Kesehatan

3000 Tenaga Medis Akan Hadiri PIT POGI Ke-24

22-06-2019

Surabaya, beritasurabaya.net - Pertemuan Ilmiah Tahunan Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (PIT POGI) ke-24 bakal digelar 4-10 Juli 2019 di Surabaya. Ditargetkan, dalam pertemuan tersebut dihadiri 3000 tenaga medis dari seluruh Indonesia.

Menurut Ketua Organisasi POGI, Dr Brahmana Askandar, didampingi dr. Poedjo Hartono, SpOG (K) dan dr Eighty Mardiyan, SpOG (K), pada temu media di Kantor IDI Surabaya, Jumat (21/6/2019) kemarin, PIT POGI ke-24, mengangkat tema “Mempertahankan Profesionalisme Layanan Obstetri Ginekologi di Era Jaminan Kesehatan Nasional”.

”Selama ini, seluruh tenaga medis sudah terstandarisasi melalui ijin praktek yang dimiliki. Dan ijin itu ditinjau setiap lima tahun sekali. Kualitas layanan kesehatan dan teknologi kedokteran yang dimiliki juga tidak kalah dengan di luar negeri. Melalui PIT ini diharapkan tenaga medis mampu mempertahan profesionalitas dengan terus perbarui ilmu bidang kesehatan,”paparnya.

Brahmana menjelaskan terdapat beberapa rangkaian acara pada PIT POGI 2019, diantaranya, adalah Program Pra-PIT, Acara Olahraga PIT POGI, dan Simposium PIT POGI. PIT POGI 2019. Selain dihadiri ribuan tenaga medis, PIT juga dihadiri Menteri Kesehatan Republik Indonesia saat opening ceremony, 8 Juli 2018, serta beberapa pemateri dari luar negeri.

PIT POGI akan memberikan bekal pengetahuan melalui simposium, workshop, kuliah, video session, serta media interaktif lain yang diharapkan mampu meningkatkan kompetensi tenaga medis di bidang obstetri dan ginekologi.

”Pertemuan ilmiah tahunan ini dapat menjadi ajang untuk menambah ilmu pengetahuan di bidang obstetri dan ginekologi dan sebagai ajang silaturahmi antar sejawat tenaga medis. Diharapkan perubahan besar dalam era jaminan kesehatan nasional tidak menurunkan profesionalisme dan semangat mencari ilmu di bidang obstetri dan ginekoiogi,”tukasnya.

Sebelumnya, POGI telah melakukan pengabdian masyarakat pada tanggal 23 April 2019 melalui Talk Show PIT POGI Goes to School yang bertema “Generasi Milenial Sadar Kesehatan Reproduksi” di Gedung Negara Grahadi Surabaya.

Rangkaian acara PIT POGI 2019 dimulai dengan Program Pra-PIT berupa 17 Workshop yang dilaksanakan pada 4-6 Juli 2019 di berbagai tempat di Surabaya, seperti di Hotel  Shangri-La, RSUD. Soetomo, RS Universitas Airlangga, Ballroom IDI Surabaya, serta beberapa hotel di Surabaya.

Kegiatan menarik lainnya, kata Brahmana, akan ada pemilihan daerah yang mampu melakukan Penurunan Angka Kematian Ibu (PAKI) terbaik. Kata dr Poedjo, strategi PAKI banyak mengadopsi dari Srilanka yang sukses melakukan PAKI.

Menurut dr Poedjo, angka kematian ibu disebabkan oleh banyak faktor, sehingga penanganannya terbilang kompleks. Ia menyebut, meskipun dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi (Spog) bertanggungjawab, ada faktor lain seperti Puskesmas, bidan, pengetahuan masyarakat, hingga infrastruktur yang turut berpengaruh.

”PAKI merupakan bagian penting dari indikator tingkat kesehatan masyarakat. Melalui PAKI Award diharapkan ke depan untuk layanan obstetri bagi peserta BPJS sudah bisa dilakuan di tingkat layanan pertama dengan catatan kelahiran normal,”tukasnya.

Brahmana menjelaskan PIT POGI 2019 dilanjutkan dengan Acara Olahraga pada tanggal 7 Juli 2019 di Sport Center Puncak Permai dan lapangan tenis Kodam Brawijaya (khusus cabang Olahraga tenis). Simposium akan dilaksanakan di Hotel Shangri-La pada tanggal 8-10 Juli 2019. (nos)

Teks foto :

Kiri-Kanan : dr Eighty Mardiyan, SpOG (K), dr.Charles, Ketua Organisasi POGI, Dr Brahmana Askandar, dan dr. Poedjo Hartono, SpOG (K) usai memberikan penjelasan pada media di Surabaya.

Foto : Titin.

Advertising
Advertising