IT & Seluler

Microsoft-Red Hat Perluas Kemitraan Cloud Hybrid

31-05-2018

Jakarta, beritasurabaya.net - Microsoft Corp. (Nasdaq "MSFT") dan Red Hat Inc. (NYSE: RHT) perluas aliansi mereka guna memberdayakan pengembang enterprise untuk menjalankan aplikasi berbasis container pada Microsoft Azure dan on-premise. Melalui kolaborasi ini, kedua perusahaan akan memperkenalkan penawaran OpenShift perdana yang dikelola bersama di cloud publik, yang menggabungkan kekuatan Red Hat OpenShift, platform Kubernetes enterprise paling komprehensif di industri, dan Azure, cloud publik Microsoft.

Gartner memprediksi bahwa pada tahun 2020, lebih dari 50 persen perusahaan global akan menjalankan aplikasi-aplikasi dalam container dengan lingkungan operasinya sendiri (containerized application), naik dibandingkan kurang dari 20 persen saat ini. Seiring perusahaan-perusahaan beralih ke containerized application dan Kubernetes untuk mendorong transformasi digital dan membantu menjawab kebutuhan pelanggan, persaingan, dan pasar, perusahaan-perusahaan tersebut memerlukan solusi untuk mengatur dan mengelola aplikasi-aplikasi ini dengan mudah, di seluruh cloud publik dan on-premise.

President, Products and Technologies, Red Hat, Paul Cormier, Paul Cormier, Kamis (31/5/2018), mengatakan, sangat sedikit perusahaan yang dapat sepenuhnya memisahkan operasi TI mereka ke dalam footprint on-premise atau cloud publik. Padahal sifat hybrid dari lingkungan-lingkungan tersebutlah yang menghadirkan jalur menuju transformasi digital.

”Dengan memperluas kemitraan kami dengan Microsoft, kami dapat menawarkan platform Kubernetes yang paling komprehensif di industri pada cloud publik terkemuka, yang menyediakan kemampuan bagi pelanggan untuk lebih mudah memanfaatkan inovasi di seluruh cloud hybrid tanpa mengorbankan stabilitas produksi,”tukasnya.

Red Hat OpenShift on Azure akan direkayasa bersama dan dirancang untuk mengurangi kompleksitas manajemen container bagi para pelanggan. Sebagai penawaran yang dipillih kedua perusahaan untuk alur kerja container hybrid bagi pelanggan bersama mereka, Red Hat dan Microsoft akan bersama-sama mengelola solusi tersebut untuk pelanggan, dengan dukungan dari kedua perusahaan.

Selain menjadi layanan yang sepenuhnya dikelola, Red Hat OpenShift on Azure menghadirkan keunggulan berikut bagi para pengembang enterprise, yakni, fleksibilitas; kecepatan dan produktivitas. Ketika pelanggan memilih Red Hat OpenShift on Azure, mereka akan menerima suatu layanan terkelola yang didukung oleh layanan operasi dan dukungan dari kedua perusahaan.

Dukungan meluas di seluruh containerized application, sistem operasi, infrastruktur, dan orkestrator. Selain itu, sistem penjualan Red Hat dan Microsoft akan bekerja sama untuk menghadirkan platform teknologi ekstensif kedua perusahaan bagi para pelanggan, sehingga memperlengkapi mereka untuk membangun lebih banyak aplikasi cloud-native dan memodernisasi aplikasi yang sudah ada.

Pelanggan dapat lebih mudah memindahkan aplikasi mereka antara lingkungan on-premise dan Microsoft Azure karena mereka memanfaatkan platform container yang konsisten di OpenShift di kedua footprint cloud hybrid. Kolaborasi yang diperluas antara Microsoft dan Red Hat juga termasuk mengaktifkan cloud hybrid dengan dukungan penuh untuk Red Hat OpenShift Container Platform on-premise dan pada Microsoft Azure Stack; pengelolaan container multiarsitektur yang mencakup container Windows Server dan Red Hat Enterprise Linux. Red Hat OpenShift on Microsoft Azure dan lebih banyak cara untuk memanfaatkan data dengan perluasan integrasi Microsoft SQL Server di lanskap Red Hat OpenShift.

Red Hat OpenShift on Azure diperkirakan akan tersedia untuk pratinjau dalam beberapa bulan mendatang. Red Hat OpenShift Container Platform dan Red Hat Enterprise Linux on Azure dan Azure Stack saat ini telah tersedia.

Executive Vice President, Cloud and Enterprise Group, Microsoft, Scott Guthrie, menegaskan, Microsoft dan Red Hat selaras dalam visi untuk menghadirkan kesederhanaan, pilihan, dan fleksibilitas bagi pengembang enterprise yang membangun aplikasi cloud-native. “Saat ini, kami menggabungkan kepemimpinan kedua perusahaan dalam hal Kubernetes, cloud hybrid, dan sistem operasi enterprise untuk menyederhanakan proses pengelolaan container yang kompleks, dengan solusi yang terdepan di industri pada Azure,”ujarnya. (nos)

Advertising
Advertising