaminya yang sama-sama berprofesi sebagai dokter, melihat peluang pasar industri feysen.

Clothing line Mr Brank dengan identitas warna hitam putih dikenalkan ke publik Gresik sebagai awal bisnis mereka di industri feysen. “Warna monokrom seperti hitam dan putih ini masih menjadi favorit banyak kalangan. Tanpa terkecuali  anak muda millenial yang ingin selalu tampil eksis, tidak ribet, namun tetap stylish serta  dinamis. Selain itu, lebih fleksibel, netral, dan mudah diaplikasikan dalam berbagai suasana kasual dan formal,”ujar Nurul yang mengawali bisnisnya di industri kosmetik.

Nurul bersama suaminya yang juga penikmat feysen monokrom mencoba peruntungan di industri feysen anak muda bergenre pria dengan label Mr.Brank. Ia menjelaskan Mr. Brank  diadaptasikan dari istilah Kumis yang dalam bahasa Jawa disebut Brengos. Kemudian dengan pertimbangan komersial diubah menjadi Brank.

Nurul Eka Yulifah optimis impiannya mengangkat Kota Gresik bisa terwujud melalui keunggulan kualitas produk Mr. Brank besutannya. “Kami menjunjung tinggi kualitas mulai dari bahan yang nyaman sablon, bordir, printing, sampai produk handmade. Desainnya mencerminkan gaya hidup anak muda pria yang kekinian, sportif, nyeleneh, story petualangan mencari pasangan dan berbagai quote yang bisa menertawakan diri sendiri,”papar Nurul saat shoft launching Mr.Brank di Gedung Wisma A.Yani, Gresik, Sabtu (18/5/2019).

Menyasar segmen anak muda diakui Nurul menjadi tantangan tersendiri, bagaimana membuat mereka terlibat dan menjadi inspirasi dalam setiap desain Mr.Brank. Selain itu, Nurul juga mencoba membuat setiap konsumennya merasa istimewa karena model dan desain yang ditawarkan meski bertema hitam putih tapi tetap tidak pasaran, prestise dan limited edition.

Untuk target pasar, Mr.Brank menyasar segmentasi mulai dari kelas ekonomi sampai menengah dengan kisaran harga Rp 100.000 sampai Rp 1.000.000. Varian produk yang ditawarkan, diantaranya, syal, topi, celana pendek, celana panjang, jaket, sweater, sweatshirt, hoodie, T-Shirt, kemeja dan sebagainya.

Pemasarannya dilakukan secara offline melalui toko di Gresik dan online dengan sistem penjualan langsung, reseller dan franchise. Dalam setahun terakhir, setidaknya bisa merambah kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, Yogyakarta, Denpasar, Malang, dan Medan.

“Selain pasar dalam negeri, kami juga tengah menjajaki pasar ekspor. Minimal menjangkau negara tetangga dulu seperti Malaysa, Brunei, Singapura, dan Australia,”pungkas Nurul. (nos)

Teks foto :

Nurul (dua dari kiri) dengan model yang memakai produk Mr Brank.

Foto : Titin.

Advertising
Advertising