Kesehatan

Anak-Anak Diajak Cuci Tangan Pakai Sabun

14-10-2017

Jakarta, beritasurabaya.net - Reckitt Benckiser bekerjasama dengan Yayasan Sayangi Tunas Cilik (Save the Children) gelar kampanye Give Life a Hand: Letter for Life. Ini dalam rangka memperingati Hari Cuci Tangan Sedunia 2017 (Global Hand Washing Day 2017).

Melalui kampanye Give Life a Hand: Letter for Life, Reckitt Benckiser mengajak anak-anak di seluruh Indonesia untuk menyebarkan pesan akan pentingnya mencuci tangan dengan sabun. Melalui kegiatan sederhana dan mudah dilakukan yaitu membuat sabun dalam kertas surat, menuliskan ajakan untuk selalu mencuci tangan dengan sabun, dan mengirimkannya kepada anak-anak lain di seluruh Indonesia yang tidak memiliki akses terhadap fasilitas cuci tangan, diharapkan kesadaran masyarakat akan semakin meningkat.

Data UNICEF yang tertuang dalam Prelimenary DRAFT Baseline Household Knowledge, Attitudes and Practices (KAP) of Sanitation and Hand Washing Practices Survey Results 2014 mengungkapkan bahwa 75,5 persen masyarakat Indonesia tidak mencuci tangan karena menganggap tangan mereka bersih.

General Manager Reckitt Benckiser Indonesia, Steven Debrabandere, Sabtu (14/10/2017), percaya akan pentingnya menanamkan perubahan perilaku sehat pada usia dini. Ini tindakan sederhana, mencuci tangan dengan sabun, dapat mencegah penyakit dan kematian.

”Hari Cuci Tangan Sedunia merupakan kesempatan bagi kami untuk menggelar sebuah acara yang dapat memberikan dampak positif, dan mengubah gaya hidup masyarakat menjadi lebih sehat dan higienis,”tukasnya.

Data Riset Kesehatan Dasar 2007 mengungkapkan bahwa di Indonesia, diare masih menjadi penyebab kematian anak, yakni sebesar 31 persen di antara anak di bawah usia satu tahun dan 25 persen kematian anak usia antara satu hingga empat tahun. Padahal, salah satu cara paling murah untuk mencegah kematian dan penyakit yang berhubungan dengan diare adalah cuci tangan dengan sabun.

Menurut data WHO (2014), mencuci tangan dengan sabun dapat mengurangi 40 persen resiko diare dan 20 persen resiko infeksi saluran pernapasan akut, termasuk pneumonia. Ketua Pengurus Yayasan Sayangi Tunas Cilik, Selina Sumbung, menambahkan tidak ada seorang anakpun meninggal karena sebab yang bisa dicegah. Untuk itu, dukungan dari berbagai pemangku kepentingan sangat diperlukan.

”Karenanya, kami menyambut baik kerjasama ini dan mengapresiasi langkah RB untuk turut berperan serta dalam membangun Indonesia yang lebih baik lagi, khususnya dalam membangun perilaku hidup sehat, membiasakan diri mencuci tangan dengan sabun,”pungkasnya. (nos)

Advertising
Advertising