Ekonomi & Bisnis

Generasi Muda Berkontribusi Dongkrak Jumlah Investor

22-10-2020

Surabaya, beritasurabaya.net - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) terus mendorong peningkatan jumlah investor pasar modal Indonesia dengan menggandeng perusahaan maupun universitas dalam pembukaan rekening. Pasalnya, kenaikan jumlah investor yang tercermin dari kepemilikan Single Investor Identification (SID) bisa membuat ekonomi Indonesia kian bertambah besar ke depannya.

Direktur Pengembangan BEI, Hasan Fawzi, dalam acara Capital Market Summit & Expo (CMSE) 2020, Rabu (21/10/2020),  mengatakan, terciptanya rekor baru penciptaan 3 juta investor pasar modal pada tanggal 24 Juli 2020 tidak terlepas dari dukungan generasi muda. Meski pandemi, total SID telah mencapai 3,27 juta per akhir September 2020 berkat kemudahan teknologi. 

Hasan menegaskan jumlah tersebut mencerminkan penambahan 792.527 atau 31,9 persen dari posisi akhir 2019 yang sebanyak 2,48 juta SID. Pihaknya mencatat terjadi fenomena yang positif sejak Juni 2020.

Sementara Data PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) menunjukkan, SID saham mencapai 1,38 juta, sedangkan SID reksa dana sebanyak 2,58 juta per 30 September. “Jika tren kenaikan dapat dipertahankan setiap bulan selama kuartal IV-2020, maka BEI mengharapkan ada penambahan 300.000-400.000 SID baru. Hal itu berarti jumlah investor ritel dapat melampaui 3,5 juta SID pada akhir 2020.

<p>Menurut Hasan, penambahan jumlah SID ini berkontribusi ke pertumbuhan Indonesia. Itu sebabnya, Self Regulatory Organization (SRO) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memotivasi generasi muda untuk berkontribusi ke kemajuan pasar modal melalui investasi di pasar modal dan memperkuat ketahanan ekonomi nasional.

OJK bersama dengan BEI, PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), dan PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) berharap acara CMSE 2020 yang digelar secara virtual 19-24 Oktober, sebagai rangkaian dari peringatan 43 tahun diaktifkannya kembali pasar modal Indonesia, bisa berperan sebagai sarana menampilkan peran dan fungsi dari seluruh lembaga, profesi, produk, dan layanan di pasar modal Indonesia kepada stakeholders dan publik

Sementara Ketua Umum AKSI (Asosiasi KSPM/KSPMS Seluruh Indonesia), Stephen Richard Reynaldi, mengharapkan, pandemi jangan menghambat minat mahasiswa untuk berinvestasi pasar modal. Sebab di setiap persoalan pasti ada peluang, apalagi di era digitalisasi.

“Orang-orang yang ikutan acara AKSI secara tidak langsung sudah ada kesadaran untuk berinvestasi di pasar modal, justru sebenarnya yang perlu diedukasi itu masyarakat awam mengenai investasi. Bahkan pernah ada yang tanya, beli saham apakah bisa COD (cash on delivery (COD)? Itulah pentingnya literasi keuangan,” kata Stephen. (nos)

Advertising
Advertising