Kesehatan

Milna Dukung Anak Indonesia Makan Buah 

08-10-2019

Jakarta, beritasurabaya.net - Menurut data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, saat ini Indonesia masih mengalami situasi ganda (double burden), dimana anak bertubuh pendek atau stunting mencapai 30,8 persen. Tetapi di sisi yang lain masih ada anak dengan kelebihan gizi atau obesitas yang mencapai 8 persen dari seluruh total populasi anak.

Faktor tersebut terjadi karena masih banyak anak malnutrisi. Di sinilah pentingnya peran MPASI pada periode emas atau 1000 Hari Pertumbuhan Anak. MPASI diberikan saat usia anak menginjak 6 bulan, saat ASI eksklusif sudah tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan energi (kalori), vitamin dan mineral yang bertambah seiring pertumbuhan Si Kecil.

Pada periode pengenalan MPASI, menu makanan harus memperhatikan tekstur, rasa, frekuensi dan porsi yang sesuai dengan tahapan usia anak, karena rasa dan tekstur menu MPASI membantu melatih kepekaan indera pengecap anak dan mendukung stimulasi indera lainnya. Tidak hanya menu makanan utama, menu makanan selingan atau snack juga penting agar Si Kecil dapat mengenal semakin banyak rasa dan variasi zat gizi yang masuk ke tubuh juga semakin beragam.

Menurut dr. Attila Dewanti, Sp.A (K) selaku dokter spesialis anak, pemberian MPASI idealnya terdiri dari 3 porsi makanan utama dan 2 porsi makanan selingan atau snack. Pada menu makanan utama, bisa diutamakan daging dan sayuran sementara untuk menu makanan selingan, buah bisa menjadi salah satu pilihan.

Pentingnya pemberian makanan selingan adalah untuk memastikan agar jumlah asupan dan nutrisi Si Kecil terpenuhi dengan baik. Menu selingan juga harus dipastikan agar kaya rasa dan menarik supaya tidak membosankan.

”Salah satunya contohnya dengan memperkenalkan buah, karena buah memiliki nutrisi tinggi, ragam variasi tekstur, rasa dan terdiri dari bermacam-macam warna dan bentuk yang menarik untuk Si Kecil,” jelas dr.Attila.

Cara Mudah Makan Buah

Istilah zaman now merupakan istilah yang dipopulerkan oleh warganet dan digunakan untuk menggambarkan situasi di era digital ini. Mudahnya akses terhadap informasi mendukung kebiasaan masyarakat sekarang yang kian membutuhkan solusi instan dan praktis. Termasuk ibu-ibu zaman now yang harus pintar multitasking dan membagi waktu antara membesarkan anak, bekerja dan mengatur rumah tangga.

Dalam konteks nutrisi, melalui Consumer Research yang diadakan oleh Milna mengenai makanan bayi yang diadakan terhadap 400 responden yang terdiri dari ibu dengan anak usia 6-18 bulan, anak Indonesia sudah dibiasakan mengonsumsi buah yang ditumbuk atau dihaluskan. Fakta yang sama bisa dilihat dari hasil penjualan rangkaian Milna Nature Delight selama ini yang sangat baik.

Artinya, Milna Nature Delight dinilai baik dari segi kandungan nutrisi maupun kemasannya yang praktis dan memudahkan ibu-ibu zaman now dalam memenuhi kebutuhan snack sehat Si Kecil.

Business Unit Head for Baby and Kids Food Nutrition, Kalbe Nutritionals, Christofer Samuel Lesmana, menjelaskan, meningkatnya antusiasme konsumen Milna Nature Delight telah melahirkan Gen Bapur atau Generasi Bawa Pure. Gen Bapur adalah generasi ibu zaman now yang telah mempercayakan Milna Nature Delight sebagai pilihan pertama ibu untuk Cara Mudah Makan Buah Si Kecil.

Gen Bapur ini akan didukung oleh Milna menjadi sebuah kampanye berskala nasional dengan misi mendukung anak Indonesia untuk makan buah. Kali ini melalui kampanye “Cara Mudah Makan Buah Zaman Now”.

Tya Ariestya, konsumen setia Milna mengatakan, sebagai ibu, sudah hampir 4 tahun lamanya menjadi konsumen berbagai produk Milna. Tapi Milna Nature Delight memang menjadi salah satu favorit putra sulungnya, Kanaka yang sampai saat ini tidak bosan karena ada 3 varian rasa berbeda dan bentuk serta warna pada kemasannya yang praktis dan menarik.

”Rutinitas makan buah memang sudah saya biasakan sejak kecil dan dengan kesibukan saya yang mengharuskan saya untuk banyak bepergian dan membawa anak-anak. Milna Nature Delight sangat membantu menjaga pemenuhan asupan buah Kanaka. Saya rasa dengan sendirinya, sayapun sudah termasuk Gen Bapur, karena saya selalu menyediakan Milna Nature Delight sebagai bagian bekal snack Kanaka saat travelling atau menemani saya beraktivitas,”ujar Tya.

Christofer menambahkan penjualan Nature Delight tahun 2019 ini telah meraih angka penjualan yang sangat baik. Respon positif dan meningkatnya minat konsumen, menjadikan produksi Milna Nature Delight lebih efisien.

Harapannya, Milna Nature Delight bisa semakin mendukung Bunda dalam memberikan asupan buah dalam kemasan praktis Milna Nature Delight. Karena Milna Nature Delight adalah fruit puree yang terbuat dari 100 persen buah asli yang tidak mengandung pengawet ataupun gula tambahan. (nos)

Teks foto :

Kiri-kanan : Brand Manager Milna, Clarissa Gunawan; Tya Ariestya konsumen Milna; dan dr. Attila Dewanti, Sp.A (K)- Dokter Spesialis Anak.

Foto : Istimewa.

Advertising
Advertising