IT & Seluler

Red Hat Mendefinisi Ulang Pengelolaan Cloud-Native

25-09-2020

Jakarta, beritasurabaya.net - Red Hat, Inc., penyedia solusi open source terkemuka di dunia, hari ini mengumumkan kehadiran Red Hat Advanced Cluster Management for Kubernetes. Ini solusi terbaru dari portofolio teknologi manajemen TI Red Hat yang dirancang untuk hybrid cloud.

Red Hat Advanced Cluster Management for Kubernetes dirancang untuk membantu organisasi/perusahaan meningkatkan dan memperluas penggunaan Red Hat OpenShift lebih jauh dengan kemampuan manajemen level -enterprise- di seluruh lingkungan hybrid cloud dan multicloud. Dengan demikian, mereka dapat mengelola beberapa cluster Kubernetes dan menjalankan aplikasi multi-cluster di seluruh hybrid cloud, termasuk memastikan kebijakan dan tata kelolanya.

Vice President, Management, Red Hat, Joe Fitzgerald, Jumat (25/9/2020), mengatakan, ketika pelanggan memperluas lingkungan Kubernetes di seluruh hybrid cloud, kemampuan manajemen tingkat lanjut menjadi krusial untuk terciptanya kesuksesan yang berkelanjutan dari strategi cloud-native ini.

”Pengalaman dan kepakaran kami dalam Kubernetes, mulai dari pendirian proyek, dipadukan dengan penawaran platform enterprise Kubernetes paling komprehensif di industri, yakni Red Hat OpenShift, membuat Red Hat berada pada posisi yang tepat untuk memenuhi kebutuhan manajemen dari era cloud-native. Red Hat Advanced Cluster Management for Kubernetes dirancang untuk melakukan hal tersebut, dengan fokus pada pengelolaan cluster Kubernetes secara konsisten di semua footprint: on-premise, multi-cloud, atau di edge, membantu mendorong masa depan yang koheren dan dapat dikelola untuk software perusahaan/enterprise,"ungkapnya.

Modernisasi aplikasi adalah salah satu prioritas TI yang paling tinggi saat ini. Red Hat OpenShift menyediakan platform yang powerful dan scalable untuk transformasi tersebut, yang dibuat berbasis Kubernetes yang merupakan standard de facto untuk infrastruktur aplikasi modern. Seperti halnya tools (alat) dan proses pengelolaan fisik yang tidak bisa berfungsi di lingkungan virtual (virtual environment), maka tools yang dirancang untuk mengelola mesin virtual (virtual machine atau vm) juga tidak cocok untuk dunia aplikasi saat ini yang digunakan di lingkungan cloud (cloud-native) dan dirancang sebagai aplikasi terdistribusi berbasis container (containerized).

Di sinilah Red Hat Advanced Cluster Management for Kubernetes menjawab kebutuhan ini, dengan memperluas apa yang dapat dilakukan organisasi/perusahahan dengan Red Hat OpenShift melalui penambahan kemampuan manajemen generasi terbaru, yang disesuaikan untuk realitas cloud-native.

Red Hat merancang Red Hat Advanced Cluster Management for Kubernetes bagi organisasi/perusahaan agar dapat menerapkan aplikasi berbasis container (containerized app) di berbagai cluster, baik organisasi yang baru mulai menjajagi komputasi yang bersifat cloud-native atau saat tengah menjalankan beban kerja generasi terbaru yang masih dalam tahap produksi.

Red Hat Advanced Cluster Management for Kubernetes dapat membantu organisasi/perusahaan yang bertransisi menuju teknologi containerization, sehingga membantu mereka mengatasi ‘’kekhawatiran’’ ketika mengelola beberapa cluster komputasi, serta menyediakan kemampuan yang dibutuhkan ke depan, seperti penerapan kebijakan dan pengaturan tata kelola.

Kubernetes di hybrid cloud, dipadukan dalam control plane tunggal Mengelola cluster data center di perusahaan dan penerapan public cloud sering kali memerlukan rangkaian tools yang terpisah-pisah, yang diperuntukkan hanya untuk lingkungan tertentu. Beberapa konsol manajemen, antarmuka pengguna (user interface), login, dan lainnya bisa menciptakan proses-proses manual yang rentan terhadap kesalahan manusia.

Hal ini berpotensi menyebabkan terjadinya downtime yang tidak perlu atau membuat sistem berisiko mengalami kegagalan keamanan atau melanggar regulasi.

Red Hat Advanced Cluster Management for Kubernetes membantu menghilangkan kendala-kendala yang dihadapi pengelolaan cloud-native di seluruh cloud hybrid dengan menyediakan satu tampilan untuk pengelolaan cluster Kubernetes Anda dari Red Hat OpenShift yang diterapkan di on-premise dan di public cloud, termasuk cluster-cluster dari penyedia public cloud seperti Amazon Web Services (AWS), Google Cloud, IBM, dan Microsoft Azure. Dari data center hingga edge, dan lainnya, Red Hat Advanced Cluster Management for Kubernetes memungkinkan organisasi untuk meningkatkan (baik secara vertikal dan horizontal) aplikasi cloud-native dari mulai pengembangan hingga produksi di seluruh hybrid cloud, yang semuanya dikelola dari satu titik kontrol.

Lebih dari 2.000 pelanggan di seluruh dunia dan di berbagai industri telah beralih ke Red Hat OpenShift untuk mendukung aplikasi bisnis mereka. Red Hat OpenShift memadukan inovasi Kubernetes dengan komitmen Red Hat untuk menghadirkan solusi open source yang tangguh dan siap untuk perusahaan (enterprise-ready). Red Hat Advanced Cluster Management for Kubernetes dibangun dengan komitmen menghadirkan otomatisasi berbasis kebijakan untuk keamanan, tata kelola, dan manajemen multi-cluster serta siklus hidup aplikasi untuk penerapan OpenShift.

Research Vice President for Cloud Management, IDC, Mary Johnston Turner, menjelaskan, adopsi yang cepat pada aplikasi cloud-native yang menggunakan microservice dan container mendorong penerapan cluster Kubernetes yang lebih banyak di lingkungan public dan private cloud, termasuk di area edge. Untuk mengelola risiko bisnis, compliance, dan kinerja aplikasi, perusahaan memerlukan cara untuk memastikan konfigurasi yang seragam dan kontrol infrastruktur yang mendukung kluster ini.

”Otomatisasi yang konsisten di seluruh cloud dan didorong oleh kebijakan dalam penemuan sumber daya, inventori, penandaan, dan penggunaan predefined template akan membantu menghilangkan intervensi ad hoc yang menciptakan risiko operasional karena kesalahan konfigurasi dan potensi pelanggaran keamanan. Untuk terus meningkatkan/memperluas (vertical/horizontal scaling) pengembangan dan operasi aplikasi cloud-native, perusahaan memerlukan otomatisasi multicluster yang konsisten,"paparnya.

Associate Professor di School of Information Studies dan Direktur di Center for Emerging Network Technologies, Syracuse University, Carlos Enrique Caicedo Bastidas, Ph.D., menegaskan, di Sekolah Studi Informasi (iSchool) Syracuse University, program Magister (S2) Sistem Data Perusahaan mengeksplorasi otomatisasi infrastruktur perusahaan terdepan dan teknik manajemen yang dibutuhkan profesional TI dalam pengaturan bisnis modern.

”Berlatar hubungan kami yang sudah lama dengan Red Hat, hadirnya Red Hat Advanced Cluster Management for Kubernetes semakin memperdalam kemampuan para mahasiswa untuk mempelajari dan menguasai praktik dan teknologi terbaik yang penting untuk keberhasilan dalam inisiatif modernisasi infrastruktur data perusahaan. Red Hat OpenShift dan Advanced Cluster Management for Kubernetes juga akan memungkinkan kami untuk memberikan platform yang konsisten dan andal di lab dan kursus Data Science kami, serta mempertahankan program teknologi informasi terkemuka kami,”pungkasnya. (nos)

Advertising
Advertising