Kesehatan

AHCC Luncurkan Gerakan Canmovement

20-10-2018

Surabaya, beritasurabaya.net - Adi Husada Cancer Center (AHCC), Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Jawa Timur dan Can-Care meluncurkan gerakan CanMovement, Sabtu (20/10/2018). Gerakan ini bentuk kepedulian terhadap penderita kanker yang dimotori oleh 11 survivors.

Sasaran gerakan ini adalah para pasien kanker, survivors, perawat pasien, pemangku kebijakan, kelompok pendukung maupun pihak swasta. Diharapkan segera terwujud komunitas dukungan terhadap kanker yang akhirnya bisa disebut Komunitas #CanMovement.

Menurut Marketing Manager AHCC, Luluk Widyasari, CanMovement merupakan gerakan kampanye yang memberikan dukungan kepada survivors melalui berbagai hal, seperti edukasi. Selanjutnya, mengumpulkan survivors untuk berbagi cerita tentang perjuangan mereka agar memberikan motivasi, semangat dan menginspirasi orang-orang lain.

Selama hampir setahun berdiri, kata Luluk, AHCC sudah memberikan pelayanan di dunia kesehatan, khususnya penyembuhan kanker. Untuk melengkapi pelayanannya, AHCC mendirikan pelayanan post care bekerjasama dengan CanCare Ltd dari Singapura.

Perusahaan ini memiliki produk yang inovatif, seperti payudara buatan dengan bentuk dan teksturnya mirip seperti payudara asli. Juga wig bagi penderita kanker yang rambutnya rontok akibat kemoterapi. Produknya bisa membantu para pasien kanker payudara untuk memiliki kepercayaan diri setelah sembuh dari kanker.

”CanMovement lebih pada gerakan kesadaran kesehatan yang membawa kepedulian terhadap kanker dan pentingnya tahap pasca perawatan untuk memelihara kualitas hidup setelah terdiagnosa kanker,”tambahnya.

Sementara Sekretaris YKI yang juga survivor kanker, Estiningtyas Nugraheni SKM, MARS, menjelaskan CanMovement merupakan gerakan kesadaran terhadap kanker, termasuk mengajak untuk menerapkan pola hidup sehat, membangun semangat dan motivasi serta mengajak orang-orang di sekitar untuk memberikan dukungan kepada penderita kanker.

Kata Esti, sasaran dari gerakan ini adalah keterlibatan masyarakat secara luas. Masyarakat bisa membantu gerakan ini dengan membagikan video para tokoh yang diposting di akun resmi, melakukan repost dan share dengan meng-tag 5 followers. Cerita ini bisa dibagikan melalui direct message di Facebook dan Instagram CanMovement.

Survivor kanker lidah, Elizabeth Meliana, menceritakan perjuangannya melawan kanker pada 2014 saat berusia 32 tahun. Awalnya alami sariawan, namun menjadi parah. Ia kemudian didiagnosa menderita kanker lidah stadium 4.

Saat itu, Elizabeth hanya menjalani kemoterapi dan radiasi separo dari yang seharusnya dilakukan. Bagian samping lidahnya harus dipotong 3 cm x 3 cm yang membuatnya pasrah tak akan mampu bicara lagi.

Setelah menjalani operasi di luar negeri, ia kembali ke Indonesia dan bertekad menjadi pribadi yang lebih peduli pada orang-orang lain, terutama penderita kanker.

Elizabeth yang juga Ketua Cancer Awareness Community menjalani pengobatan lanjutan non-kimiawi, dengan menerapkan pola hidup sehat, termasuk mengonsumsi nasi hitam serta menghindari minuman dan makanan yang manis. Bahkan selama dua tahun pertama setelah operasi, ia sempat menjadi vegetarian.

Untuk itu, dia mengajak para penderita kanker untuk tidak putusasa dan berjuang memperoleh kesembuhan. Keluarga penderita kanker penting memberikan semangat dan dukungan pada penderita kanker, karena itu akan membantu proses penyembuhan. (nos)

Teks foto :

Layanan post-care berupa Can-Care yang menyediakan segala kebutuhan bagi penderita kanker, yang ada di AHCC Surabaya.

Foto : Titin.

Advertising
Advertising