IT & Seluler

Provider Hosting Dewaweb Edukasi Keamanan SSL

12-07-2018

Jakarta, beritasurabaya.net - SSL menjadi fondasi penting dari pengamanan semua website dan aplikasi berbasis web. Munculnya tanda gembok di browser belum berarti website atau aplikasi tersebut sudah aman.

Jika konfigurasi SSL pada server salah, maka peretas bisa dengan mudah menjebol website/aplikasi tersebut dengan menggunakan berbagai teknik eksploitasi terbaru. Ini ditegaskan CEO Dewaweb Edy Budiman saat mengedukasi para startup dan pengembang aplikasi yang mengikuti Product Development Conference dari Tech in Asia, terkait pentingnya keamanan sibernetika bagi startup dan pengembang aplikasi.

Dengan topik “Level Up Your Security with SSL Grade A”, Edy juga membagikan tips teknis yang dapat langsung dipraktikkan para startup dan pengembang aplikasi soal bagaimana melakukan konfigurasi SSL dengan benar sehingga bisa mendapatkan grade tinggi dalam hasil testing di SSLLabs.com. SSLLabs bisa membantu pengecekan konfigurasi SSL di server web. Hasil yang diberikan mulai dari skala A+ hingga F, di mana A+ adalah nilai tertinggi dan F adalah nilai terendah.

SSL itu sendiri adalah protokol keamanan yang digunakan pada semua transaksi di internet. Berdasarkan data yang dihimpun oleh Sitelock pada tahun lalu di kuartal 4 “Website Security Insider”, ada peningkatan infeksi keamanan pada website sekitar 20 persen dibanding kuartal sebelumnya.

Jumlah seluruh website di internet adalah lebih dari 1,86 miliar banyaknya dan sekitar 18,500,000 website terinfeksi malware setiap minggunya. Satu website umumnya diserang sebanyak 44 kali per hari.

“Kerentanan website dan aplikasi bertambah seiring makin majunya perkembangan teknologi saat ini. Serangan terhadap protokol SSL sendiri meningkat pesat karena  SSL melindungi semua transaksi dan komunikasi yang terjadi di Internet. Banyak situs di Indonesia yang masih salah konfigurasi SSL-nya sehingga rentan untuk diretas padahal itu adalah tonggak bisnis mereka di era digital,” pungkas Edy. (nos)

Advertising
Advertising