IT & Seluler

Red Hat Luncurkan Open Innovation Labs

09-10-2017

Jakarta, beritasurabaya.net - Red Hat, Inc. (NYSE: RHT), penyedia solusi open source terkemuka di dunia, meluncurkan Red Hat Open Innovation Labs perdana di wilayah Asia Pasifik yang terletak di Singapura. Red Hat Open Innovation Labs membantu para pelanggan dalam mengintegrasikan pengguna, metodologi, dan teknologi guna mengkatalisasi inovasi dan mengatasi berbagai tantangan bisnis dengan cara yang lebih cepat melalui kerja sama kolaboratif dalam sebuah lingkungan laboratorium yang menyeluruh dengan format residensi bersama para pakar Red Hat di laboratorium fisik baru di Singapura atau di laboratorium pop-up di tempat pelanggan.

Melalui Red Hat Open Innovation Labs, tim-tim TI bekerja sama dengan para konsultan, teknisi, dan pakar materi khusus dari Red Hat untuk memodernisasi aplikasi-aplikasi yang ada atau menciptakan aplikasi baru dengan menggunakan open source dan DevOps. Program residensi khas Red Hat Open Innovation Labs berlangsung mulai dari satu bulan hingga 3 bulan, dan memberikan para profesional TI beragam teknologi, metode, dan keterampilan guna mempercepat inisiatif bisnis.

Senior Vice President and General Manager, Red Hat Asia Pasifik Dirk-Peter van Leeuwen, Senin (9/10/2017), mengatakan, para pelaku bisnis di seluruh wilayah Asia Pasifik tengah berinovasi. Dan banyak perusahaan menggunakan teknologi-teknologi digital untuk menghadirkan nilai lebih dan pengalaman pelanggan yang lebih baik.

”Kami menyadari kebutuhan mereka untuk mendorong inovasi yang lebih cepat dan kami sangat antusias untuk menghadirkan Red Hat Open Innovation Labs di kawasan ini. Visi Red Hat Open Innovation Labs adalah untuk memperkenalkan DNA unik Red Hat dan cara kerja open source kepada para pelanggan kami melalui format residensi, virtual atau pop-up. Melalui berbagai kemampuan ini, kami berharap dapat memberikan keuntungan bagi para pelaku bisnis melalui tool dan metode open source yang terbaik guna membantu mereka mencapai hasil bisnis yang lebih besar,”ujarnya.

Melalui instruksi langsung, setiap tim TI juga dapat mempelajari cara menerapkan metodologi pengembangan yang tangkas, praktik-praktik DevOps, dan memperoleh pengalaman yang cepat dan langsung melalui prinsip-prinsip dan budaya terbuka yang mendasari banyak komunitas open source.

Seiring transformasi digital yang membentuk ulang dunia industri, beragam perusahaaan dari semua skala dan lintas industri tengah memikirkan ulang pendekatan mereka terhadap inovasi dan bagaimana teknologi dapat membantu mereka bersaing lebih efektif. Red Hat Open Innovation Labs diluncurkan pada tahun 2016 berdasarkan minat pelanggan dalam menerapkan keahlian open source Red Hat yang luas guna membantu pelanggan dalam mengatasi tantangan bisnis dan TI saat ini.

Red Hat Open Innovation Labs menghadirkan suatu lingkungan preskriptif yang dirancang bagi para pelanggan untuk mengembangkan aplikasi-aplikasi dengan kecepatan, kelincahan, skalabilitas dan peningkatan keamanan. Sebagai bagian dari keterlibatan Red Hat Open Innovation Labs, para pelanggan dapat menggunakan microservice, menyebarkannya dalam container, dan menyampaikannya dengan menggunakan metodologi DevOps di lingkungan fisik, cloud, dan mobile agar lebih cepat dalam menaikkan atau menurunkan skala sesuai permintaan, serta membantu memenuhi kebutuhan-kebutuhan baru. Selain di Singapura, Red Hat juga memiliki Red Hat Open Innovation Labs fisik di Boston dan London.

Fitur-fitur inti dari Open Innovation Labs, antara lain, mengatasi permasalahan lama atau tantangan yang sepenuhnya baru. Para pelanggan dapat memanfaatkan bimbingan dan teknologi guna membantu perusahaan mereka merancang dan mengembangkan berbagai solusi untuk memodernisasi aplikasi lama atau menghadapi tantangan-tantangan yang sepenuhnya baru dalam mengembangkan aplikasi, arsitektur, dan fitur untuk mobile, cloud, microservice dan lain-lain.

Fitur mengatasi permasalahan bisnis yang sesungguhnya sejak hari pertama: Melalui infrastruktur push button (langsung berfungsi secepat memencet tombol) dan lingkungan pengembangan otomatis dari Red Hat, para pelanggan dapat segera memulai pengembangan sehingga memberikan waktu yang lebih cepat dan hasil yang dapat diukur.

Fitur mempelajari cara kerja open source: Pelanggan dapat berkolaborasi dengan para pakar Red Hat dan komunitas open source dalam proyek-proyek hulu dengan menggunakan metodologi berbasis ketangkasan, too-tool open source, dan praktik-praktik terbaik untuk pengembangan aplikasi.

Fitur berinovasi di mana pun: Dengan lingkungan cloud yang lebih aman, setiap anggota tim yang telah diotorisasi dapat bekerja sama dari mana saja dan kapan saja. Pengembangan dapat dilakukan di lokasi pelanggan, di fasilitas Open Innovation Labs, atau secara virtual. (nos)

Advertising
Advertising