CSR

STI Sentuh 6.000 Siswa di Seluruh Indonesia

10-04-2021

Jakarta, beritasurabaya.net - Kualitas sumber daya manusia merupakan faktor mendasar yang perlu diperhatikan guna meningkatkan daya saing dan produktivitas angkatan kerja dalam menghadapi bonus demografi yang kian menantang. Ditambah, kondisi pandemi membuat pertumbuhan angkatan kerja kurang diimbangi dengan pertumbuhan lapangan kerja, dan menyebabkan angka tingkat pengangguran terbuka naik 1,84 persen menjadi 7,07 persen.

Head of Corporate Citizenship Samsung Electronics Indonesia, Ennita Pramono, Sabtu (10/4/2021), mengatakan, dalam menghadapi persaingan keahlian tenaga kerja, pendidikan kejuruan dituntut untuk meningkatkan kualitas serta mengembangkan konsep pembelajaran yang memberikan hasil signifikan terhadap peningkatan keahlian atau kompetensi. Karenanya sejak tahun 2013, Samsung menghadirkan STI guna menyelaraskan kurikulum SMK dengan kompetensi yang dibutuhkan industri.

“Program STI memberikan kesempatan bagi para siswa untuk memiliki keahlian yang sesuai dengan kebutuhan industri,serta mampu memperbesar peluang kerja ketika mereka lulus. Inisiatif ini sekaligus mendukung program link and match yang digaungkan oleh pemerintah sejak tahun 2017,”ujarnya.

Beroperasi secara resmi sejak tahun 2013 dengan nama Rumah Belajar Samsung, program STI bertujuan untuk memberikan pelatihan perbaikan alat-alat elektronikbagi generasi muda dengan bermacam-macam latar belakang, sehingga lulusannya memiliki keterampilan lebih dan mampu bersaing mendapatkan pekerjaan. Pada tahun 2017, program ini disempurnakan dengan memperkaya kurikulum dan target penerima manfaat yakni SMK, guna menciptakan para lulusan yang dapat diserap langsung oleh industri.

Dengan menyuguhkan tiga kurikulum yang terdiri dari kelas Home Appliances (HA), Audio Video (AV) dan Hand Held Product (HHP) untuk kelas 10, 11 dan 12, menjadikan program STI selaras dengan upaya pemerintah dalam merealisasikan Instruksi Presiden Nomor 9 tahun 2016 tentang revitalisasi SMK.

Selain menyediakan kurikulum pelatihan yang sama dengan keterampilan dasar yang diterapkan pada Samsung Service Center, Samsung juga memfasilitasi siswa dan guru untuk melaksanakan praktek kerja lapangan industri di Samsung Service Center dan afiliasinya. Tidak hanya itu, lulusan-lulusan STI pun mendapatkan prioritas dari Samsung untuk mengikuti proses perekrutan di Samsung Service Center dan afiliasinya yang tersebar di seluruh Indonesia.

”Kurikulum yang diberikan membuka kesempatan bagi kami untuk mengasah keterampilan dan juga  meningkatkankompetensi dalam menangani kerusakan pada perangkat elektronik. Kemampuan inilah yang menjadikan kami tenaga siap kerja dan berhasil mendapatkan pekerjaan sebagai Teknisi Consumer Electronics,”ungkap Wawan Bima Saputra dan Yudha Anggoro Putra, yang merupakan alumni STI Kediri (SMK Al-Huda Kota Kediri) lulusan tahun 2020.

Hingga saat ini, tercatat 789 lulusan STI dari angkatan 2017 yang telah lulus di tahun 2020. Sebagian dari mereka sudah mendapatkan pekerjaan, baik sebagai teknisi maupun yang berhubungan dengan industri elektronik. Beberapa dari mereka juga ada yang membuka lapangan usaha baru, yaitu bengkel perbaikan HHP.

Dalam melaksanakan program STI, Samsung juga memberikan Training of Trainers untuk para guru yang dilakukan secara berkala setiap tahunnya. Keseluruhan kurikulum disampaikan dengan mengedepankan teknologi digitalisasi, agar para siswa dan guru dapat mengoptimalkan teknologi untuk proses belajar yang lebih efektif.

Melalui kemitraan dengan 70 SMK, program STI telah sukses menyentuh 6000 orang siswa dan 150 guru di seluruh Indonesia. Ke depannya Samsung akan terus berusaha untuk memberikan kesempatan kepada SMK-SMK lain di Indonesia agar bisa bergabung dengan program STI.

“Kami senantiasa ingin memotivasi generasi muda, khususnya para siswa SMK, untuk tetap berprestasi, dan percaya diri. Bahwasanya menjadi lulusan SMK yang terampil dan kompeten, sertamemiliki karakter, cerdas, dan produktif, kelak dapat berdampak positif pada diri sendiri dan mampumembuka peluang yang sama besarnya dengan para lulusan lain untuk masuk ke dunia kerja”, tutup Ennita. (nos)

Teks foto :

program STI telah sukses menyentuh 6000 orang siswa dan 150 guru di seluruh Indonesia.

Foto : Istimewa. 

Advertising
Advertising
Pemadam Kebakaran
Surabaya Pusat
031-3533843-44
Surabaya Utara
031-3712208
Surabaya Timur
031-8411113
Surabaya Barat
031-7490486
Surabaya Selatan
031-7523687
Rumah Sakit & Klinik
RSUD Dr. Sutomo
031-5020079
RS Darmo
031-5676253
RS ST Vincentius A Paulo
031-5677562
RS William Booth
031-5678917
RS Adi Husada
031-5321256
Kepolisian
Polda Jatim
(031) 8280748
Polrestabes
(031) 3523927