Kesehatan

Stem Cell Dipakai Dalam Anti Penuaan

27-01-2019

Surabaya, beritasurabaya.net - Peserta “International Conference and Workshop on Stem Cell and Tissue Engineering Regenerative Medicine From Basic Science to Clinical Application” (ICW) 2019 pada hari kedua kembali mengikuti workshop mengupas “Stem Cell”, Minggu (27/1/2019). Berbeda dengan hari pertama, workshop kali ini lebih interaktif karena tempat duduk disini didesain round table sehingga memungkinkan untuk para peserta lain bercengkerama dengan peserta yang baru.

Pada hari kedua ini, peserta menjadi lebih intens mendengarkan kasus-kasus yang bertemakan tentang stem cell. Peserta diajak untuk brainstorming untuk menganalisa lebih lanjut penelitian tentang stem cell ini.

Sesi pertama adalah presentasi dari Prof. Dr.Cita Rosita Sigit Prakoeswo dr.,Sp.KK (K), FINSDV tentang “The Role of Amniotic Membrane Stem Cell-Metabolic Product in Dermatology”. Di sini, Prof Cita memberikan penjelasan tentang bagaimana produk metabolik stem cell dipakai dalam anti penuaan dan penyembuhan luka.

Stem cell merupakan sebuah opsi untuk peremajaan kulit, namun sekarang mulai beralih ke produk metabolik yakni Amniotic Membrane Stem Cell. Dengan menggunakan teknik microneedling, menunjukan hasil yang signifikan pada kerutan wajah, UV spot, Polar Spot, dan pori-pori.

Dilanjutkan dengan materi dari dr. Yunus, Sp.OT, yang membawakan “Case of Stem Cell in Osteoarthritis”.  Kasus ini telah banyak di masyarakat dan membutuhkan penyembuhan yang signifikan. Stem cell adalah salah satu terobosan yang sangat efektif untuk osteoarthritis.

Akan tetapi penyembuhan ini juga masih dalam tahap penelitian. Dokter Yunus menjelaskan bahwa ada beberapa cara untuk transplant stem cell untuk penyembuhan osteoarthritis ini tetapi skali lagi ini masih tahap penelitian. Pemberian stem cell untuk osteoarthritis tetap harus dikombinasikan dengan terapi yang lain untuk bisa menghasilkan penyembuhan yang sempurna.

Prof. Dr. Soenarjo Hardjowijojo, dr., Sp.B., Sp.U(K) membawakan materi yang berjudul “Case of Stem Cell Therapy for Erectile Disfunction”.  Materi kali ini menjelaskan tentang bagaimana mekanisme dari stem cell untuk kasus Erectile Disfunction. Beliau menjelaskan bahwa Stem Cell Therapy secara cepat berkembang menjadi sebuah opsi untuk mengobati Erectile Disfunction. Beberapa pertanyaan klinis masih harus dijawab sebelum pengaplikasian teknik ini. 

Materi yang bertajuk “Current Procedure of Intraventricular Transplantation of Autologus Bone Marrow Mesenchymal Stem Cell in Hemorrhagic Stroke” dibawakan oleh Dr. Asra Al Fauzi, dr., SE., MM., SP.BS(K), FICS, IFAANS. Stem cell memang mempunyai fungsi yang sangat banyak sekali terutama untuk penyembuhan daripada penyakit stroke dan penyakit saraf lainnya.

”Tentu saja dibutuhkan tipe sel yang terbaik yang akan di transplant kan dan kriteria lainnya. Tetapi tetap penyembuhan dengan metode stem cell ini masih dalam tahap penelitian yang nantinya akan menjadi suatu penyembuhan yang menjanjikan,”ujarnya.

Sesi workshop kali ini diakhiri oleh presentasi Prof. Delvac Oceandy, MD., PhD yang bertajuk “Practical Points in Cell Reprogramming and Differentiation” dan “Practical Points in Human Embryonic Stem Cell” yang dijelaskan oleh Prof. Ludovic Vallier MD., PhD. Kedua pembicara Internasional memberikan penjelasan dan pengajaran mengenai bagaimana stem cell dapat dilakukan dan dikembangkan di Indonesia dan sudah dilaksanakan di luar Indonesia.

Mereka juga memberikan penjelasan langsung tentang pengaplikasian stem cell di dunia kesehatan serta bagaimana proses diferensiasi stem cell tersebut. Setelah kedua pembicara Internasional itu presentasi, lalu dilakukanlah diskusi antara peserta dengan kedua pembicara tersebut. (nos)

Teks foto :

ICW 2019 akan dijadikan agenda tahunan dengan mengusung tema dan mengangkat topik yang berbeda dan pastinya akan menarik.

Foto : Istimewa.

Advertising
Advertising