IT & Seluler

Solusi Red Hat OpenShift Banyak Dipakai Vendor ISV

13-07-2018

Bali, beritasurabaya.net - Red Hat, Inc. (NYSE: RHT), penyedia solusi open source terkemuka di dunia, memperlihatkan bagaimana solusi Red Hat OpenShift Container Platform digunakan oleh banyak vendor software independen (independent software vendor/ISV) terdepan di Asia Pasifik.

ISV seperti BoCloud (China), UEC Group Ltd. (China), Yusys Technologies Co. (China), EAB Systems (Hong Kong), Monoplus (Jepang) dan Biqmind (Singapura) sekarang menawarkan solusi berbasis Red Hat OpenShift untuk membantu perusahaan-perusahaan di sektor keuangan, TI, serta minyak dan gas, dalam mengakselerasi perjalanan inovasi mereka.

Untuk membantu berbagai perusahaan enterprise di Asia Pasifik dalam menangkap peluang-peluang yang timbul, para ISV di kawasan ini mengintegrasikan Red Hat OpenShift ke dalam produk dan layanan yang dapat memberikan kesuksesan bagi para konsumen yang mengutamakan cloud. Red Hat OpenShift dibangun berbasis inovasi dan standar open source, termasuk Kubernetes, engine untuk orkestrasi container, dan Red Hat Enterprise Linux, dan mendapat kepercayaan dari banyak perusahaan di seluruh dunia.

Solusi ini menyajikan platform yang lebih aman dan stabil untuk pemasangan berbasis kontainer tanpa mengorbankan investasi yang sedang dijalankan, sehingga memungkinkan aplikasi yang sangat penting dan tradisional untuk dipakai bersamaan dengan aplikasi baru yang berbasis cloud dan kontainer.

Director of ISV and Embedded Business for Red Hat Asia Pacific, Balaji Swamy, Jumat (13/7/2018), mengatakan, perusahaan-perusahaan di Asia Pasifik semakin menyadari bagaimana sebuah platform kontainer terdepan seperti Red Hat OpenShift dapat membantu mereka dalam meningkatkan agilitas dan mengakselerasi inovasi, agar dapat mengalahkan pesaing mereka. Dengan OpenShift, pelanggan bisa menikmati lingkungan yang konsisten di seluruh bagian perusahaan mereka, mulai dari pengembangan hingga produksi, dengan pengetahuan bahwa peningkatan kemampuan keamanan diintegrasikan di keseluruhan siklus hidup aplikasi.

”Kami dengan senang hati mendukung para ISV dan komunitas OpenShift yang lebih luas seiring mereka mendorong peluang-peluang baru di seluruh kawasan dan industri,”ujarnya.

Red Hat OpenShift menyatukan para pengembang dan operasi TI untuk membangun, menjalankan, dan mengelola aplikasi secara konsisten di seluruh infrastruktur cloud hybrid, serta membantu perusahaan enterprise dalam menghadirkan aplikasi baik yang modern dan tradisional dengan lebih cepat dan efisien.

Direktur Fin-Cloud Department, Yusys Technologies Co, Guan Han, menjelaskan Red Hat OpenShift Container Platform bukan hanya platform yang tangguh untuk merealisasikan layanan mikro, DevOps, CI/CD, dan lainnya, tapi solusi ini juga menyajikan teknologi yang hebat bagi para mitra Red Hat untuk digunakan dalam membantu pelanggan mereka agar semakin dapat mewujudkan transformasi digital secara menyeluruh.

”Kami senang telah memilih Red Hat sebagai mitra untuk berkolaborasi dan menciptakan suatu dampak terhadap industri perbankan digital di China melalui teknologi open source,”ungkapnya.

Direktur Bio-Cloud BU, UEC Group Ltd, Li Ming Zhuang, mengatakan, Red Hat OpenStack Platform dan Red Hat OpenShift Container Platform menyajikan dukungan terhadap software komputasi cloud berbasis open source yang lebih aman, kuat, dan dapat diandalkan, yang membantu pelanggan enterprise dan mitra dalam mengadopsi teknologi open source tanpa adanya masalah tentang layanan dukungan.

”Kami sangat senang telah memilih Red Hat sebagai mitra teknologi kami dalam membangun dan menyediakan platform bio technology cloud kami,”tambahnya.

CEO, EAB Systems, Nicol Chan, berpendapat bahwa kontainer dan PaaS yang berjalan di puncak kontainer telah menjadi penggerak transformasi. Ia kagum melihat bagaimana arsitektur generasi baru dan ekosistem yang sangat energetik ini telah membantu tim pengembangan kami bekerja lebih cepat dan lebih pintar dalam hal penyediaan dan penyesuaian kapasitas.

”Kami benar-benar terkesan dengan apa yang diberikan Red Hat OpenShift. OpenShift menaruh semua framework, library, dan sistem operasi yang biasa kami pakai, ke dalam satu paket tunggal yang dapat kami pakai dengan mudah ke dalam produksi. Menurut kami, OpenShift memberikan kemampuan yang diperlukan untuk menjadi platform pilihan dalam mengembangkan software enterprise,”ujarnya.

COO, Biqmind, Mark Mooney, mengatakan, framework dalam software Biqmind, Cloud-in-a-Box, dan dukungan yang diberikan menawarkan kemandirian dan membantu membebaskan para mitra dalam menjalankan pengembangan yang cepat dan hemat biaya, dengan kemampuan untuk menyesuaikan skala, mengakselerasi kolaborasi dan inovasi, serta menghasilkan data yang bisa ditindaklanjuti di mana saja.

”Kami memilih Red Hat OpenShift Container Platform sebagai layer orkestrasi yang membuat framework ini bisa dijalankan,”pungkasnya.

CEO, BoCloud, Hua Lei, menegaskan Red Hat adalah pemimpin dunia dalam industri software open source. Red Hat menyediakan banyak produk dan layanan open source yang luar biasa bagi pelanggan enterprise, seperti Red Hat Enterprise Linux, Red Hat JBoss Enterprise Middleware, Red Hat OpenShift Container Platform, Red Hat OpenStack, Red Hat Ansible Automation, dan banyak lagi.

Direktur, Monoplus, Inc, Hiroyuki Yamamoto, menambahkan Red Hat Openshift Container Platform adalah batu loncatan yang mendukung transformasi digital sebuah enterprise. Mengembangkan layanan IoT juga merupakan jenis transformasi digital skala enterprise. (nos)

Advertising
Advertising