Ekonomi & Bisnis

Tingkat Kepercayaan Masyarakat Terjaga, DPK Naik

11-10-2019

Solo, beritasurabaya.net - Tingkat kepercayaan masyarakat terhadap industri jasa keuangan masih sangat bagus. Ini terbukti dengan Dana Pihak Ketiga (DPK) Perbankan terus meningkat.

Demikian penegasan Kepala Otoritas Jasa Keuangan Kantor Regional 4 (OJK KR4) Jawa Timur, Heru Cahyono, pada “Cangkrukan Media-OJK KR 4 Jawa Timur”, di Solo, Jumat (11/10/2019).

Heru menjelaskan industri jasa keuangan di Jawa Timur sampai dengan triwulan 3 tahun ini menunjukan kinerja yang positif, sejalan dengan meningkatnya pertumbuhan ekonomi Jawa Timur. Total aset 403 Bank yang beroperasi di Jawa Timur meningkat sebesar 8,40 persen dan dana yang dihimpun meningkat 8,78 persen serta penyaluran kredit meningkat 6,90 persen. Intermediasi perbankan cukup baik dengan LDR sebesar 84,59 persen dengan NPL sebesar 3,75 persen.

Kalau di lapangan masih banyak masyarakat tertipu investasi bodong, kata Heru, itu sebenarnya bukan karena tingkat kepercayaan masyarakat terhadap industri jasa keuangan turun tapi karena tingkat pemahaman terhadap faktor resiko yang rendah. “Di Jawa Timur tingkat inklusinya tinggi sampai 73 persen, sementara tingkat literasinya hanya 35 persen. Iming-iming return tinggi mengakibatkan masyarakat terjebak investasi bodong," kata Heru.

Agar tidak terjebak investasi bodong, Heru menegaskan, cukup mengingat 2L, yakni Logis dan Legal. Kerugian akibat terjebak investasi bodong cukup tinggi. Secara nasional jumlahnya sangat tinggi hingga Agustus 2019 mencapai Rp100 triliun.

Heru Cahyono juga menjelaskan bahwa OJK Regional 4 Jawa Timur telah melakukan upaya yang masif dan intensif untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di Jawa Timur melalui fungsi Edukasi dan Perlindungan Konsumen serta optimalisasi Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD). Edukasi kepada masyarakat dilaksanakan melalui 138 kegiatan sosialisasi dengan peserta edukasi sebanyak 21.075 peserta yang terdiri dari berbagai profesi, pelaku UMKM, pegawai, pelajar, akademisi dan ibu rumah tangga.

Sementara itu upaya peningkatan inklusi di Jawa Timur sampai dengan triwulan 3 tahun 2019 dilakukan melalui pendirian 15 LKMS Bank Wakaf Mikro di beberapa lokasi pondok pesantren untuk memberdayakan ekonomi masyarakat miskin di sekitar Pondok Pesantren dan mengurangi ketergantungan masyarakat pada rentenir. Perluasan Layanan Keuangan Tanpa Kantor Dalam Rangka Keuangan Inklusif (Program LAKU PANDAI) mengalami peningkatan sebesar 53,84 persen dengan jumlah agen sebanyak 204.087 agen.

Selain itu, peningkatan pemberdayaan UMKM melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang mencapai Rp17,9 triliun dan merupakan peringkat ke 2 terbesar dalam penyaluran KUR secara nasional dengan NPL hanya sebesar 0,02 persen.

Sementara itu, dalam rangka menjaga tingkat kepercayaan masyarakat terhadap industri jasa keuangan di Jawa Timur, OJK Regional 4 Jawa Timur juga menjalankan fungsi perlindungan konsumen melalui penanganan pengaduan nasabah sebanyak 1.598 pengaduan, pemberian pelayanan SLIK kepada masyarakat sebanyak 5.132 pemohon dan peningkatan peran Tim Kerja Satgas Waspada Investasi Jawa Timur.

Direktur Jasa Pengawasan Satgas Investasi OJK KR 4 Jawa Timur, Mulyanto, kembali mengingatkan lima prinsip perlindungan konsumen, untuk mencegah terjadinya kerugian pelanggan yang bersentuhan dengan jasa perbankan. Lima prinsip ini harus dipahami semua pihak agar tidak terjadi sengketa dan saling merugikan.

Diantaranya, transparansi, perlakuan yang adil, penanganan pengaduan serta penyelesaian sengketa konsumen secara sederhana, cepat dan biaya terjangkau. Keempat kerahasiaan dan keamanan data atau informasi konsumen, dan yang kelima adalah keandalan.

"Bank atau lembaga jasa keuangan harus transparan harus jelas tentang hak dan kewajiban kreditur. Manfaatnya apa dan risikonya apa harus dijelaskan dengan jelas, tidak boleh ada syarat dan ketentuan berlaku. Tapi harus dijelaskan semuanya jika tidak ada yang dirugikan," terang Mulyanto. (nos)

Teks foto :

Kepala Otoritas Jasa Keuangan Kantor Regional 4 (OJK KR4) Jawa Timur, Heru Cahyono (tengah) bersama para nara sumber pada acara Cangkrukan Wartawan-OJK KR4 Jawa Timur di Hotel Novotel, Solo.

Foto : Titin.

Advertising
Advertising