IT & Seluler

Cloudera Akselarasi Pembelajaran Kelas Enterprise

24-05-2018

Jakarta, beritasurabaya.net - Cloudera, Inc. (NYSE: CLDR), platform modern pembelajaran mesin (machine learning) dan analitik yang dioptimalisasi untuk cloud, hari ini umumkan beragam inovasi baru untuk membantu berbagai perusahaan menjalankan data insight secara lebih cepat dengan membantu data scientist dan teknisi data kian produktif.

Kemampuan pembelajaran mesin yang baru memudahkan para data scientist agar cepat melatih dan menerapkan model teknologi dengan kecanggihan yang lebih tinggi dan risiko yang lebih rendah. Peningkatan masif terkait kinerja, penyesuaian, dan kapasitas dari platform data modern Cloudera membantu berbagai perusahaan mengimbangi ledakan pertumbuhan dan ragam data pada perusahaan mereka.

Kemampuan baru ini memungkinkan tim data berkolaborasi secara lebih efektif serta mempercepat proses dari model ke produksi, memberikan keamanan akses skala enterprise, data dan komputasi berkinerja tinggi, baik on-premise maupun di seluruh cloud publik.

Chief Executive Officer Cloudera, Tom Reilly, Kamis (24/5/2018), mengatakan bahwa pihaknya percaya data bisa menjadikan apa yang tidak mungkin hari ini, menjadi mungkin di kemudian hari. “Dengan peningkatan kemampuan dalam pembelajaran mesin, analitik, dan cloud, produk software baru dan layanan cloud yang kami luncurkan akan memungkinkan para pelanggan kami untuk lebih cepat memperoleh keuntungan kompetitif dalam ekonomi data,”ungkapnya.

Peningkatan ini, kata Tom, membuktikan komitmen Cloudera terhadap inovasi terdepan yang mendukung perusahaan secara aman mengubah data yang kompleks menjadi insight yang jelas dan dapat ditindaklanjuti guna mendorong transformasi digital mereka.

Cloudera Data Science Workbench 1.4 memperluas platform pembelajaran mesin mandiri mulai dari riset hingga produksi. Biasanya, tim data science berusaha keras menyelesaikan pekerjaan mereka. Tidak mudah untuk sepenuhnya mereproduksi atau menerapkan model terlatih tanpa mengalami implementasi ulang yang tidak efisien dan rawan kesalahan.

Dengan peluncuran terbaru ini, data scientist dapat menjalankan dan melacak eksperimen baru, serta menerapkan model sebagai REST API dengan satu kali klik. Tim data kini memiliki alur kerja terpadu untuk membangun, melatih, membandingkan, serta menerapkan model ke lini produksi pada platform umum yang aman yang berjalan di mana pun.

“Kami senang sekali bisa menghadirkan kemampuan baru di Cloudera Data Science Workbench yang mengakselarasi alur kerja harian bagi para data scientist, termasuk manajemen eksperimen dan penggunaan model, dengan pengalaman yang lancar, yang juga menjaga keamanan data dan tetap di bawah pengawasan,” kata GM Machine Learning Cloudera, Hilary Mason. Cloudera Data Science Workbench 1.4 akan tersedia di musim panas tahun ini.

Cloudera Inc juga mengumumkan Cloudera Altus yang kini tersedia secara umum di Microsoft Azure. Ini menjadikan Altus sebagai PaaS multi-cloud dan multifungsi pertama di industri. Cloudera Altus menawarkan Data Engineering untuk Azure, yang menyederhanakan dan mempercepat ETL (mengekstraksi, mentransformasi, memuat), pemrosesan data, dan pembelajaran mesin batch dengan mengurangi kompleksitas, memungkinkan para engineer dan pengembang untuk menghadirkan data yang lebih beragam kepada para data scientist, tim analitik, dan produk data hilir.

Para pelanggan Azure juga dapat memanfaatkan kemampuan katalog data bersama di Cloudera Altus SDX (beta), yang melindungi metadata perusahaan dan kebijakan pengelolaan sehingga mereka dapat diterapkan secara konsisten di seluruh pemrosesan data dan beban kerja analitik di cloud.

Dr. Ingo Hofacker, yang bertanggung jawab atas bisnis IoT di Deutsche Telekom, pelanggan dan pengguna beta dari Cloudera Altus Data Engineering di Azure, menegaskan Cloudera akan terus menjadi mitra strategis di mana pihaknya mengembangkan platform berbasis cloud, yang akan mendukung salah satu marketplace data IoT terbesar dan terkuat di Eropa.

“Kami mampu mengembangkan dan menjalankan data pipeline yang mendukung pembelajaran mesin dan analitik aplikasi yang penting dengan mudah dan cepat melalui Cloudera Altus Data Engineering di Azure,”ujarnya.

Cloudera Altus Analytic DB, layanan cloud untuk data warehouse pertama yang menghadirkan warehouse ke dalam data, kini juga tersedia di Microsoft Azure (beta). Ia menghadirkan BI dan analitik SQL yang instan dan mandiri kepada siapa pun dengan mudah, andal, dan aman.

Selain itu, dengan memanfaatkan Altus SDX, data dan katalog yang sama dapat diakses oleh para analis, data scientist, data engineer, dan yang lainnya menggunakan tool yang mereka inginkan, SQL, Python, R, semuanya tanpa pergerakan data apa pun.

Selain itu, Cloudera Enterprise 6.0 menghadirkan kecanggihan yang signifikan dalam kinerja dan kualitas kelas enterprise, yang menampilkan beragam inovasi dalam sistem pencarian, streaming, penyesuaian, dan kontrol, keseluruhan sistem dirancang untuk membantu perusahaan menjalankan data insight lebih cepat. Cloudera terus menginvestasikan waktu dan keahlian untuk menguji, mengkurasi dan berkontribusi pada proyek-proyek yang dianggap bernilai bagi pelanggan.

Peluncuran terbaru dari Cloudera merupakan platform Cloudera yang paling kuat untuk pembelajaran mesin dan aplikasi analitik yang sangat penting, yang mampu berjalan on-premise, di cloud, atau di mana pun data berada. Peluncuran versi 6.0 ini juga memperkenalkan dukungan GPU di klaster dan optimasi Hive guna mempercepat pembelajaran mesin dan aplikasi data engineering secara signifikan dibandingkan dengan versi sebelumnya, yang meningkatkan produktivitas pengguna akhir dan lebih lanjut mengurangi biaya infrastruktur.

Principal Analyst IT di Ovum, Tony Baer, mengatakan, para pemimpin perusahaan menyadari nilai intrinsik dari data, namun semakin sulit atau bahkan mustahil bagi mereka bisa mengambil keuntungan dari inovasi terbaru seperti pembelajaran mesin dan streaming real-time dengan menggunakan platform analitik tunggal yang lama.

”Sementara itu, penyedia layanan cloud telah mampu mengatasi perubahan dengan membuka kemungkinan untuk menggabungkan dan menyesuaikan sumber daya agar mampu mengatasi kendala disrupsi, namun, penyedia cloud tidak memiliki kemampuan untuk menyediakan lingkungan pengelola terpadu tunggal yang meliputi penyimpanan on-premise hingga cloud,” ungkapnya.

Chief Data Officer, Intercontinental Exchange, induk perusahaan dari New York Stock Exchange, menambahkan, data merupakan sumber penghidupan bagi perusahaan dan industri. Cloudera memungkinkan pemrosesan data dan analitik kami menciptakan penyesuaian guna menyesuaikan pertumbuhan data kami dan kecepatan untuk memungkinkan wawasan real-time dalam platform yang aman dan siap pakai. Versi beta Cloudera Enterprise 6.0 kini telah tersedia. (nos)

Advertising
Advertising