Klub

Hari Hutan Indonesia, Gaungkan Kampanye Pelestarian Hutan

06-08-2021

Jakarta, beritasurabaya.net - Pelestarian hutan Indonesia perlu terus digaungkan, termasuk di  masa pandemi ini. Apalagi Indonesia merupakan hutan hujan tropis terluas ketiga di dunia,  peringatan Hari Hutan Indonesia menjadi momentum untuk kita semakin mengingat dan  menjaga setiap jengkal luasan hutan kita yang berisi keanekaragaman hayati.

Adanya Hari  Hutan Indonesia berarti ada satu hari khusus dalam setahun yang dipakai untuk mengingatkan  kita pada keindahan, kekayaan, dan kemegahan hutan Indonesia, serta manfaat yang selama ini  kita nikmati ketika manusia dapat hidup harmonis dengan alam, seperti air dan udara bersih,  sumber pangan dan obat-obatan, akar budaya berbagai suku bangsa Indonesia, hingga fungsi  hutan sebagai penyerap karbon. 

Sejak tahun lalu, peringatan Hari Hutan Indonesia (HHI) dirayakan setiap tanggal 7 Agustus.  Tanggal ini dipilih sebagai momen refleksi disahkannya Instruksi Presiden Nomor 5 Tahun 2019  mengenai Penghentian Pemberian Izin Baru dan Penyempurnaan Tata Kelola Hutan Primer  dan Lahan Gambut.

Jika tahun lalu bertemakan “Hutan Kita Juara”, tahun ini mengambil tema  “Kita Jaga Hutan, Hutan Jaga Kita”. Menariknya, tahun ini sudah terbentuk koalisi yang  merupakan perwakilan publik inisiator peringatan HHI, yakni sebanyak 26 organisasi, dan  dinamakan Konsorsium HHI. Mereka antara lain, Ayo Ke Taman, Bogor Ngariung, Change.org  Indonesia, Coaction Indonesia, Earth Hour Indonesia, Forum Konservasi Leuser, Hutan Itu  Indonesia, Indorelawan, Kemitraan, KKI Warsi, Lindungi Hutan, Pantau Gambut, Perkumpulan  Bentara Papua, Perkumpulan Kaoem Telapak, Rimba Makmur Utama, Terasmitra, Thirst Project  Indonesia/ Watery Nation, WeCare.id, World Cleanup Day Indonesia, World Resources Institute  (WRI) Indonesia, Yayasan Alam Sehat Lestari (ASRI), Yayasan HAkA, Yayasan KEHATI, Yayasan  Madani Berkelanjutan, Yayasan Rekam Jejak Alam Nusantara, dan Zona Bening.

Steering Committee Konsorsium HHI, perwakilan dari Hutan  Itu Indonesia, Christian Natalie, Jumat (6/8/2021), mengatakan, pada dasarnya Hari Hutan Indonesia adalah wadah dan gerakan publik, hari untuk semua  orang Indonesia. Siapapun dapat bergabung dan bergerak dalam HHI, termasuk pihaknya bersama 26  organisasi yang sepakat untuk berkolaborasi dan bergotong royong membuat kampanye yang  lebih besar lagi selain kerja masing-masing di organisasi.

“Harapan besarnya memang  semakin banyak masyarakat dan organisasi lainnya dapat berpartisipasi dalam merayakan  dengan caranya masing-masing untuk memastikan hutan Indonesia tetap lestari,” tegasnya.

Country Director Change.org Indonesia,  Arief Aziz, mengatakan, sejak hari pertama, isu lingkungan hidup selalu menjadi isu yang ramai di Change.org. Dan  hutan selalu menjadi kekhawatiran nomor 1 dalam isu tersebut dengan jutaan tanda-tangan.  Dua dari tiga petisi terbesar lingkungan, terkait hutan Indonesia. Cukup jelas bahwa masyarakat  peduli terhadap hutan Indonesia, dan ingin melihatnya terlindungi.

“Konteks yang memayungi  kekhawatiran ini adalah Krisis Iklim. Dalam sebuah survei yang kami lakukan di 2020, 97 persen warga  muda aktif percaya bahwa dampak krisis iklim bisa sama atau lebih dari dampak pandemi. Hal  ini tidak mengejutkan karena anak mudalah yang akan mewarisi masalah-masalah ini di masa  depan,”tambahnya.

Sampai saat ini melalui situs https://harihutan.id/ sudah terdata 60 lebih kolaborator dari  berbagai organisasi, serta lebih dari 660 sukarelawan yang bergabung melalui situs  https://www.indorelawan.org/. Kemeriahan peringatan Hari Hutan Indonesia ini diisi dengan  berbagai kegiatan kampanye seru, antara lain penggalangan donasi untuk pelestarian hutan  Indonesia, peluncuran pameran virtual berisi ragam aksi menjaga hutan, serta rangkaian acara  Festival Hari Hutan Indonesia yang akan berlangsung dari bulan Agustus hingga 31 Oktober  mendatang, mulai dari talkshow “Kita Jaga Hutan, Hutan Jaga Kita”, webinar “The Healing  Forest”, webinar RUU Masyarakat Adat, berbagai kompetisi, konser musik hingga peluncuran  serial film pendek.

Perwakilan dari Yayasan Madani Berkelanjutan, Luluk Uliyah, menegaskan, kesuksesan peringatan HHI 2021 ini membutuhkan dukungan dan partisipasi dari berbagai  pihak untuk bergotong royong menggaungkan kampanye pelestarian hutan Indonesia. Dari  data Madani, luas hutan di tahun 2019 (Hutan Alam dan Hutan Tanaman) sebesar 93,9 juta  hektare atau 49,3 persen dari total daratan ini terlalu besar untuk hanya dijaga oleh Pemerintah atau  segelintir kelompok saja.

“Bangsa ini butuh lebih banyak lagi penjaga hutan dengan aksinya  masing-masing apapun latar belakang, profesi, daerah tempat tinggalnya, jadi kami membuka  ruang kolaborasi semua pihak untuk dapat berinovasi di dalam peringatan ini,”tukasnya. (nos)

Teks foto :

Kondisi hutan Nagari Sungai Buluh.

Foto : Istimewa.

Advertising
Advertising
Pemadam Kebakaran
Surabaya Pusat
031-3533843-44
Surabaya Utara
031-3712208
Surabaya Timur
031-8411113
Surabaya Barat
031-7490486
Surabaya Selatan
031-7523687
Rumah Sakit & Klinik
RSUD Dr. Sutomo
031-5020079
RS Darmo
031-5676253
RS ST Vincentius A Paulo
031-5677562
RS William Booth
031-5678917
RS Adi Husada
031-5321256
Kepolisian
Polda Jatim
(031) 8280748
Polrestabes
(031) 3523927