IT & Seluler

Red Hat OpenShift 4 Perluas Pengalaman Kubernetes

18-11-2019

Jakarta, beritasurabaya.net - Red Hat, Inc., penyedia solusi open source terkemuka di dunia, umumkan Red Hat OpenShift 4.2, versi terbaru dari platform Kubernetes enterprise terpercaya Red Hat yang dirancang untuk menghadirkan pengalaman pengembang yang lebih unggul. Red Hat OpenShift 4.2 memperluas komitmen Red Hat untuk menyederhanakan dan mengotomatisasi layanan kelas enterprise di seluruh lingkungan cloud hybrid sekaligus memberdayakan pengembang untuk berinovasi dan meningkatkan nilai bisnis melalui aplikasi cloud-native.

Red Hat OpenShift 4.2 bertujuan membuat teknologi cloud-native menjadi lebih mudah digunakan dan lebih mudah diakses oleh para pengembang melalui kemampuan yang mengotomatisasi pengaturan dan pengelolaan lingkungan Kubernetes. Hal ini memungkinkan para pengembang untuk berfokus membangun aplikasi enterprise generasi mendatang tanpa memerlukan keahlian Kubernetes yang mendalam.

Senior Vice President, Cloud Platforms, Red Hat, Ashesh Badani, Senin (18/11/2019), mengatakan, semakin banyak perusahaan di seluruh industri dan di dunia mempercayai Red Hat OpenShift untuk menjalankan aplikasi bisnis mereka yang paling kritis. Pihaknya, terus memprioritaskan untuk membuat teknologi open source enterprise generasi berikutnya seperti Kubernetes ini agar semakin lebih mudah diakses oleh pengembang sekaligus juga menjaga prioritas administrator agar tetap seimbang.

”Dengan mengingat tujuan ini, OpenShift 4.2 menghadirkan fitur-fitur untuk membantu pelanggan dalam mempercepat pengembangan dan penyampaian aplikasi,”ujarnya.

Versi terbaru dari OpenShift juga menambahkan layanan pengembang siap pakai yang mengatasi kebutuhan seputar service mesh, eksekusi tanpa server dan pipeline continuous integration/continuous delivery (CI/CD) cloud-native, yang semuanya dirancang untuk membantu mendorong produktivitas pengembang di sekitar aplikasi yang berbasis Kubernetes.

Rilis ini membawa OpenShift lebih dekat ke pengembang melalui Red Hat CodeReady Containers, yang memungkinkan pengembang untuk menginstal lingkungan OpenShift yang telah dibangun sebelumnya pada sebuah laptop untuk pengembangan lokal. Hal ini memberikan kerangka kerja yang menyatukan tool pengembangan container dengan kluster lokal sehingga memudahkan untuk membangun aplikasi cloud-native secara lokal dan, jika siap, dikerahkan ke lingkungan OpenShift penuh.

Industri TI enterprise bukanlah serangkaian penyebaran statis yang homogen, dan komputasi modern pun tidak terkecuali. Penyebaran hybrid yang menggunakan komponen infrastruktur on-premise dan layanan berbasis cloudcloud hybrid, Red Hat OpenShift 4.2 dirancang untuk menghadirkan pengalaman yang lebih konsisten dan terpadu di seluruh lingkungan TI yang berbeda.

Research Fellow, Amalgam Insights, Tom Petrocelli, menegaskan, seiring platformcontainer berbasis Kubernetes untuk microservice berevolusi, dibutuhkan toolchain end-to-end baru yang dapat menyampaikan kode secara dengan cepat dan dengan lebih sedikit kesalahan. “Rangkaian terbaru dari toolend-to-end yang mengotomatiskan penyampaian kode ke platform container Kubernetes,”ungkapnya.

Seiring perusahaan berupaya menggunakan Kubernetes enterprise untuk mendorong transformasi digital, halangan dapat muncul karena standar keamanan internal dan peraturan yang ketat. Persyaratan ini sering membatasi konektivitas data sensitif dan beban kerja, yang membutuhkan “air gap” atau terputus dari jaringan enterprise yang lebih luas.

Director of Partnerships, Google Cloud, Rayn Veerubhotla, mengungkapkan, di Google Cloud, pihaknya berkomitmen untuk menyediakan pelanggan dengan fleksibilitas untuk mengerahkan semua jenis beban kerja enterprise di GCP. Google dan Red Hat berbagi kolaborasi selama bertahun-tahun di Kubernetes, dukungan untuk komunitas open source, dan keyakinan bersama bahwa standar terbuka dan inovasi terbuka sangatlah baik bagi pelanggan.

”Kami berharap dapat membantu pelanggan OpenShift untuk memanfaatkan kekuatan Google Cloud melalui kemitraan ini,”tambahnya.

Meskipun bagus untuk keamanan, hal ini membuat migrasi dan pembaruan aplikasi dan layanan yang digunakan oleh sistem tersebut menjadi proses manual yang menantang dengan puluhan langkah. Untuk membantu meningkatkan pengalaman OpenShift di seluruh penyebaran dan sistem heterogen, termasuk yang menangani informasi sensitif, Red Hat OpenShift 4.2 menambahkan peningkatan penginstal di seluruh lingkungan, termasuk dukungan untuk penginstalan yang terputus.

Hal ini memungkinkan pelanggan untuk lebih mudah menerapkan versi terbaru dari platform Kubernetes enterprise yang paling komprehensif di industri dalam lingkungan yang tidak dapat diakses melalui Internet atau yang terhubung tetapi menerapkan kebijakan pengujian gambar yang ketat.

Director of Program Management for the Azure Application Platform, Microsoft, Gabe Monroy, menjelaskan, sangat gembira dengan rilis 4.2 yang menghadirkan tool dan pengalaman pengembangan lokal baru bagi para pengguna OpenShift. Azure menawarkan berbagai solusi OpenShift, termasuk Azure Red Hat OpenShift, yakni sebuah layanan OpenShift yang dikelola sepenuhnya dan dioperasikan bersama-sama oleh Red Hat dan Microsoft.

”Dengan Red Hat OpenShift Container Platform 4 yang kini tersedia secara umum di Azure, perusahaan enterprise dapat menciptakan lingkungan cloud hybrid yang dapat memenuhi kebutuhan mereka saat ini dan juga berevolusi untuk menangani persyaratan di masa mendatang,”ujarnya. (nos)

Advertising
Advertising