Perempuan

Kampanye No! Go! Tell! Mekanisme Perlindungan Diri

08-07-2021

Jakarta, beritasurabaya.net - Pemerintah saat ini tengah menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat untuk Pulau Jawa dan Bali. PPKM darurat adalah suatu situasi yang membuat masyarakat tidak nyaman namun demi menekan laju penularan COVID 19 maka perlu adanya pembatasan pergerakan orang untuk menjaga keselamatan masyarakat.

Kondisi ini bukan menjadi penghalang semangat kita untuk meneruskan perjuangan melawan kekerasan seksual. Dengan tetap berada dalam koridor kebijakan PPKM Darurat yang berlaku, semangat dari setiap elemen masyarakat yang bergabung dalam barisan pendukung Rancangan Undang-undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS) masih belum surut hingga saat ini.

Urgensi pengesahan RUU PKS dinilai masih penting mengingat kasus kekerasan seksual di Indonesia masih tinggi dan beberapa kasus belum terselesaikan dengan baik.  Berdasarkan data CATAHU 2021 dari Komnas Perempuan mengatakan sepanjang tahun 2020 kasus kekerasan seksual terjadi sebanyak 1.938 kasus atau sekitar 30 persen di ranah personal/privat.

Melihat tingginya angka kasus tersebut, maka sekarang waktunya untuk menyuarakan kembali dukungan terhadap kampanye Stop Sexual Violence. The Body Shop Indonesia bersama para mitra yakni Yayasan Plan International Indonesia, Magdalene, Yayasan Pulih, dan Makassar International Writers Festival (MIWF) telah berhasil meningkatkan awareness publik terhadap isu kekerasan seksual melalui kampanye Stop Sexual Violence (SSV) Tahap Pertama yang digelar pada November 2020 hingga April 2021 lalu.

Penyerahan petisi 421,218 tanda tangan kepada pihak DPR RI menjadi milestone penting dari kampanye SSV Tahap Pertama yang menandai komitmen kuat dan keseriusan segenap pihak dalam upaya mendukung pengesahan RUU PKS.

The Body Shop Indonesia bersama para mitra melihat bahwa perjuangan masih belum berhenti sampai di sini. Untuk itu, seluruh pihak masih akan terus mengawal dan melanjutkan perjuangan ini melalui Stop Sexual Violence Tahap Kedua yakni Kampanye No! Go! Tell! (Katakan Tidak, Jauhi, Laporkan!). Kampanye yang memiliki fokus secara penuh pada pencegahan (prevention) dan pemulihan (recovery) korban tersebut digelar secara resmi melalui acara Press Conference Kampanye No! Go! Tell! dan Peluncuran Produk Terbaru Rangkaian White Musk, Kamis (8/7/2021).

Hadir sebagai narasumber acara antara lain; Suzy Hutomo (Executive Chairperson and Owner The Body Shop Indonesia), Aryo Widiwardhono (CEO The Body Shop Indonesia), Luluk Nur Hamidah (Anggota Komisi IV DPR RI / Sekjen KPP RI), Ratu Ommaya (Head of Values, Community & Public Relations The Body Shop Indonesia), Dini Widiastuti (Direktur Eksekutif Yayasan Plan International Indonesia), Wawan Suwandi (Public Relations Yayasan Pulih), Lily Yulianti Farid (Founder & Director Makassar International Writers Festival) dan Kartika Jahja (Singer & Activist).

Owner & Executive Chairperson The Body Shop Indonesia, Suzy Hutomo, mengajak mendukung PPKM Darurat sehingga kita mengedepankan keselamatan sesama umat manusia dengan meminta melakukan berbagai aktivitas dari rumah. Dalam hal ini  melakukan aktivitas dari rumah dengan terus berkampanye sebagai konsistensi mengawal RUU PKS melalui peluncuran kampanye No! Go! Tell!.

Kampanye ini merupakan kelanjutan dari perjuangan bersama yang sudah dimulai pada November 2020 hingga 7 April 2021. Di tahap kedua ini, pihaknya ingin menjangkau lapisan masyarakat lebih  luas lagi, mulai dari anak-anak dan pelajar, mahasiswa, hingga lingkungan perkantoran, dengan fokus utama yakni edukasi dan tindak pencegahan kekerasan seksual melalui  mekanisme dasar, No! Go! Tell!, dengan dukungan dari seluruh mitra The  Body Shop Indonesia.

“Melalui  mekanisme perlindungan diri dasar yang diciptakan dalam kampanye ini diharapkan bisa  menjadi mekanisme yang melindungi masyarakat ketika menghadapi situasi yang rawan kekerasan seksual. Semangat yang terkandung di dalam No! Go! Tell! adalah menemukan kekuatan dan kemampuan merespon suatu keadaan yang genting. Dan, di tengah gelombang pandemi yang hantamannya sedang kita semua rasakan, No! Go! Tell! dapat menjadi sumber kekuatan diri, untuk melindungi sesame,”papar Suzy.

CEO The Body Shop Indonesia, Aryo Widiwardhono, mengatakan gelombang kedua pandemi yang tengah kita hadapi membuat kita kembali siaga dan berjaga-jaga. Menjaga diri, keluarga dan orang-orang di lingkungan kerja dan lingkaran sosial kita, adalah hal yang utama.

Di tengah situasi yang memprihatinkan ini, The Body Shop Indonesia turut ambil peran dengan mengedepankan harapan dan kemampuan kita untuk bekerja sama dalam melindungi diri dan sesama. “No! Go! Tell! kampanye Stop Sexual Violence Tahap Kedua yang kami luncurkan ini adalah salah satu strategi yang universal sifatnya, yang telah diajarkan di sejumlah negara. Dalam Kampanye No! Go! Tell!, kami akan lebih banyak mengedukasi masyarakat dan publik tentang bagaimana mengatasi isu kekerasan seksual, terutama dalam hal pencegahan. Edukasi lanjutan seperti inilah yang nantinya akan menjadi perisai kita bersama untuk mencegah lebih banyak lagi terjadi kasus kekerasan seksual di Indonesia yang dapat dilakukan mulai dari perlindungan diri dan teman terdekat terlebih dahulu,”ungkapnya.

Anggota Komisi IV DPR RI/Sekjen KPP RI, Luluk Nur Hamidah, mengajak terus mengawal RUU PKS di DPR RI. Saat ini kita tidak boleh pesimis walaupun kondisi perjalanan RUU PKS di DPR RI sedikit menyusut. Proses yang sudah berjalan sampai saat ini adalah Rapat Dengar Pendapat Umum dan belum ada pembahasan lanjutan di DPR RI.

“Disamping itu, Saya mengapresisasi inisiatif kampanye No! Go! Tell! yang diusung oleh The Body Shop Indonesia bersama Para Mitra yang diharapkan dapat menjadi suatu mekanisme publik untuk mencegah kekerasan seksual. Melalui mekanisme ini, Saya berharap agar Korban bisa menemukan ruang aman, tidak merasa sendirian dan ikut berdiri bersama Korban serta saling menguatkan. Saya juga berharap kedepannya tidak ada ruang tabu dalam hal pengungkapan kekerasan seksual, tidak ada juga ruang-ruang stigma yang terjadi pada korban,”ujarnya.

Luluk menambahkan kampanye ini harus didukung dan tidak berhenti. Tentunya kita tidak menggantungkan hanya kepada kepada DPR RI. Mari bersama-sama maju, sehingga RUU PKS tidak hanya inisiatif DPR RI, tetapi diusung bersama-sama. Sehingga mana yang lebih cepat dan mana yang lebih baik, serta memungkinkan agar RUU PKS dapat segera disahkan. Dan jangan pernah lelah untuk memperjuangkan hak-hak korban kekerasan seksual.

Head of Values, Community & Public Relations The Body Shop Indonesia, Ratu Ommaya, menyatakan terdapat dua aspek yakni Prevention (Pencegahan) dan Recovery (Pemulihan). Untuk aspek  Prevention (Pencegahan), tujuan utamanya membuat mekanisme keamanan bagi  semua perempuan dan perempuan muda dalam mencegah mereka dari bahaya kekerasan  seksual. Sedangkan untuk aspek Recovery (Pemulihan), The Body Shop Indonesia menggandeng Yayasan Pulih dalam menciptakan ruang aman (safe space) dan program pemulihan bagi korban kekerasan seksual, khususnya kaum perempuan maupun remaja perempuan.

Katakan Tidak (No!) - Pahami apa saja bentuk kekerasan seksual dan berani berkata TIDAK jika  mengalami tindak kekerasan seksual. Jauhi (Go!) - JAUHI pelaku dan pergi dari tempat yang membuat Anda tidak nyaman dan  segera cari tempat yang lebih aman.  Laporkan (Tell!) - LAPORKAN kejadian kepada pihak atau orang yang Anda percayai. Didukung  dengan informasi lengkap mengenai Yayasan/Lembaga/komunitas yang dapat menampung  pengaduan atas situasi kekerasan seksual agar para korban mendapat rasa tenang dan aman.

Selain mengisi petisi di situs www.tbsfightforsisterhood.co.id, Ratu juga menjelaskan dukungan terhadap kampanye No! Go! Tell! dapat dilakukan melalui pembelian produk White Musk Range. Iconic product  dengan aroma musk ini berpadu dengan wangi floral yang mampu memberikan sensasi wangi yang menyegarkan, lembut, dan sensual.

“White Musk Range digunakan sebagai product ambassador kampanye No! Go! Tell!. White Musk Range yang sejak dahulu dikenal sebagai produk yang membawa misi “power in the bottle”. Dibalik aroma White Musk menjadi spirit power bagi setiap orang untuk melakukan perubahan baik bagi sekitarnya. Untuk itu, dengan melakukan pembelian produk White Musk Eau de Toilette dan Gift White Musk Topper setiap orang sudah berkontribusi dalam mendukung kampanye No! Go! Tell! sejumlah Rp 5.000,00 dari setiap produk yang terjual akan didonasikan ke Yayasan Pulih untuk program pencegahan dan pemulihan korban kekerasan seksual.

Ratu Ommaya menambahkan “Dalam mendukung edukasi pencegahan kekerasan seksual bagi anak, The Body Shop Indonesia juga akan meluncurkan Buku Dongeng No! Go! Tell! dengan judul “Saat Tiara dalam Bahaya”  pada pertengahan bulan Juli yang dapat diakses melalui www.tbsfightforsisterhood.co.id. Buku dongeng ini dapat digunakan untuk mempererat hubungan antara orangtua dan anak selama menghadapi masa pandemi kedua.

Buku ini dapat membangun interaksi mengisi aktivitas di rumah. Buku ini ditulis oleh Watiek Ideo dan Zahara Keisha, yang merupakan ibu dan anak. Keduanya bersama Alnurul Gheulia sebagai ilustrator, serta Laura Lesmana Wijaya sebagai konsultan bahasa isyarat turut berkontribusi dalam pembuatan buku dongeng.

Tokoh Tiara adalah seorang Tuli yang sehari-hari menggunakan bahasa isyarat dalam berkomunikasi. Pada suatu hari pada saat bermain Tiara diganggu oleh orang yang tidak dikenal. Sebagai seorang teman, Sita dan Bima menolong Tiara dari bahaya. Buku dongeng No! Go! Tell! dikemas dengan bahasa yang mudah dipahami dan menarik dengan gambar yang disajikan” ujar Maya.

Direktur Eksekutif Yayasan Plan International Indonesia,  Dini Widiastuti, mengatakan dampak kekerasan berbasis gender, salah satunya kekerasan seksual, dapat berakibat fatal bagi tumbuh kembang anak dan kaum muda, terutama perempuan. Plan Indonesia  berkomitmen untuk memberikan ruang aman yang setara, serta perlindungan dan kebijakan  yang mendorong kesetaraan bagi anak perempuan, salah satunya dengan kolaborasi lintas sektor.

“Dengan begitu, kami juga berharap dapat berkontribusi terhadap pengurangan angka  kekerasan berbasis gender di Indonesia. Melalui Kampanye Katakan Tidak,  Jauhi, Laporkan, Plan Indonesia berkolaborasi dengan The Body Shop Indonesia untuk  mengedukasi masyarakat khususnya anak-anak dan pelajar tentang pentingnya pencegahan  kekerasan seksual di lingkungan pendidikan,”tukasnya.

Public Relations Yayasan Pulih, Wawan Suwandi,  menyatakan bahwa Yayasan Pulih mengapresiasi berlanjutnya kolaborasi antara The Body Shop Indonesia, Yayasan Pulih, Magdalene, Makassar International Writers Festival, dan Plan Indonesia, dimana kolaborasi tersebut sebagai upaya bersama untuk terus memperjuangkan pencegahan kekerasan seksual di Indonesia, dalam sebuah Kampanye Katakan Tidak, Jauhi, Laporkan.

Pada kampanye kali ini, selain  membuka layanan konsultasi psikologi bagi korban dan penyintas kekerasan seksual, Yayasan Pulih juga akan menjalankan program psikoedukasi, kelas dukungan bagi penyintas dan penguatan kapasitas kelembagaan. (nos)

Teks foto :

The Body Shop Indonesia bersama para mitra melihat bahwa perjuangan masih belum berhenti sampai di sini. Untuk itu, seluruh pihak masih akan terus mengawal dan melanjutkan perjuangan ini melalui Stop Sexual Violence Tahap Kedua yakni Kampanye No! Go! Tell!

Foto : Istimewa.

Advertising
Advertising
Pemadam Kebakaran
Surabaya Pusat
031-3533843-44
Surabaya Utara
031-3712208
Surabaya Timur
031-8411113
Surabaya Barat
031-7490486
Surabaya Selatan
031-7523687
Rumah Sakit & Klinik
RSUD Dr. Sutomo
031-5020079
RS Darmo
031-5676253
RS ST Vincentius A Paulo
031-5677562
RS William Booth
031-5678917
RS Adi Husada
031-5321256
Kepolisian
Polda Jatim
(031) 8280748
Polrestabes
(031) 3523927