Ekonomi & Bisnis

Revolt Industry Bangkit Bermodalkan Harapan

27-10-2021

Surabaya, beritasurabaya.net - Setelah lulus kuliah, Agung D wiKurnianto dan rekan-rekannya memulai bisnis kerajinan kulit seperti dompet dan tas dari garasi kecil. Mereka bermodalkan nekat, berlima autodidak belajar menjahit, me-manage tim, bisnis dan keuangan. Semua dari internet.

Pertengahan 2014, Revolt Industry resmi berdiri. “Revolt bisa diartikan perjuangan, perlawanan atau pemberontakan untuk bangkit, sedangkan kata Industry melambangkan sesuatu yang terus bergerak,”cerita Agung.

Agung menegaskan bisnisnya  adalah sebuah perjuangan tanpa henti untuk mengangkat produk lokal agar kita bisa bangkit bersama karena UMKM lokal adalah penggerak ekonomi nasional. Revolt Industry pertama kali memasarkan produk lewat sebuah event di Surabaya.

Penjualan mereka meledak usai mengikuti event tersebut. Sayangnya, di akhir tahun 2014, tempat usaha mereka ludes terbakar dalam 15 menit.


“Kami tidak menyerah. Bermodalkan harapan, akhirnya kami mulai lagi dari nol, bahkan dapat dibilang minus. Langkah awal dengan sewa kontrakan. Sempat mengalami kebanjiran, perampokan dan masih banyak tantangan lain, tetapi selama masih ada harapan, kami tetap melanjutkan perjuangan,” ujar Agung.

Kini Revolt Industry mampu mempekerjakan 40 karyawan. Pandemi kemudian menjadi pukulan tersendiri. Omzet mereka anjlok hingga 80 persen.

“Kami memutar otak agar minimal biaya operasional bisa ter-cover dan pengurangan karyawan tidak perlu dilakukan. Pertahanan paling baik adalah dengan menyerang,” ujar Agung.

Revolt Industry akhirnya menyerang dengan membuka gallery store pertama selama tujuh tahun. Dengan terus berinovasi melalui desain produk, mental manusia-manusia di dalamnya hingga kampanye, misal ‘Play Role Campaign’ untuk mengajak masyarakat membantu pemulihan ekonomi yang terdampak pandemi dengan memakai produk lokal, namun tidak mengambil untung.

“Yang terpenting adalah bagaimana kita menyikapi, tidak melulu menyalahkan keadaan, tapi apa yang dapat kita lakukan untuk diri sendiri maupun sekitar. 10 persen hasil penjualan kami donasikan ke yayasan dan turut serta dalam aksi di Surabaya dan sekitarnya untuk membantu masyarakat yang kelaparan,” tambah Agung.

Platform digital seperti Tokopedia menjadi harapan Revolt Industry untuk bertahan terutama selama pandemi. Tokopedia, menurut Agung, sangat memudahkan mengelola bisnis.

“Hanya dari depan laptop, kita bisa mendekorasi toko, mengatur buka tutup toko, stok, hingga menganalisis pasar,”pungkasnya. (nos)

Teks foto :

Revolt Industry mengangkat produk lokal agar bisa bangkit bersama karena UMKM lokal adalah penggerak ekonomi nasional.

Foto : Istimewa.

Advertising
Advertising
Pemadam Kebakaran
Surabaya Pusat
031-3533843-44
Surabaya Utara
031-3712208
Surabaya Timur
031-8411113
Surabaya Barat
031-7490486
Surabaya Selatan
031-7523687
Rumah Sakit & Klinik
RSUD Dr. Sutomo
031-5020079
RS Darmo
031-5676253
RS ST Vincentius A Paulo
031-5677562
RS William Booth
031-5678917
RS Adi Husada
031-5321256
Kepolisian
Polda Jatim
(031) 8280748
Polrestabes
(031) 3523927