Kesehatan

Johnson's Baby Komitmen Tekan Angka Kematian Bayi

27-05-2017

Jakarta, beritasurabaya.net - Usia 28 hari pertama merupakan masa paling krusial dalam kehidupan seorang bayi karena masih mengalami perkembangan sistem dengan perubahan yang signifikan. Sayangnya, masih banyak bayi di Indonesia yang perkembangannya terhenti jauh sebelum memasuki 28 hari pertama.

Ini menyebabkan angka kematian neonatal masih tinggi yang juga menjadi salah satu isu kesehatan di Indonesia. Data World Health Organization 2015 menyebutkan bahwa terdapat sekitar 70.000 bayi di Indonesia yang kehilangan nyawanya sebelum menginjak umur 28 hari.

Salah satu faktor adalah akibat kurangnya perhatian terhadap perawatan kulit selama masa neonatal yang menyebabkan terjadinya sepsis pada kulit bayi. Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), ada lebih dari 1 juta kasus sepsis setiap tahunnya dan di Indonesia sendiri terdapat ribuan kasus kematian bayi yang diakibatkan sepsis melalui kulit di tahun 2015.

Kasus kematian yang disebabkan sepsis seharusnya dapat dicegah dengan perawatan kulit yang tepat yang terdiri dari rutinitas pijat dan mandi bayi. Kematian neonatal dapat dicegah dengan memberikan perawatan kulit yang tepat dan efektif bagi bayi karena hal tersebut sangat penting bagi kelangsungan hidup seorang bayi selama masa neonatal.

Kegiatan memandikan bayi dan rutinitas pemijatan yang tepat bersamaan dengan sentuhan ibu, pada dasarnya dapat membantu meningkatkan sirkulasi darah yang sehat dan memperkuat kekebalan tubuh yang akhirnya dapat menyelamatkan nyawa yang berharga.

Dijelaskan oleh Dr. Bernie Endiarini Medise, Sp.A(K), MPH, Dokter Spesialis Anak, selama masa neonatal, kulit bayi sangat sensitif, maka dari itu diperlukan perawatan kulit yang efektif dan tepat bagi bayi di masa neonatalnya. Kandungan emollient yang digunakan dalam perawatan kulit bayi dapat mencegah terjadinya kulit kering/TEWL (Transepidermal Water Loss).

Disamping itu, sentuhan ibu selama masa neonatal sangatlah penting, karena selain dapat memperlancar peredaran darah bayi dan juga meningkatkan imunitasnya, sehingga bayi akan lebih sehat, dapat bertumbuh dan hidup lebih panjang.

Untuk itu, PT Johnson & Johnson Indonesia berkomitmen menekan angka kematian neonatal di Indonesia. Memasuki bulan Ramadhan tahun ini, Johnson's Baby bermitra dengan Alfamart dan Save the Children meluncurkan inisiatif program “Sentuhan Penuh Harapan”.

Ini bertujuan memberikan harapan yang lebih besar lagi kepada bayi-bayi Indonesia yang kurang beruntung untuk dapat terus bertumbuh dan berkembang. Program ini juga merupakan salah satu inisiasi program kesehatan masyarakat (public health) dari PT. Johnson & Johnson Indonesia.

Presiden Direktur PT. Johnson & Johnson Indonesia, Lakish Hatalkar, mengatakan, melalui program yang akan berjalan selama dua bulan, yaitu bulan Juni hingga Juli 2017, pihaknya ingin mengajak para ibu di Indonesia untuk berjalan bersama dalam memberikan harapan baru bagi bayi yang kurang beruntung di Indonesia agar dapat terus bertumbuh dan hidup.

PT. Johnson & Johnson Indonesia menggandeng Alfamart dan Save the Children, memberikan cara termudah bagi seluruh ibu di Indonesia untuk berpartisipasi, yakni dengan pembelian minimum Rp 25.000, produk Johnson’’s Baby jenis apapun di seluruh gerai Alfamart di Indonesia, Johnson's Baby akan mendonasikan Rp 500 ke Save the Children. Dalam kata lain, para Ibu di Indonesia telah berkontribusi dan bantu berikan harapan bagi bayi yang kurang beruntung di Indonesia untuk hidup, tumbuh dan melihat dunia.

Seirama dengan ini, Direktur Yayasan Sayangi Tunas Cilik, Maitra Widiantini, FRMC juga menuturkan, visi dari program ini menyediakan kehidupan yang layak bagi seluruh anak Indonesia, termasuk bayi. Ini akan menjadi sarana bagi Johnson's Baby untuk mengedukasi ibu-ibu Indonesia akan pentingnya perawatan kulit bayi selama masa neonatal.

”Pentingnya sentuhan seorang ibu untuk kesehatan bayi tersebut, melalui berbagai cara seperti memandikan dan memijat bayi yang tepat agar perkembangannya dalam 28 hari pertama dapat berlangsung maksimal. Inisiatif ini juga akan mendukung program “Maternal and Child Health” kami dan akan menguntungkan 60.000 bayi baru lahir,”pungkasnya. (nos)

Advertising
Advertising