Laporan Khusus

Dulu Reseller, Kini Usaha Indah Beromzet Rp900 Juta

24-10-2021

Merajut kesuksesan dalam berbisnis memang tidak mudah. Apalagi tidak mempunyai keterampilan, modal minim, tanpa support system dalam mengembangkan bisnis dan banyak pesaing.

Hal itu dialami Indah Catur Agustin (34) pemilik usaha rumahan, Sleep Buddy Bedding, saat mencoba berbisnis seprai (kain alas kasur) akhir 2009. Indah memilih menjadi reseller dengan mengambil produk seprai dari perusahaan home living. Seprai diberi label sendiri yakni Sleep Buddy untuk dijual kembali.

Cara Indah menjual seprai saat itu, sangat konvensional yakni dari bazar ke bazar. Setiap kali ada bazar, perempuan kelahiran Surabaya ini tidak membuang kesempatan yang ada. Tumpukan seprai  lantas dibawanya ke bazar dengan harapan bisa terjual semua.

Apa yang dilakukan Indah bisa dimaklumi karena saat itu statusnya masih karyawan toko baju di pusat perbelanjaan di Surabaya, sementara sang suami bekerja di bank BUMN. “Menjadi reseller itu, untuk mencari tambahan pendapatan keluarga. Hasil dari menjual seprai terus diputar untuk membeli seprai dan dijual lagi. Untuk memulai bisnis reseller hanya punya modal Rp2 juta saja,”kenang Indah, saat memulai usaha.

Jiwa berbisnis yang tertanam kuat, mendorong Indah mencari cara lain memasarkan seprai yakni harus mempunyai toko dengan harapan pengunjung pusat perbelanjaan bisa mampir ke toko dan membeli seprainya. Indah lantas menyewa toko.


Sayangnya, bayangan keuntungan yang berlimpah dari menjual seprai di toko, belum menghampiri Indah. Sebaliknya, toko yang disewanya harus ditutup pada 2010. Saat itu, mulai terjadi pola pergeseran masyarakat untuk mengenal belanja maupun berjualan secara daring. Ini dipicu hadirnya platform komunikasi lewat BlackBerry Messenger (BBM).

Bisnis Indah terpuruk, tapi dia tidak menyerah dengan kondisi yang dialami. Selama 3 tahun menjadi reseller, Indah merasa bisnis seprainya memang sulit bergerak jika tidak menggunakan strategi lain, sesuai perkembangan zaman.

“Harus bisa bangkit kembali dengan mengikuti perkembangan teknologi dan saatnya tinggalkan cara konvensional. Langkah pertama, saya membuat website untuk jualan secara daring dan hasilnya lebih efektif. Secara merek, perlahan tapi pasti, Sleep Buddy mulai dikenal konsumen secara luas,”tukas Indah yang didukung penuh oleh sang suami dalam mengembangkan bisnis seprai.

Dengan merambah platform digital, Indah merasa bisnisnya bisa ‘naik kelas’. Ini berlangsung hingga tahun 2017. Meskipun sudah berjualan lewat website sendiri, Indah tidak berpuas diri. Bisnisnya harus ‘naik kelas’ lebih tinggi lagi. Apalagi makin banyak orang berbelanja lewat marketplace, satu diantaranya, Tokopedia.

Tokopedia merupakan perusahaan perdagangan elektronik atau sering disebut toko daring. Sejak didirikan 17 Agustus 2009, Tokopedia  bertransformasi menjadi sebuah unicorn yang berpengaruh tidak hanya di Indonesia tetapi juga di Asia Tenggara. 


Melihat begitu banyak produk dijual lewat Tokopedia, tanpa berpikir panjang, Indah ikut bergabung. Alasannya, perubahan zaman mendorong dirinya  memanfaatkan lebih banyak platform digital untuk berjualan. Selain itu, Tokopedia sangat membantu dalam mengelola bisnisnya melalui fitur-fitur yang disediakan untuk mitra merchant.

“Setelah saya bergabung di Tokopedia tahun 2017, saya memutuskan memproduksi seprai sendiri, karena tuntutan online yang harus cepat kirim begitu ada order masuk. Keputusan saya tidak salah bergabung di marketplace Tokopedia,”ungkapnya.

Lalu tantangan lain kembali dihadapi Indah. Memproduksi sendiri dengan jumlah karyawan hanya 1 orang tentu tidak memungkinkan. Indah juga tidak mempunyai keterampilan menjahit. Awal tahun 2020, Indah menambah 1 penjahit lagi seiring peningkatan penjualan di Tokopedia.

Memasuki pandemi COVID-19, Maret 2020, Indah sempat was-was juga dengan penjualan seprainya. Namun kenyataan berbicara lain, justru penjualan meningkat tajam sampai harus mencari penjahit lebih banyak lagi. Indah pun terpaksa mendatangkan puluhan penjahit dari Wonogiri.

Kenapa dari Wonogiri? Indah menegaskan saat mulai memproduksi seprai sendiri hanya mengandalkan 1 orang penjahit yang berasal dari Desa Purwantoro, Wonogiri, Jawa Tengah. Lantas untuk memenuhi permintaan konsumen agar bisa memenuhi tepat waktu, Indah mendatangkan 1 penjahit lagi yang notabene, kakak ipar dari penjahit sebelumnya, juga dari Wonogiri.

“Begitu terjadi booming permintaan Sleep Buddy saat pandemi, otomatis tidak cukup hanya dengan 2 penjahit saja. Saya membutuhkan banyak penjahit dalam waktu singkat. Pada saat itu pula, di Wonogiri banyak penjahit menganggur imbas pandemi, akhirnya diajak boyongan ke Surabaya. Mereka biasanya menjahit jas, seragam dan kebaya, namun bisa juga membuat produk Sleep Buddy,”papar Indah.


Hingga saat ini jumlah karyawan Indah sebanyak 55 orang, 10 karyawan di bagian administrasi dan 45 orang bagian produksi dimana 85 persen karyawannya dari Wonogiri. Seluruh karyawan menerima bayaran sesuai UMR Surabaya berkat bisnisnya makin berkembang pesat.

Saat ini, penjualan Sleep Buddy, 85 persen berasal dari Tokopedia dan sisanya dari website dan toko offline yang memang disediakan untuk konsumen yang ingin melihat langsung koleksi Sleep Buddy. Dan omzet Sleep Buddy dari Tokopedia, lebih dari Rp900 juta setiap bulan.

“Transaksi di toko kami juga naik hampir 20x lipat pada Q1 2021 dibanding Q1 2020. Untuk konsumennya, didominasi dari Jabodetabek, Surabaya, Denpasar dan Bandung,”tambah Indah.

Permintaan konsumen yang semakin tinggi di Tokopedia, membuat Indah berpikir lebih cerdas bahwa produknya harus tetap berkualitas namun dari sisi harga relatif terjangkau. Jika bisnis ingin bertahan dan berkembang, maka varian produk harus ditambah.  

Produk utama Sleep Buddy, adalah  seprai, bed cover, sarung bantal dan sarung guling. Namun bertambahnya kebutuhan konsumen, sekarang Sleep Buddy mulai merambah ke home décor seperti sarung bantal sofa dan throw blanket.

Untuk inovasi produk, Indah melakukan pendekatan dan mendengar masukan dari konsumen. Cara ini dinilai sangat efektif untuk mengetahui kebutuhan konsumen itu seperti apa. Indah juga selalu mengevaluasi produk sendiri apa yang masih kurang dan harus diperbaiki dengan belajar dari produk pesaing.

Dalam menjaga kualitas, Indah menggunakan  bahan-bahan seperti katun Jepang, katun doby dan bahan tencel yang ramah lingkungan serta anti bakteri. Tersedia pula, produk fit size sangat cocok dengan kasur pelanggan. Selain itu, Sleep Buddy menerima pesanan custom.

Produk Sleep Buddy Bedding ini dijual dengan harga bervariasi tergantung jenis produk, ukuran dan bahannya.  Dengan menjaga kualitas, layanan dan harga yang bersaing, produk Sleep Buddy dapat diterima masyarakat Indonesia sebagai produk lokal dari Surabaya.

Kini usaha yang sudah ditekuni selama 12 tahun ini terus mengalami pertumbuhan dan perkembangan. Indah optimis, peluang bisnisnya dapat bertahan. Untuk itu, dia terus mengikuti beragam program yang diberikan Tokopedia seperti webinar. Sebagai pelaku UMKM, Indah berharap tetap mendapat dukungan untuk bisa mencapai target penjualan.

“Harapan kami tetap ada supporting system seperti yang Tokopedia lakukan sekarang, karena dengan adanya kerja sama dan support yang luar biasa dengan pihak e-commerce target penjualan berapa pun akan sangat mudah tercapai. Selama ini, juga ada  relation manager dari pihak Tokopedia yang selalu siap membantu kesulitan dan masalah  yang berkaitan dengan transaksi penjualan,”tukasnya.


UMKM Motor Penggerak Perekonomian Indonesia

CEO & Founder Tokopedia, William Tanuwijaya, menegaskan, pandemi COVID-19 berdampak signifikan pada keberlangsungan aktivitas ekonomi di Indonesia. Meski penuh rintangan, tidak sedikit UMKM yang menemukan kesempatan untuk bertahan, bangkit, dan tumbuh melalui adopsi digitalisasi, seperti apa yang dilakukan oleh Indah Catur Agustin, pelaku UMKM dari Surabaya.

“Kami di Tokopedia yakin bahwa selalu ada cara untuk ikut andil menjaga perputaran roda ekonomi bangsa. Tahun ini, genap 12 tahun Tokopedia bergerak bersama Indonesia. Bergerak membangun negeri melalui teknologi, menciptakan jembatan penghubung, dan membantu semua orang menciptakan peluang dan mendapatkan lebih. Prinsip ini pun kami pegang teguh ketika kita semua dihadapkan pada situasi yang menantang seperti saat ini, untuk #SelaluAdaSelaluBisa bagi masyarakat Indonesia,”tukas William.

Di tengah pandemi ini, para pelaku UMKM, termasuk di antaranya para penjual di Tokopedia, merupakan motor penggerak pemulihan perekonomian bangsa dan berkontribusi dalam mendukung terpenuhinya kebutuhan masyarakat Indonesia. Tokopedia bisa membantu masyarakat Indonesia bertahan di era pandemi lewat teknologi. 

Untuk itu, kata William, Tokopedia memberikan panggung seluas-luasnya bagi lebih dari 10 juta pegiat usaha untuk berkolaborasi, mengembangkan bisnis dan berinovasi. Tokopedia juga membantu lebih dari 100 juta masyarakat Indonesia untuk memenuhi kebutuhan harian mereka, sekaligus mendorong pemerataan ekonomi secara digital di Indonesia.  

Berdasarkan hasil riset Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) menunjukkan, 41,6 persen Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berjualan di Tokopedia karena kehilangan pendapatan saat COVID-19. Di sisi lain, penghasilan mayoritas yang bergabung juga meningkat 133 persen.

Kepala LPEM FEB UI, Riatu Mariatul Qibthiyyah, saat konferensi pers secara daring beberapa waktu lalu, mengatakan, penjualan daring menjadi penyelamat bagi UMKM saat COVID-19 dan UMKM jadi bisa bertahan.

“Masyarakat yang mengandalkan platform e-commerce untuk menghasilkan pendapatan mayoritas ibu rumah tangga. Selain itu, pelajar, wirausaha tanpa karyawan hingga pekerja lepas. Dan peningkatan transaksi UMKM di platform e-commerce karena pola konsumsi masyarakat yang berubah saat pandemi COVID-19. Banyak konsumen beralih ke layanan digital, termasuk e-commerce,”tukasnya.

VP of Corporate Communications Tokopedia, Nuraini Razak, menjelaskan, guna mendukung merchant yang berjualan di marketplace, Tokopedia memiliki beberapa fitur yakni fitur promosi, broadcast chat, statistik toko, hingga keuangan dimana pebisnis bisa meminjam modal untuk mengembangkan usahanya.

Selama 2020, jumlah penjual baru yang bergabung di Tokopedia selama 2020, bisa mengisi penuh Stadion GBK sebanyak 36x. Saat ini, Tokopedia menjadi rumah bagi lebih dari 9,9 juta penjual, dimana hampir 100 persen adalah UMKM, bahkan 94 persen berskala ultra mikro.

“Tokopedia juga terus membantu masyarakat beradaptasi melalui sejumlah inisiatif hasil kolaborasi dengan para mitra strategis. Contohnya, #JagaEkonomiIndonesia, Waktu Indonesia Belanja (WIB) dan masih banyak lainnya,”pungkasnya. (noer soetantini)

Teks foto :

1.Pemilik Sleep Buddy Bedding, Indah Catur Agustin, bersama para penjahitnya yang mayoritas dari Wonogiri.

2.Indah bersama karyawan di bagian produksi lainnya, dimana seluruh produksi Sleep Buddy Bedding dibuat di rumah.

3.Bahan-bahan untuk produk Sleep Buddy dibeli di pasar lokal.

4 & 5.Ekonografik katadata.co.id.

Foto : Dok.Indah Catur Agustin.

Advertising
Advertising
Pemadam Kebakaran
Surabaya Pusat
031-3533843-44
Surabaya Utara
031-3712208
Surabaya Timur
031-8411113
Surabaya Barat
031-7490486
Surabaya Selatan
031-7523687
Rumah Sakit & Klinik
RSUD Dr. Sutomo
031-5020079
RS Darmo
031-5676253
RS ST Vincentius A Paulo
031-5677562
RS William Booth
031-5678917
RS Adi Husada
031-5321256
Kepolisian
Polda Jatim
(031) 8280748
Polrestabes
(031) 3523927