IT & Seluler

Teknologi Dukung Karyawan Beri Layanan Lebih Baik

08-02-2019

Jakarta, beritasurabaya.net - Zebra Technologies Corporation (NASDAQ: ZBRA), inovator yang mendukung perusahaan skala enterprise melalui solusi dan mitra terbaik agar berbagai perusahaan dapat mewujudkan kinerja yang unggul, mengungkapkan hasil Global Shopper Study tahunan yang ke-11 yang menganalisis sikap, opini, dan ekspektasi para pembeli, karyawan toko ritel dan para pembuat keputusan di industri ritel.

Hasil studi tersebut menunjukkan bahwa dua per tiga (66 persen) karyawan toko ritel yang disurvei meyakini bahwa apabila mereka diperlengkapi dengan tablet, mereka dapat menyediakan layanan pelanggan yang lebih baik dan memperbaiki pengalaman berbelanja. Sebanyak 55 persen dari karyawan toko yang disurvei setuju bahwa perusahaan mereka kekurangan tenaga kerja dan hampir setengah (49 persen) merasa terlalu banyak bekerja.

Para karyawan tersebut menyatakan rasa frustasi karena ketidakmampuan mereka dalam membantu pelanggan, di mana 42 persen karyawan merasa hanya memiliki sedikit waktu untuk membantu pembeli karena adanya tekanan untuk menyelesaikan pekerjaan lain. Sebanyak 28 persen lainnya menyatakan bahwa mereka sulit mendapatkan informasi untuk menolong pembeli.

Sebagian besar pembuat keputusan di industri ritel (83 persen), dan karyawan toko ritel (74 persen) setuju bahwa pembeli akan mendapatkan pengalaman yang lebih baik jika para karyawan dibekali dengan teknologi. Di sisi lain, hanya 13 persen pembelanja yang disurvei sepenuhnya percaya pada toko ritel dalam melindungi data pribadi mereka, yang merupakan tingkat kepercayaan terendah di antara 10 industri yang berbeda.

Sebanyak 73 persen pembeli yang disurvei memilih fleksibilitas untuk mengontrol bagaimana informasi pribadi mereka digunakan. Senior Vice President and Chief Marketing Officer, Zebra Technologies., Jeff Schmitz, Jumat (8/2/2019), menjelaskan, penelitian ini mengungkapkan bahwa ekspektasi pembeli tengah meningkat.

”Seiring para pebisnis ritel menjawab tantangan dalam hal fulfillment, mereka juga perlu menyediakan pengalaman berbelanja yang lebih terpercaya dan dipersonalisasi sehingga dapat memberi pelanggan apa yang mereka inginkan, kapan pun, di mana pun, dan bagaimana pun mereka menginginkannya,”tukasnya.

Studi ini juga mengidentifikasi ekpektasi yang berbeda tentang dampak otomatisasi antara para pebisnis ritel dan karyawan toko. Hampir 80 persen pembuat keputusan di industri ritel, dibandingkan dengan 49 persen karyawan toko, setuju bahwa proses pembayaran di kasir yang dipandu staf semakin tidak diperlukan karena adanya teknologi-teknologi baru yang dapat mengotomatisasi pembayaran.

Selain itu, lebih dari setengah pembuat keputusan di industri ini (52 persen) juga mengubah area point-of-sale (POS) menjadi self-checkout, dan 62 persen mengubahnya menjadi area pengambilan pesanan online. Lebih dari setengah pembeli (51 persen) percaya bahwa mereka lebih terkoneksi dengan smartphone mereka dibanding dengan karyawan toko.

Para pebisnis ritel berinvestasi dalam teknologi terkini untuk menjembatani celah ini. Hampir 60 persen pelaku bisnis ritel berencana meningkatkan pengeluaran mereka untuk komputer mobile sebesar lebih dari 6 persen dan lebih dari seperlima pebisnis ritel (21 persen) berencana untuk mengeluarkan lebih dari 10 persen untuk tablet tahan banting selama tiga tahun ke depan. (nos)

Advertising
Advertising