Kesehatan

Kalbe Kontinyu Kampanye Perangi Diabetes

29-07-2017

Surabaya, beritasurabaya.net - Upaya memerangi penyakit Diabetes, perlu dilakukan secara konsisten dan menyeluruh mengingat Indonesia sudah menduduki peringkat ke-7, untuk populasi penderita Diabetes tertinggi di dunia.

“Sejalan dengan visi dan misi PT Kalbe untuk membantu meningkatkan kesehatan masyarakat Indonesia menuju kehidupan yang lebih baik, maka PT Kalbe melaiui salah satu produknya yang merupakan pemimpin pasar dalam kategori pangan nutrisi untuk Diabetes, menggalang kampanye Gerakan Indonesia Lawan Diabetes sebagai wujud komitmennya untuk memerangi Diabetes di Indonesia, secara konsisten setiap tahunnya,”kata Group Business Unit Special Needs and Healthy Lifestyle, Kalbe Nutritionals, Diny Elvirani.

Gerakan Indonesia Lawan Diabetes merupakan program kemitraan antara PT Kalbe dengan Kementerian Kesehatan RI, berupa seminar edukasi Diabetes baik kepada masyarakat awam maupun tenaga medis.

Berdasarkan data Riskesdas tahun 2013, Diabetes merupakan pembunuh nomor 3 di Indonesia setelah penyakit jantung yang menduduki peringkat pertama dan stroke yang menduduki peringkat ke-Z. Statistik prevalensi penderita Diabetes di Indonesia berdasarkan keIompok usia menunjukkan bahwa 2 dari 100 penderita, berusia antara 25-34 tahun.

Sementara 48 persen penderita Diabetes berasai dari kaIangan usia 35-44 tahun dan kebanyakan dari mereka, awalnya tidak menyadari bahwa dirinya menderita Diabetes. Fakta ini menunjukkan bahwa Diabetes sudah mulai menyerang golongan masyarakat usia produktif dan tingkat pemahaman akan gejaia dan bahaya Diabetes, masih sangat rendah.

Seminar edukasi untuk kalangan medis yang diadakan Kampanye Indonesia Lawan Diabetes persembahan PT Kalbe, tahun ini merupakan kelanjutan dari acara edukasi medis tahun lalu, dimana tema tahun ini adaiah ”Medical Diabetic Nutrition Therapy Through Cognitive Management Treatment with Trag‘ic Light Diabetic Method’.

Seminar edukasi medis tahun ini akan mengupas secara detil apiikasi edukasi Diabetes yang menyeluruh, sehingga setelah acara ini para rekan medis diharapkan dengan mudah dapat melakukan edukasi terhadap pasiennya.

Data Riskesdas tahun 2013 juga menunjukkan bahwa faktor penyebab kematian akibat penyakit tidak menular seperti Diabetes terjadi karena gaya hidup yang tidak sehat. Merujuk dari data tersebut, seminar edukasi Gerakan Indonesia Lawan Diabetes akan menghadirkan 3 narasumber yang akan menjadi pembicara dan mengangkat tema yang berbeda, yakni bagaimana menjalani gaya hidup sehat melaiui pengaturan poia makan, olahraga yang sesuai untuk Diabetes dan keseimbangan jiwa, dilengkapi dengan tools penggambaran traffic light diabetic method (Merah Oranye Hiiau) yang mudah dipahami. Warna merah menunjukan peringatan untuk hal-hal yang perlu dihindari, warna oranye menunjukan hal-hal yang dapat dilakukan sesekali dan warna hijau menunjukan hal-hal yang bagus untuk dilakukan.

Salah satu topik yang sangat umum namun belum banyak dipahami masyarakat adalah, adiksi terhadap karbohidrat sederhana yang mudah memacu kadar gula dalam darah. Pada negara-negara berkembang, konsumsi karbohidrat berkisar 70-80 persen dari total kalori.

lni dapat dipahami, sebab sumber makanan yang mengandung karbohidrat, harganya lebih terjangkau, dibandingkan sumber makanan yang mengandung protein dan Iemak. ”Jenis karbohidrat sederhana, mudah dipecah karena struktur kimianya yang sederhana. Pemecahan ini dapat beriangsung daiam waktu singkat, dan cepat diserap tubuh. Akibatnya, kadar gula darah dapat dengan naik dengan segera, hanya beberapa saat seteiah mengkonsumsinya.

Cognitive Behaviour Therapy dengan Traffic Light Rules merupakan salah satu teknik untuk memutuskan rantai adiksi akan karbohidrat sederhana,"jelas Dr. Grace Judio, pakar kesehatan.

Cognitive Behaviour Therapy dengan Traffic Light Rules, merupakan pengeiompokkan makanan berdasarkan lndeks Glikemi. "Harapannya, kampanye Gerakan Indonesia Lawan Diabetes, bisa memberikan dukungan berupa edukasi kepada masarakat dan juga bisa menerima dukungan dari masyarakat, agar upaya untuk meminimalisir jumlah penderita Diabetes di Indonesia, bisa menjadi upaya bersama dan bisa terealisir,”tambah Brand Manager Diabetasol, Yunita Chandrawati. (nos)

Teks foto :

Peluncuran kampanye Gerakan Indonesia Lawan Diabetes di Surabaya, Minggu (23/7/2017) lalu. Kiri-kanan : dr.Grace Judio Kahl, MSc, MH, CHt sebagai Pakar Kesehatan, Kasubdit Diabetes Melitus dan Gangguan Metabolik Mewakili Direktur P2PTM Kementerian Kesehatan Dyah Erti Mustikawati, MPH, Ketua DPD PERSAGI Jawa Timur Agus Sri Wardoyo, SKM, MM dan Brand Manager Diabetasol, Yunita Chandrawati.

Foto : Titin.

Advertising
Advertising