Kesehatan

Rhapshody CIMSA Unair Ajak Masyarakat VCT Gratis

08-12-2018

Surabaya, beritasurabaya.net - Tidak hanya kampanye untuk memperingati Hari AIDS Sedunia yang jatuh setiap tanggal 1 Desember, CIMSA Unair juga terjun langsung ke masyarakat dengan melakukan penyuluhan dan VCT gratis, Sabtu (8/12/2018). Acara ini merupakan rangkaian acara terakhir dari "Rhapsody : Raising Hope and Uplifting Youths on World AIDS Day”.

Selain bekerja sama dengan Puskesmas Kedungdoro, acara ini juga dimeriahkan oleh teman-teman komunitas Fokus Muda, Karang Taruna, Posyandu Remaja, dan mahasiswa keperawatan UWM yang sedang menjalani praktek komunitas di Puskesmas Kedungdoro.

Acara yang bertempat di Gedung Serbaguna Kedungdoro ini mengajak remaja-remaja yang berusia sebaya untuk sharing mengenai HIV/AIDS dan menekankan betapa pentingnya mengetahui status HIV sejak dini. Voluntary Counseling and Testing (VCT) atau Konseling dan Tes Sukarela (KTS) adalah metode tes skrining untuk mengetahui status HIV seseorang.

Kepala Puskesmas Kedungdoro, dr. Rr. Endang Dwihastutiningsih, menjelaskan, tahapan VCT itu ada tiga, yang pertama pre-test atau konseling. Lalu jika orangnya memang beresiko dan menyatakan bersedia dites, kita lanjutkan ke pemeriksaan lab. Biasanya hasil VCT akan keluar setelah 1-2 jam dan metode penyampaian hasil harus dilakukan secara privasi.

”Selain menyampaikan hasil, kami juga memberikan konseling. Bagi yang hasilnya positif, kami bantu mempersiapkan rencana pengobatan dan bagi yang hasilnya negatif, kami teguhkan untuk menerapkan ABCDE (Abstinence, Be Faithful, Condom, Drugs, Education),”jelasnya.

Rangkaian acara dimulai dengan materi penyuluhan mengenai penularan, pencegahan, dan pengobatan HIV/AIDS yang diberikan oleh Local Officer on Sexual and Reproductive Health including HIV/AIDS CIMSA Unair, Alfisar Shidqi. “Seperti penyakit diabetes atau penyakit jantung yang membutuhkan pengobatan jangka panjang, HIV dapat ditangani dengan terapi Anti Retroviral (ARV) yang tepat dan teratur sehingga tidak mencapai fase AIDS,”jelas Shidqi.

Saat ini Pemerintah Kota Surabaya sudah menyediakan layanan yang sangat memadai untuk HIV/AIDS mulai dari pemeriksaan VCT hingga terapi ARV gratis yang dapat diakses di berbagai puskesmas. Setelah penyuluhan, anggota CIMSA UNAIR beserta peserta lainnya bermain games bersama dan dilanjutkan dengan Focus Group Discussion.

Dalam diskusi ini terdiri dari kelompok-kelompok yang masing-masing membahas isu-isu kesehatan HIV/AIDS yang sedang marak terjadi di masyarakat. Hasil diskusi kemudian dipresentasikan di depan peserta lainnya.

Menurut Raka Rachmanda, salah satu mahasiswa Universitas Brawijaya yang bergabung di Fokus Muda, diskusi grup seperti ini bagus untuk menambah wawasan dan sharing pengetahuan. “Mahasiswa itu kan agent of change, jadi harus bisa melakukan kegiatan yang bermanfaat dan membantu komunitas-komunitas yang membutuhkan pendampingan, dalam hal ini populasi kunci,” tambahnya.

Terakhir, acara ditutup dengan VCT gratis di Puskesmas Kedungdoro. Dari 35 orang mengikuti VCT, banyak yang awalnya mengaku sempat ragu  untuk dites karena takut akan jarum suntik.

Namun, setelah mengikuti penyuluhan mereka memberanikan diri demi mengetahui status HIV-nya. Memang sesuai dengan protokol Dinas Kesehatan Surabaya, pengambilan darah tes VCT dilakukan secara phlebotomy bukan secara fingerstick.

Hal ini dinilai memiliki hasil yang lebih akurat dan sekaligus dapat digunakan untuk skrining sifilis. “Dengan adanya kegiatan yang diselenggarakan oleh adik-adik CIMSA Unair, harapannya bisa membantu menghapus stigma HIV/AIDS di masyarakat dan mengajak masyarakat untuk memeriksakan status HIV-nya sejak dini,” jelas dr. Endang.

Ia menambahkan bahwa semakin cepat HIV itu terdeteksi, semakin cepat pula penanganan dan pengobatan dapat diinisiasi. (nos)

Teks foto :

Kegiatan CIMSA Unair juga terjun langsung ke masyarakat dengan melakukan penyuluhan dan VCT gratis.

Foto : Istimewa.

Advertising
Advertising