Kesehatan

Melawai Hadirkan Solusi Gangguan Pendengaran

24-08-2019

Jakarta, beritasurabaya.net - Gangguan pendengaran dapat diderita oleh segala usia, dari remaja hingga orang tua. Data kebutuhan penggunaan alat bantu dengar menunjukkan peningkatan setiap tahunnya.

Pusat alat bantu dengar Melawai mencatat sampai tengah tahun 2019, 1 dari 10 lansia dan 1 dari 3 usia diatas 65 tahun di Indonesia merupakan pengguna baru alat bantu dengar. Sementara jumlah pengguna baru di usia remaja mencapai 7 persen.

Gangguan pendengaran umumnya disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain, mendengar suara bising >85 Db terus menerus lebih dari 4 jam sehari, infeksi telinga dan faktor usia/penuaan. Sales & Marketing Manager Pusat Alat Bantu Dengar Melawai, Andreas Tanujaya, Sabtu (24/8/2019), mengatakan, gangguan pendengaran memiliki beberapa gejala yang dapat dikenali dengan mudah. Biasanya dimulai dengan sering meminta orang lain mengulang apa yang diucapkannya.

Ketika mengikuti rapat atau pertemuan, biasanya mengalami kesulitan memahami percakapan. Terkadang penderita gangguan pendengaran merasa masih dapat mendengar orang berbicara namun tidak jelas. Dan yang paling mudah dikenali, sering menaikkan volume televisi atau radio.

Seseorang yang memiliki gejala pendengaran sebaiknya segera memeriksakan kesehatan pendengarannya, salah satunya di Pusat Alat Bantu Dengar Melawai yang akan memberikan solusi terbaik bagi gangguan pendengaran tersebut. Penderita gangguan pendengaran dapat menjalani pemeriksaan pendengaran secara gratis, antara lain, otoscopy/video otoscopy, audiometry terkomputerisasi yang canggih dan modern, Tympanometry dan Free Field Test (FFT) yang disesuaikan dengan kondisi penderita.

Otoscopy/video otoscopy dilakukan untuk mengetahui kondisi telinga luar yang meliputi daun telinga, liang telinga, gendang telinga dan belakang daun telinga; audiometry untuk mengetahui ambang dengar seseorang, jenis gangguan pendengaran, derajat ketulian, dan batas daya tahan pendengaran seseorang jika mendengar suara keras; dan Tympanometry untuk mengetahui kondisi/fungsi telinga tengah yang meliputi gendang telinga, tulang-tulang pendengaran, kondisi Tuba Esutachius, tekanan kavum timpani, dan otot-otot tulang-tulang pendengaran.

Sementara untuk mengetahui perbandingan kondisi ambang dengar pasien sebelum dan sesudah menggunakan alat bantu dengar dilakukan pemeriksaan Free Field Test. “Setelah melalui pemeriksaan yang teliti dengan teknologi terkini, maka penderita gangguan pendengaran akan mendapat penanganan terbaik, termasuk pemilihan alat bantu dengar yang sesuai dengan kondisi pendengaran penderita,” kata Andreas Tanujaya. (nos)

Teks foto :

Pusat alat bantu dengar Melawai mencatat sampai tengah tahun 2019, 1 dari 10 lansia dan 1 dari 3 usia diatas 65 tahun di Indonesia merupakan pengguna baru alat bantu dengar. Sementara jumlah pengguna baru di usia remaja mencapai 7 persen.

Foto : Istimewa.

Advertising
Advertising