Laporan Khusus

Andalkan OVO, Omzet UMKM Melonjak Lebih Dua Kali Lipat

26-10-2021

Surabaya, beritasurabaya.net - Rombong Batagor Agris sangat sederhana. Rombong hanya cukup untuk menyimpan bahan batagor dan penggorengan. Sayap rombong depan dan samping yang bisa dilipat, berfungsi untuk menaruh camilan maupun marketing kit OVO.

Keberadaan marketing kit OVO menjadi daya tarik tersendiri bagi Batagor Agris yang mangkal di pinggir Jalan Raya Wiyung No 450, Surabaya. Menurut Agus Suntoro (34) penjual batagor, saat ditemui beritasurabaya.net, Sabtu (23/10/2021) lalu, dengan adanya marketing kit OVO, membuat dirinya makin percaya diri berjualan.

“Meski cuma punya rombong kecil, ya tidak kalah sama yang punya restoran atau toko besar. Sama-sama pakai OVO lho. Dan itu membuat saya makin percaya diri (PD) berjualan,”kelakar Agus sambil melayani pembeli.

Tidak itu saja, memilih OVO sebagai opsi pembayaran digital, menurut Agus,  juga bisa meyakinkan pembeli bahwa dagangannya aman dan sehat dikonsumsi karena terjaga kebersihannya.  Selama jualan, otomatis tidak menyentuh uang tunai karena sistem pembayarannya sudah digital.

Terlebih selama pandemi, masyarakat juga sangat memperhatikan protokol kesehatan termasuk melihat bagaimana cara pedagang jalanan seperti dirinya, menjual jajanan. Dengan adanya OVO, pembeli juga makin dipermudah melakukan pembayaran tanpa harus turun dari motor maupun mobil.

“Batagornya siap, saya bawa QRIS Code ini ke pembeli yang datang dengan motor atau mobil. Mereka tinggal scan OVO di QRIS Code. Suatu saat nanti, inginnya punya mesin gesek biar makin keren,”tukas Agus yang berpendidikan akhir SMK Jurusan Mesin.

Sejak tahun 2018, Agus sudah menggunakan OVO setelah dua tahun berjualan batagor. Saat itu, banyak orang bicara soal OVO dan dirinya penasaran  mencari informasi hingga paham bahwa OVO itu adalah pembayaran digital yang bisa digunakan untuk bertransaksi apa saja baik secara online maupun offline.

Melihat manfaat OVO yang diperoleh,  Agus langsung menyetujui saat ditawari sales OVO untuk bergabung di OVO Merchant..

Setelah bergabung, usaha Batagor Agris ini langsung dikoneksikan dengan GrabFood. Otomatis, pembeli batagor  semakin banyak dan tentu saja meningkatkan transaksi penjualan. Apalagi kalau ada promo dari OVO, penjualan ikut naik.

“Sebelum bergabung di OVO, pembeli ya dari daerah Wiyung dan sekitarnya saja. Begitu bergabung, jangkauan pembeli makin luas karena mereka bisa membeli Batagor Agris lewat GrabFood. Ini tentunya membuat batagor saya makin dikenal masyarakat,”tutur Agus bangga dengan usaha batagor yang sudah dijalani selama 5 tahun ini.

Warga Sepanjang yang tinggal di Surabaya ini lantas menjelaskan saat tahun pertama menggunakan OVO, komposisi penggunaan uang tunai semakin berkurang. Dan saat ini, pembayaran dengan OVO sudah mencapai 85 persen dari total transaksi. Ada kenaikan 10 hingga 15 persen dari bulan lalu.

Sementara untuk pembelian langsung dan via aplikasi pesan-antar makanan, Agus menyebut, sehari bisa menjual 80 porsi batagor. Dari 80 porsi tersebut, 60 persen pembelian secara langsung dan 40 persen via aplikasi pesan-antar makanan.

Dari sisi omzet setelah bergabung di OVO, Agus mengatakan, mengalami peningkatan lebih dari dua kali lipat. Ini membuat usahanya terus berkembang. “Minggu depan, saya buka cabang di Sepanjang. Saya percayakan keponakan untuk mengurusi jualan di sana. Usaha batagor saya benar-benar terbantu dengan adanya OVO yang mempermudah saya dalam mengelola bisnis,”ungkap Agus, bapak 3 anak.

Agus menambahkan dengan fitur-fitur yang ada di OVO Merchant, pengelolaan keuangan bisa lebih terkontrol karena uang langsung masuk ke rekening. Selain itu, lebih aman tidak menyimpan uang tunai saat berjualan. “Mengingat posisi jualan saya di pinggir jalan dan jualan hingga jam 10 malam. Cukup beresiko juga kalau menyimpan uang tunai saat jualan,”ungkapnya.


Baru Buka Usaha, Langsung Pakai OVO

Tentang manfaat bergabung di OVO Merchant, juga dirasakan Dewi Linggawati (33) dan Felicia Florentina (34), pemilik usaha kuliner kekinian FlapJaks 2Go, yang ada di Loop Graha Family Surabaya. Meski baru tiga bulan membuka usaha kuliner kekinian, Dewi mengatakan, langsung bergabung di OVO Merchant saat ditawari sales OVO. Dirinya berani bergabung karena sudah merasakan manfaat dari OVO untuk usaha kuliner lainnya yang ada di Royal Square dan Mulyosari.

“Awal tahu soal OVO dari media sosial. Begitu buka usaha dengan brand yang berbeda di Royal dan Mulyosari, diputuskan pakai OVO. Di Loop ini, baru buka 3 bulan lalu, jadi langsung pakai OVO juga. Hanya saja usaha di sini menggunakan brand FlapJaks 2Go, beli franchise dari Bali yang awal 2021 booming. Kebetulan di Surabaya belum ada yang buka, sehingga saya beranikan diri beli franchise FlapJaks 2Go untuk buka cabang di sini,”paparnya.

Kenapa memilih OVO, Dewi menegaskan, saat membuka bisnis kuliner sudah masuk pandemi COVID-19. Sangat riskan jika bertukar uang secara riil ketika melakukan transaksi pembayaran. Berbeda halnya, jika membayar dengan OVO, tanpa ada sentuhan dengan uang tunai dan bisa mencegah penyebaran virus COVID-19. Jadinya, lebih nyaman, aman dan sehat.

“Kami juga mendukung program pemerintah dengan Gerakan Nasional Non Tunai (GNTT) dan mendukung mewujudkan cashless society,”ujar Dewi.

Pembeli FlapJaks 2Go di Loop tidak hanya penghuni perumahan elit di kawasan Surabaya Barat saja. Mereka yang berada di luar area perumahan, masih bisa menikmati aneka camilan FlapJaks 2Go lewat GrabFood yang sudah terintegrasi dengan OVO. Saat awal buka di sini, peningkatan transaksi sudah 40 persen. Dan dua minggu ini, omzet 50 persen dari OVO.

Manfaat lainnya, dengan memilih opsi pembayaran digital OVO, dirinya tidak harus direpotkan dengan urusan menukarkan uang di bank untuk penyediaan uang tunai di toko, pembukuan keuangan tertata rapi dan sudah ada totalnya, tinggal input di back office. Tiap tutup toko,  tidak perlu mengitung uang tunai. “Jadi bisnis yang dijalankan semakin hemat waktu, efektif dan efisien. Dengan adanya marketing kit OVO yang ada di toko, image jualan jelas terlihat makin keren sesuai dengan segmen pembeli FlapJaks 2Go kelas menengah,”ujar Dewi.

Felicia menambahkan untuk penggunaan aplikasi OVO sangat mudah. Mengingat usahanya relatif baru, jadi layanan pembayaran saja yang digunakan. Mungkin ke depannya bisa menggunakan layanan pembayaran pajak.


OVO Akselerasi Literasi dan Inklusi Keuangan

Sebagai platform pembayaran digital, rewards dan layanan keuangan terdepan serta paling banyak digunakan di Indonesia, OVO konsisten hadir untuk menjadi satu diantara pemicu peningkatan literasi dan inklusi keuangan di Indonesia. Selama 4 tahun, OVO melakukan akselerasi transformasi pembayaran digital di Indonesia.

Regional Manager OVO Jawa Timur, Andri Juniartha, mengatakan, di Jawa Timur, akselerasi transformasi pembayaran digital juga terus dilakukan. Diantaranya, aktif melakukan pendaftaran merchant baru di berbagai segmen UMKM termasuk UMKM mikro dan melakukan edukasi.

Selama 4 tahun perjalanan OVO, masih belum cukup waktu melakukan edukasi bagi seluruh UMKM di Jawa Timur. Untuk itu, edukasi dilakukan bersama-sama Bank Indonesia dan Penyelenggaran Jasa Sistem Pembayaran (PJSP). “Tugas kami adalah mengedukasi dan membuat UMKM melek digital. Harapannya, semakin banyak UMKM teredukasi, semakin cepat pula UMKM masuk ke dalam eksosistem digital yang inklusif dan mendorong literasi keuangan seperti yang diharapkan pemerintah,”tukasnya.

Selain menjadi platform pembayaran digital terpopuler di Indonesia, OVO di Jawa Timur juga terpopuler dan paling sering digunakan sebagai pembayaran digital. “Ada beberapa catatan yang ditorehkan OVO menurut survei Kadence International yakni sebanyak 71 persen pengguna aktif dengan tingkat brand awareness hingga 96 persen. Hal ini tentu menjadikan OVO sebagai platform pembayaran digital terpopuler di Indonesia termasuk di Jawa Timur,”kata Andri.

OVO merupakan aplikasi yang ramah dan mudah digunakan. OVO sendiri ada dua yakni OVO User dan OVO Merchant, khusus bagi UMKM yang ingin mengembangkan bisnisnya melalui ekosistem digital yang inklusif.

OVO Merchant, Andri menjelaskan, merupakan sistem pembayaran yang memungkinkan UMKM menggunakan uang digital dan mengelola bisnis dalam satu aplikasi saja. Pengguna bisa  mengatur penghasilan dengan aman dan tenang.

Dengan OVO Merchant, semua jadi dua kali lebih cepat, pengguna tidak hanya menghemat waktu dalam urusan uang tunai tapi tetap bisa fokus pada bidang bisnis lainnya. Di OVO Merchant, bisa melihat riwayat transaksi, laporan keuangan harian, laporan keuangan bulanan. OVO juga mendukung program QRIS Code dan ini artinya mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi digital.

Sementara itu, Presiden Direktur OVO, Karaniya Dharmasaputra, melalui keterangan resmi pada media saat perayaan HUT ke-4 OVO, bulan lalu, menyampaikan, bahwa semangat #BertransformasiBersamaOVO4Tahun merupakan wujud terima kasih OVO kepada seluruh pengguna, merchant, mitra, pemangku kepentingan dan para karyawan atas kolaborasinya selama ini dalam membantu meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di Indonesia melalui akselerasi transformasi pembayaran digital.

Jangkauan OVO yang semakin luas dari tahun ke tahun tidak lepas dari penerimaan positif dan aktif masyarakat yang semakin mengenal literasi dan kini inklusif keuangan digital. OVO  hadir di lebih dari 430 kota dan kabupaten, dengan lebih dari 1 juta merchant dari berbagai industri, termasuk UMKM yang telah mengimplementasikan QRIS. 

Sejak awal, kata Karaniya, OVO mengadopsi prinsip open ecosystem dan model terintegrasi untuk menciptakan lanskap pembayaran digital dan layanan keuangan yang inklusif. OVO juga telah berkembang mencakup asuransi, investasi hingga pinjaman.

Kehadiran OVO terbukti memberikan efek ganda  positif yang tidak hanya memberikan manfaat kepada pengguna, tetapi juga bagi merchant yang bergabung. “Inilah yang menjadi pemicu digitalisasi untuk masyarakat, UMKM dan mitra sehingga menciptakan siklus pertumbuhan yang positif, seperti contohnya OVO mampu mencatat peningkatan transaksi merchant online sebesar 76 persen di semester pertama 2021. Hal ini juga didukung oleh studi CORE Indonesia yang juga mencatat 82 persen UMKM menyatakan terbantu oleh ekosistem OVO yang luas,”pungkas Karaniya. (noer soetantini)

Teks foto :

1.Agus Suntoro mengandalkan OVO untuk membantu membangun bisnis batagornya. Agus yakin dengan ekosistem digital inklusif yang dimiliki OVO, bisnisnya lebih cepat berkembang.

2.Dewi dan Felicia, dua ibu rumah tangga yang berpendidikan sarjana ini juga percaya ekosistem OVO bisa meningkatkan transaksi penjualan serta omzet FlapJaks 2Go. Meski ibu rumah tangga, mereka siap menjadi pebisnis tangguh dengan dukungan OVO.

3.Ekonografik Dukungan OVO Terhadap UMKM.

Foto :

1 & 2 Titin

3 Dok.OVO

Advertising
Advertising
Pemadam Kebakaran
Surabaya Pusat
031-3533843-44
Surabaya Utara
031-3712208
Surabaya Timur
031-8411113
Surabaya Barat
031-7490486
Surabaya Selatan
031-7523687
Rumah Sakit & Klinik
RSUD Dr. Sutomo
031-5020079
RS Darmo
031-5676253
RS ST Vincentius A Paulo
031-5677562
RS William Booth
031-5678917
RS Adi Husada
031-5321256
Kepolisian
Polda Jatim
(031) 8280748
Polrestabes
(031) 3523927