IT & Seluler

Red Hat Percepat Pengembangan Cloud-Native 

17-02-2020

Jakarta, beritasurabaya.net - Red Hat, Inc., penyedia solusi open source terkemuka di dunia, hari ini mengumumkan ketersediaan umum dari Red Hat OpenShift Container Storage 4 yang menghadirkan pengalaman multicloud yang terintegrasi bagi pengguna Red Hat OpenShift Container Platform.

Pengumuman ini merupakan pengembangan dari adopsi pesat selama lebih dari tiga tahun oleh para pelanggan di seluruh dunia yang mencari pengalaman penyimpanan yang konsisten untuk berbagai macam aplikasi yang berpusat pada data di seluruh cloud hybrid terbuka.

Vice President and General Manager, Storage, Red Hat, Ranga Rangachari, Senin (17/2/2020), mengatakan, seiring pasar penyimpanan container terus berkembang pesat, Red Hat OpenShift Container Storage 4 menghadirkan solusi untuk tantangan terbesar yang dihadapi pelanggan saat ini.

”Integrasi dengan Rook.io Operator semakin mengedepankan kami menuju visi industri yakni suatu layanan penyimpanan yang sepenuhnya terkelola secara mandiri dengan kemampuan pemulihan otonom yang dihadirkan melalui Kubernetes,”ujarnya.

Disempurnakan oleh Multi-Cloud Object Gateway yang berasal dari akuisisi NooBaa oleh Red Hat pada tahun 2018, Red Hat OpenShift Container Storage 4 menawarkan abstraksi dan fleksibilitas yang lebih besar sehingga pelanggan memiliki kebebasan untuk memilih layanan data lintas cloud publik yang berbeda sambil terus beroperasi dari control plane terpadu berbasis Kubernetes untuk aplikasi dan penyimpanan.

Selain membantu pelanggan dalam menghindari ketergantungan terhadap suatu cloud publik tertentu, hal ini memungkinkan pengembang untuk menjaga data mereka agar tetap dekat dengan aplikasi melalui peningkatan aksesibilitas yang menghadirkan pengalaman pengembang yang lebih efisien.

Dengan antarmuka Amazon Simple Storage Service (Amazon S3) yang konsisten, perusahaan enterprise kini memiliki penyimpanan objek dan skalabilitas bawaan yang diperlukan untuk mendukung portabilitas bagi aplikasi dengan data yang intensif lintas cloud hybridcontainer mana pun di OpenShift OperatorHub.

Rilis ini memungkinkan pengalaman pengembang kelas satu di seluruh footprint, di mana Red Hat OpenShift Container Platform tersedia. Bagi para pengembang yang membangun aplikasi cloud-native atau tengah mengangkat dan memindahkan aplikasi lawas, Red Hat OpenShift Container Storage 4 membantu mempercepat alur kerja pengembangan aplikasi.

Untuk membantu memungkinkan keamanan di seluruh lingkungan cloudMulti-Cloud Object Gateway, pengembang dapat berbagi dan mengakses data aplikasi yang sensitif dengan cara yang lebih aman dan tepat di beragam lokasi geografis dan platform.

Red Hat juga mengumumkan Red Hat OpenShift Container Platform 4.3, versi terbaru dari platform Kubernetes enterprise yang paling komprehensif di industri. Versi terbaru dari Red Hat OpenShift Container Platform menghadirkan beberapa kemampuan keamanan baru, termasuk enkripsi yang sesuai dengan FIPS (Federal Information Processing Standard) (FIPS 140-2 Level 1) dan enkripsi datastore etcd yang memberikan perlindungan tambahan untuk data-data rahasia saat tidak digunakan.

Kemampuan tambahan untuk mendukung cluster pribadi dan jaringan pribadi memberikan kendali yang lebih luas untuk membatasi platform dan akses aplikasi untuk cluster berbasis cloud.

Berbasis Red Hat Ceph Storage, Red Hat OpenShift Container Storage 4 memberikan pengguna skalabilitas dan peningkatan keamanan yang diperlukan untuk beban kerja baru lintas lingkungan multicloudmachine learning/ML), SQL, NoSQL dan beban kerja dengan data yang intensif lainnya.

Sebagai satu-satunya Operator penyimpanan di dalam OperatorHub tertanam yang mendukung file, block dan penyimpanan objek, Red Hat OpenShift Container Storage 4 secara unik memberikan pelanggan OpenShift sebuah solusi penyimpanan cloud-native terintegrasi, yang dirancang untuk mendukung beban kerja tradisional maupun yang baru muncul.

Head of HPC and Infrastructure, Public Health England, Francesco Giannoccaro, menegaskan, ketika Anda bekerja di lingkungan bisnis yang kompleks, prioritas utama adalah untuk meningkatkan ketahanan dan meningkatkan keandalan di setiap lapisan stackOpenShift Container Storage adalah kemampuan untuk memiliki lingkungan yang terintegrasi dengan penyimpanan persisten dan volume bersama di beberapa pod dan container, tanpa melalui konfigurasi yang kompleks.

Tingkat ketahanan dan keandalannya sangat tinggi dibandingkan dengan solusi penyimpanan skalabel alternatif, dan kami yakin bahwa portabilitas dan kesederhanaan yang terbangun di dalam OpenShift Container Storage dapat memberikan keleluasaan layanan data kepada pengembang dalam suatu pengalaman cloud hybrid yang sesungguhnya guna memungkinkan siklus pengembangan yang kuat dan produktivitas yang lebih besar.

Research Vice President, Infrastructure Platforms and Technologies Group, IDC, Eric Sheppard, menjelaskan, penyimpanan container merupakan ranah yang tengah berkembang pesat. Red Hat mengintegrasikan layanan penyimpanannya yang persisten sebagai prioritas ke dalam OpenShift Container Platform, yang memungkinkan pelanggan untuk mengembangkan teknologi aplikasi generasi berikutnya dengan penyimpanan yang intensif berdasarkan keberhasilan penyebaran enterprise selama bertahun-tahun. Red Hat OpenShift Container Storage sangat berpotensi untuk menjadi opsi penyimpanan pilihan bagi para pelanggan OpenShift. (nos)

Advertising
Advertising