Kesehatan

Anak Berbahagia Jika Bersama Orang Tua

07-11-2018

Surabaya, beritasurabaya.net - Studi Child Happiness yang diumumkan Nestle Lactogrow Juli 2018, menemukan, bahwa anak merasa bahagia saat bermain bersama orang tua. Bahkan lebih bahagia dari ketika mereka bermain bersama adik atau kakaknya.

Namun nyatanya ditemukan lebih dari 50 persen orang tua merasa belum cukup hadir dan terlibat dalam kegiatan bersama si kecil. Di samping memaparkan tentang arti kebahagiaan keluarga serta kecukupan gizi anak Indonesia, studi ini juga mengungkapkan bahwa saat menilai karakteristik kebahagiaan anak, kebanyakan orang tua hanya memperhatikan ciri-ciri fisik. Misalnya saja saat anak menunjukkan ekspresi ceria dan aktif bergerak.Padahal, menurut Myers & Diener (2018), kebahagiaan anak bukanlah kegembiraan sesaat saja, namun lebih kepada rasa nyaman, aman, dan diterima dengan baik di lingkungan sosialnya. Ini melatarbelakangi Nestlé Lactogrow gelar workshop bertema Grow Happy Parenting untuk berbagi tips mengenai gaya pola asuh “Grow Happy” kepada para orang tua yang memiliki beragam tantangan di masa yang lebih dinamis dan modern, dalam menjalani perannya saat ini.

Psikolog Elizabeth Santosa, M.Psi, Psi, SFP, ACC, di sela workshop di Surabaya, Rabu (7/11/2018), menjelaskan, pada umumnya para orang tua sudah mengerti teori pentingnya mendukung anak tumbuh bahagia, seperti menghabiskan waktu yang berkualitas dengan anak. Namun yang menjadi tantangan adalah bagaimana mewujudkan kondisi tumbuh bahagia (grow happy).

”Banyak orang tua yang masih belum bisa memaksimalkan keterlibatan mereka bersama anak meskipun telah susah payah menyisihkan waktu. Tantangan hidup modern seperti tingkat stres yang lebih tinggi atau interaksi yang intens dengan handphone misalnya, membuat keterlibatan emosional menjadi tantangan baru bagi orang tua,”ujarnya.

Elizabeth juga memberikan tips agar lebih terlibat dalam kegiatan anak, yakni bukan terfokus pada jenis aktivitas, namun waktu kebersamaan. Tidak ada distraksi pada saat melakukan aktivitas bersama anak, melakukan eye-to-eye contact saat bersama anak dan buatlah anak merasa dirinya paling penting.

Elizabeth juga memberikan beberapa kiat yang dapat membantu orang tua untuk membesarkan anak agar tumbuh bahagia, seperti memberikan makanan tepat waktu dan bergizi, mendukung kompetensi anak, cukupi waktu tidur anak, memberikan cinta tanpa syarat kepada anak dan menjadi orang tua yang bahagia sehingga bisa menularkan kebahagiaannya kepada pasangan dan anak.

Lebih lanjut Elizabeth menjelaskan bahwa tekanan hidup modern ini berdampak pada kebahagiaan orang tua itu sendiri. Bagaimana bisa mendukung kebahagiaan anak, apabila orang tuanya sendiri tidak mengetahui bagaimana membahagiakan diri sendiri?

Panduan inilah yang dibutuhkan para orang tua agar bisa membangun rantai tumbuh bahagia dalam keluarga. Orang tua yang bahagia akan menghasilkan anak yang memiliki ketahanan terhadap stres dan tantangan hidup di masa depan, anak-anak ini dihasilkan melalui pola asuh orang tua yang bahagia dan terlibat dalam aktivitas anak.

Untuk mengenal dirinya sendiri, kata Elizabeth, setiap individu khususnya orang tua perlu memahami apa saja sumber kebahagiaan dalam hidup seperti positif afektif (tertawa, damai, pemenuhan diri), negatif afektif (marah, sedih, curiga), dan tingkat kepuasan hidup agar dapat mengajarkan anak bagaimana arti kebahagiaan yang sesungguhnya.

Studi Child Happiness juga mengungkapkan bahwa anak Indonesia berpotensi kekurangan asupan nutrisi yang seimbang, yang dapat memengaruhi tumbuh kembang dan kebahagiaan mereka. Studi ini sejalan dengan hasil penelitian lain yang menunjukkan bahwa masalah kekurangan gizi pada anak Indonesia masih tinggi.

Dokter Spesialis Anak Dr. dr. Ariani Dewi Widodo, Sp.A(K) mengatakan, sangat penting bagi orang tua untuk mengetahui dan mengerti nutrisi seimbang termasuk susu dengan kandungan gizi untuk melengkapi asupan nutrisi bagi buah hati mereka. “Anak yang mengonsumsi makanan bergizi lengkap dan seimbang akan memiliki saluran pencernaan yang sehat dan dapat menyerap nutrisi dengan baik sehingga anak akan memiliki selera makan dan pola tidur yang baik yang dapat menunjangnya untuk tumbuh dan berkembang secara optimal,”paparnya.

Dr. Ariani menambahkan, untuk membentuk saluran cerna yang sehat, kita harus menjaga keseimbangan mikrobiota usus, diantaranya dengan konsumsi makanan bernutrisi lengkap dan bervariasi, konsumsi makanan yang mengandung probiotik yang bermanfaat bagi kesehatan pencernaan, menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh dengan melakukan olahraga secara teratur.

Brand Managergrow happy. Dengan peran orang tua yang semakin menantang saat ini, membuat Nestlé Lactogrow berupaya untuk membantu orang tua dengan menggelar workshop “Grow Happy Parenting” untuk berbagi informasi dan kiat mengenai pola asuh anak serta tips memberikan nutrisi seimbang dan lengkap untuk tumbuh bahagia, yang dapat diterapkan dengan mudah.

”Pada kesempatan ini Nestlé Lactogrwo juga memperkenalkan tampilan barunya yang telah diperkaya dengan DHA, kalsium, minyak ikan, dan Lactobacillus reuteri yang bermanfaat untuk tumbuh kembang,”tambahnya.

Melalui kampanye Grow Happy pihaknya ingin membantu orang tua untuk bisa menerapkan kemampuan untuk membangun kebahagiaan dirinya sendiri agar bisa membagikan kebahagiaannya pada anak dan keluarga serta menyediakan nutrisi yang optimal bagi anak-anak untuk tumbuh bahagia.

“Kami berupaya membantu para orang tua melalui upaya edukasi untuk menemukan bagaimana formulasi tumbuh bahagia melalui keselarasan nutrisi, stimulasi, dan keterlibatan orang tua yang sesuai dengan kondisi mereka masing-masing karena kunci tumbuh bahagia dimulai dari pilihan orang tua di mana pilihan orang tua akan memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak-anak mereka di masa depan,”pungkasnya. (nos)

Teks foto :

Anak-anak akan berbahagia saat bermain atau dalam kondisi apapun selalu bersama orang tuanya dan orang tua berinteraksi maksimal.

Foto : Titin.

Advertising
Advertising