Perempuan

PJJ Beri Hikmah Agar Setiap Orang Berpikir Kreatif

02-08-2021

Surabaya, beritasurabaya.net - Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari meminta para guru bersabar menghadapi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) ini. Karena, sebenarnya PJJ memberikan hikmah yakni tantangan agar setiap orang bisa berpikir kreatif.

Hal tersebut disampaikan Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, dalam webinar “Pembelajaran Tatap Muka (PTM) vs Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ)” yang digelar Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI) kerjasama dengan IDN Times, Sabtu (31/7/2021) lalu. Webinar ini diikuti oleh 11 cabang FJPI, dengan menghadirkan narasumber yakni Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari dan Direktur Sekolah Dasar Ditjen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Menengah (PAUD Dikdasmen) Kemendikbud, Dra. Sri Wahyuningsih, M.Pd.

Menurut Wali Kota Mojokerto, dengan adanya PJJ, memaksa kita lebih kreatif baik pendidik maupun murid-murid. Karena mereka mempunyai target transfer ilmu dan bagaimana kurikulum ini berjalan lancar dan materinya bisa sampai.

Ika juga mengatakan tidak menutup kemungkinan ingin segera kembali menerapkan PTM terbatas. Sebelumnya, uji coba PTM di Mojokerto, sudah dilakukan pada 30 November-11 Desember 2020 yang kemudian dilanjutkan dengan PTM terbatas pada 1 Maret-21 Juni 2021. Sayangnya, PTM harus  kembali terhenti dikarenakan adanya PPKM.

"Sejauh ini berjalan lancar. Alhamdulillah selama PTM tidak ada dampak munculnya kasus baik pada anak-anak maupun pada guru dan tenaga di sekolah," sebutnya.

Pelaksanaan PJJ ini tidak semulus yang diharapkan oleh para guru. Ada muridnya yang terpaksa tidak bisa mengikuti PJJ sejak masuk sekolah lantara tidak memiliki handphone yang memadai untuk PJJ.

Seperti diungkpkan Kepala SMP Negeri 3 Kota Mojokerto. PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru)  sudah selesai dan sekolah sudah berjalan 2 minggu. Tapi ada satu anak yang belum pernah sama sekali ikut kelas daring.

“Guru sama wali kelasnya saja sampai tidak tahu anaknya, cuma tahu namanya. Rupanya, murid tersebut tidak mempunyai handphone yang memadai," ujar Rejo saat bercerita di Webinar.

Alhasil, murid tidak bisa mengikuti pembelajaran dengan baik. Rejo kemudian berencana untuk mengunjungi anak tersebut dan mencarikan solusi baginya.

"Kami merencanakan home visit di minggu depan. Kebetulan di sini kasus sedang luar biasa jadi kami harus hati-hati. Sudah kami koordinasikan," tuturnya.

Hal yang sama juga diungkapkan Kepala SDN Gedongan I Kota Mojokerto, Endang Soenarijati. PJJ membuat konsep-konsep pembelajaran tidak bisa tersampaikan dengan baik, terutama kepada anak-anak SD yang amat aktif dan susah fokus.

"Banyak sekali lost concept. Sehingga kita PTM terbatas kemarin itu, untuk anak kelas 3 perkalian saja harus mengulang dari awal. Kami ini ingin PTM lagi, tapi takut," ungkapnya.


Sementara itu, Direktur Sekolah Dasar Ditjen PAUD Dikdasmen Kemendikbud, Dra. Sri Wahyuningsih, M.Pd, mengatakan, Pemerintah telah memberlakukan kebijakan pembelajaran di masa pandemi COVID 19. Untuk Kabupaten/Kota sasaran PPKM Level 4 dan Kabupaten/Kota selain sasaran PPKM Level 4 yang berada di Zona Merah, melaksanakan pembelajaran melalui Daring. Kabupaten/Kota selain sasaran PPKM Level 4, dan Kabupaten/Kota selain zona merah, Pembelajaran Tatap Muka Terbatas perlu diakselerasi dengan tetap menjalankan protokol kesehatan.

Berdasarkan data survei pelaksanaan PTM Terbatas, per 27 Juli 2021, kata Sri, dari total sekolah 536.461 dengan total responden 218.620 sekolah, menunjukkan 69.113 sekolah atau 29,99 persen sudah melaksanakan PTM. Sedangkan 70,01 persen atau 149.088 sekolah belum melaksanakan PTM.

Belajar di saat PTM Terbatas, menurut Sri, bisa tetap menarik, menyenangkan dan bermakna. Para murid bisa  belajar di laboratorium alam; belajar di luar kelas Metode STEM; dan belajar di luar kelas.

“Bagi daerah Zona Merah dan Orange yang belum PTM sama sekali, bisa mengoptimalkan Project Based Learning untuk membuat pembelajaran yang menyenangkan. Guru dan Orang Tua dapat bekerjasama untuk tetap memberikan pembelajaran yang terbaik bagi peserta didik. Kreativitas dan inovasi pembelajaran di masa pandemi sangat diperlukan. Beban administrasi guru juga telah dikurangi, agar guru dapat fokus dalam pembelajaran yang aktif, interaktif, dan menyenangkan,”paparnya.

Adapun ukuran kinerja guru di masa pandemi, Sri menyebut, Sehat, dengan memastikan guru dan murid tetap sehat, aman, nyaman dalam belajar di masa pandemi; Mandiri, guru dapat mengembangkan diri, dengan refleksi, berbagi, dan berkolaborasi secara mandiri; Berpihak Pada Murid, memastikan murid mendapatkan pengalaman belajar yang menyenangkan dan bermakna sesuai kebutuhannya; Manajemen Pembelajaran, dengan merencanakan, menjalankan, merefleksikan dan mengevaluasi pembelajaran yang berpusat pada murid dan Kode Etik, dengan memiliki kematangan moral, emosi, dan spiritual untuk berperilaku sesuai kode etik.

“Terobosan program dari pemerintah daerah juga diperlukan untuk mendukung pembelajaran di masa pandemi yang menyenangkan dan bermakna. Dan belajar menyenangkan bisa dilakukan di rumah seperti ibu mengajak anak-anak untuk membuat roti bersama. Dalam proses membuat roti, terdapat pembelajaran literasi, numerasi,”pungkasnya. (nos)

Teks foto :

1.Webinar “Pembelajaran Tatap Muka (PTM) vs Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ)” yang digelar Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI) kerjasama dengan IDN Times, Sabtu (31/7/2021) lalu.

2.Belajar di masa pandemi bisa dengan mengajak murid belajar di luar kelas.

Foto : Istimewa.

Advertising
Advertising
Pemadam Kebakaran
Surabaya Pusat
031-3533843-44
Surabaya Utara
031-3712208
Surabaya Timur
031-8411113
Surabaya Barat
031-7490486
Surabaya Selatan
031-7523687
Rumah Sakit & Klinik
RSUD Dr. Sutomo
031-5020079
RS Darmo
031-5676253
RS ST Vincentius A Paulo
031-5677562
RS William Booth
031-5678917
RS Adi Husada
031-5321256
Kepolisian
Polda Jatim
(031) 8280748
Polrestabes
(031) 3523927