IT & Seluler

Tren Efisiensi Budget IT Era Linux

10-09-2017

Jakarta, beritasurabaya.net - Bagi sebuah perusahaan menerapkan sistem keamanan dalam jaringan komputer merupakan kewajiban yang tidak bisa dielakkan. Sebagian besar perusahaan juga memiliki tanggungjawab kepada staf dan pelanggan untuk mengamankan data yang mereka gunakan atau simpan pada server perusahaan.

Pengelolaan keamanan jaringan, manajemen kontrol sebagai regulator untuk mengawasi dan mengatur sistem keamanan yang ditempatkan dalam server juga perlu menjadi perhatian. Karena seringkali server juga ikut jadi sasaran serangan, pengembang malware bukan sekali dua menciptakan ransomware yang khusus menyerang server.

Karena itu sebuah perusahaan yang memiliki jaringan memerlukan server sebagai manajemen kontrol yang tidak mudah ditembus.

Pentingnya pemilihan platform server yang tepat juga menjadi perhatian Technical Consultant PT Prosperita Eset Indonesia, Yudhi Kukuh. Menurutnya, server adalah jantung kehidupan bagi keamanan sistem perusahaan, fungsi utamanya sebagai manajemen kontrol yang mengelola, mengawasi kinerja sistem keamanan menjadikannya sebagai obyek vital dalam perusahaan.

”Pemilihan platform menjadi krusial, karena ini merupakan elemen mendasar dalam sebuah komputer. Jika kita membandingkan satu platform dengan platform lain, maka Linux adalah yang paling direkomendasikan, karena memiliki beberapa keunggulan yang tidak dimiliki platform lain,”ujarnya.

Yudhi menjelaskan server yang mengemban tugas sebagai pengelola sistem keamanan seperti antivirus, firewall, dan enkripsi harus memiliki induk semang dengan kerentanan seminim mungkin untuk mengurangi peluang ancaman yang masuk. Dan kriteria itu sangat sesuai dengan Linux yang memiliki beberapa keunggula, antara lain, hemat biaya; dari sisi sekuritas Linux memiliki kerentanan yang minimalis terhadap virus; memiliki keseimbangan dalam daya tahan dan kemampuan proses yang tinggi serta masih dapat dikembangkan dan Linux memiliki persyaratan yang jauh lebih rendah dalam penggunaan hardware sehingga dapat berjalan pada komputer dengan spesifikasi rendah dengan tanpa masalah sama sekali.

Jika kita menilik hasil survei yang dilakukan oleh International Data Corporation (IDC) mengenai data penjualan hardware sepanjang 2017 kita dapat melihat bahwa 28 persen pengguna menggunakan server yang berbasis Linux. Menunjukkan banyak perusahaan mulai mengaplikasikan Linux sebagai platform untuk server mereka.

Eset mengklaim 100 persen Native Management Antivirus di Linux. Hal ini memberikan kemudahan pada perusahaan yang memiliki infrastruktur beragam. Perusahaan tetap bisa menikmati perlindungan antivirus pada semua sistem operasi, dan melakukan manajemen antivirus pada sistem operasi Linux.

Eset Remote Administrator (ERA) adalah aplikasi mengelola produk Eset di lingkungan jaringan, termasuk workstation, server dan perangkat seluler dari satu lokasi pusat. Dengan menggunakan ESET Remote Administrator Web Console (ERA Web Console) pengguna dapat mengelola tugas, menerapkan kebijakan keamanan, memantau status sistem dan dengan cepat merespons masalah atau ancaman pada komputer dari jarak jauh.

ERA dapat diinstal pada Windows dan server Linux selain mendukung native hypervisor seperti VMware vSphere/ESXi, Microsoft Hyper-V dan hypervisor host yang biasanya berjalan pada sistem operasi desktop seperti VMware Workstation, VMware Player, Oracle VirtualBox. Dengan begitu kemampuan adaptif ERA terhadap berbagai platform akan memudahkan implementasi pada jaringan perusahaan membuatnya menjadi lebih efektif dan efisien.

Apabila sistem komputer perusahaan menggunakan virtualisasi, ESET Remote Administrator sebagai virtual appliance memudahkan penyebaran Eset pada beberapa host

Kemudahan penyebaran dari komputer host ke komputer guest dapat terjadi karena adanya peranan OVA, yakni ekstensi virtualisasi Eset untuk mempermudah implementasi ERA. OVA merupakan paket penginstalan yang terdiri dari ERA dan Linux yang dibundel, apabila dijalankan akan memasang sistem operasi Linux dan ERA sekaligus. Sehingga IT perusahaan tidak perlu lagi menginstal satu persatu Linux dan Era secara terpisah yang bisa menghabiskan banyak waktu.

“Stabilitas, daya tahan dan kemampuan proses yang tinggi membuat kenapa Linux disandingkan dengan ERA dalam OVA. Selain itu sebagai open source, Linux bisa digunakan secara bebas tanpa memerlukan lisensi atau royalti yang dibayarkan, sehingga dapat membantu dalam memangkas pengeluaran perusahaan dalam jumlah yang besar. Opsi lain yang bisa menjadi pertimbangan perusahaan adalah keamanan, minimnya celah keamanan dan kerentanan platform Linux mempersempit ruang bagi penjahat siber untuk mengeksploitasi,” ungkap Yudhi lagi. (nos)

Advertising
Advertising