IT & Seluler

Format Digital Tepat Bidik Kebutuhan Konsumen

05-08-2017

Jakarta, beritasurabaya.net - Dinilai dari berbagai sudut secara obyektif, grup band dunia Queen adalah salah satu band rock terbesar sepanjang masa. Album keempat mereka "A Night at the Opera," dirilis pada tahun 1975, menghasilkan sebuah lagu ikonik berjudul "Bohemian Rhapsody," yang melambungkan mereka menjadi bintang internasional.

Seperti semua album musik saat itu, album tersebut juga dirilis dalam format nondigital-vinyl, kaset dan CD. Namun dewasa ini, format digital dan mobile-first telah mendominasi rilis dan konsumsi pendengaran musik.

Menurut Executive Managing Director, Criteo Asia Pasifik, Yvonne Chang, Sabtu (5/8/2017), konsumen kini umumnya menikmati musik melalui smartphone. Musisi kenamaan kemudian menanggapi hal tersebut dengan meluncurkan musik terbaru mereka melalui layanan streaming dan aplikasi mobile, bahkan sebelum album CD mereka tersedia di gerai musik.

Penggunaan aplikasi mobile sudah menjadi kebiasaan saat ini. Rata-rata orang di Indonesia setidaknya memiliki 33 aplikasi mobile. Dan menggunakan setidaknya tujuh aplikasi dan menghabiskan waktu sekitar dua jam untuk menggunakan aplikasi tersebut setiap harinya12.

Pada jam 9 pagi, banyak dari kita sudah menggunakan aplikasi untuk mengukur kalori yang terbuang saat melakukan lari pagi; memeriksa jadwal pribadi sehari-hari; memesan taksi online untuk bekerja; mencari Starbucks terdekat; dan mengomentari gaya Outfit of the Day (OOTD) teman kita disosial media, sembari mendengarkan musik di Spotify.

Perusahaan analisis Forrester menyebut hal ini sebagai "pergeseran pemikiran mobile". Dengan format digital saat ini, norma dan merek diharapkan untuk terlibat dan memberikan akses mobile.

”Dan yang menimbulkan pertanyaan "Bagaimana peritel online dapat dengan tepat menyasar konsumen yang mengharapkan semua informasi secara on-demand, sesuai konteks, pada saat yang paling dibutuhkan oleh mereka?"tukasnya.

"App-y" Sukses di Asia Tenggara? Tidak Semudah Itu. Situs web yang dioptimalkan untuk penggunaan secara mobile dan aplikasi bermerek telah menjadi elemen dasar kesuksesan bagi para peritel. Konsumen sekarang menghabiskan lebih banyak uang dan membeli lebih banyak ticket items pada platform-platform seperti ini.

Di paruh kedua 2016, nilai rata-rata Pesanan (AOV) dari aplikasi mobile telah meningkat menjadi USD127, melebihi AOV desktop sebesar USD1003. Para konsumen di Asia menjadi kontributor terbesar di dunia dengan lebih dari 40 persen pada pembelian melalui aplikasi.

”Mobile browser tidak jauh tertinggal dengan AOV sebesar USD955. Angka-angka tersebut menunjukkan bahwa mobile telah menjadi saluran digital utama untuk interaksi konsumen dan akuisisi penjualan,”pungkasnya. (nos)

Advertising
Advertising