Kesehatan

Kalbe dan SCI Berbagi Informasi Teknologi & Riset

28-10-2017

Surabaya, beritasurabaya.net - PT Kalbe Farma Tbk (Kalbe) gelar program Edukasi kesehatan kepada dokter, dosen dan mahasiwa khususnya Fakultas Kedokteran di Universitas Airlangga Surabaya, Sabtu (28/10/2017). Program yang bertajuk dr. Boenjamin Setiawan Distinguished Lecture Series (DBSDLS) ini mengangkat tema “Cancer Immunotherapy Has Arrived: Using Cells, Genes and Viruses”.

Hadir sebagai pembicara Prof. Dr. Ami Ashariati, dr, SpPD, KHOM, FINASIM dari Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga dan Ahmad R. Utomo, Ph.D dari Stem Cell and Cancer Institute.

Menurut Kepala Komunikasi Eksternal dan CSR PT Kalbe Farma Tbk sekaligus Ketua Harian Penyelenggara DBSDLS 2017, Hari Nugroho, program Dr. Boenjamin Setiawan Distinguished Lecture Series merupakan suatu upaya Kalbe dan Stem Cell and Cancer Institute (SCI) berbagi informasi mengenai kemajuan mutakhir yang telah dicapai dalam perkembangan teknologi dan riset terkini. Ini ditujukan khususnya untuk peneliti, akademisi dan praktisi kesehatan.

“Melalui Dr. Boenjamin Setiawan Distinguished Lecture Series kali ini, Kalbe berharap untuk berbagi dan berdiskusi dengan para pakar kanker karena dalam perkembangannya beberapa tahun terakhir imunoterapi memberikan hasil yang positif terhadap pengobatan kanker,“ tambah Hari.

Seminar pada hari ini merupakan satu dari rangkaian seminar yang juga dilakukan di 4 Universitas, Universitas Airlangga Surabaya, Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, Universitas Atmajaya dan Universitas Indonesia di Jakarta. Dan sebagai puncaknya, pada tanggal 4 November akan dilaksanakan Seminar Internasional di Jakarta dengan mengundang para pembicara yang meliputi pakar, peneliti dan praktisi, baik dari Indonesia maupun dari komunitas sains internasional.

Saat ini kanker merupakan salah satu penyakit yang menjadi penyebab kematian terbesar di dunia dan di Indonesia. Pada tahun 2012, kanker menjadi penyebab kematian sekitar 8,2 juta orang.

Jumlah kasus baru dan kematian akibat kanker di seluruh dunia berdasarkan data dari World Health Organization (WHO) pada 2015 menunjukan angka peningkatan yang signifikan. Sejak 2008 sampai diperkirakan tahun 2030 mencapai angka 17 juta jiwa kematian.

Data tersebut menjadi peringatan bagi seluruh negara terutama Indonesia. Kanker paru, hati, perut, kolorektal, dan kanker payudara adalah penyebab terbesar kematian akibat kanker setiap tahunnya.

Hasil Riskesdas 2013 menunjukkan prevalensi kanker adalah 1.4 per 1000 orang. Penyakit kanker tertinggi pada perempuan adalah kanker payudara dan kanker leher rahim, sedangkan kanker pada laki-laki adalah kanker paru dan kanker kolorektal. Sementara itu, kasus tertinggi kanker pada anak yakni leukemia dan kanker bola mata (retinoblastoma).

Berdasarkan Data GLOBOCAN, International Agency for Research on Cancer (IARC), diketahui bahwa pada tahun 2012 terdapat sekitar 14 juta kasus baru kanker dan 8 juta kematian akibat kanker di seluruh dunia. Diperkirakan pula pada tahun 2025 kejadian tersebut dapat mencapai hingga 26 juta orang dan 19 juta di antaranya meninggal akibat kanker, dan peningkatan lebih cepat terjadi di negara miskin dan berkembang. (nos).

Advertising
Advertising