Perempuan

Tips Bagi Perempuan Pendiri Perusahaan Rintisan

19-11-2021

Jakarta, beritasurabaya.net - Pendiri  Aruna, ErudiFi, dan Prieds Technology, secara resmi lulus dari program mentoring Google for Startups: Women Founders Academy yang dilakukan selama 12 minggu untuk perusahaan rintisan yang dipimpin perempuan di Asia Pasifik. Ketiga perempuan pendiri perusahaan rintisan ini mempunyai tips bagi perempuan yang ingin sukses seperti mereka.

Co-Founder & Chief Corporate Officer, Aruna,  Utari Octavianty, mengatakan mendukung founder perempuan berarti memberikan kesempatan kepada perempuan untuk mendapatkan pengetahuan dan jaringan. Bagi Utari, Google Women Founders Academy ini sangat menarik.

Sebagai founder perempuan di Aruna yang merupakan startup bidang perikanan dan kelautan yang industrinya di dominasi oleh pria membuat dirinya mendapatkan semangat baru karena bertemu dengan berbagai wanita hebat dari latar belakang industri yang berbeda tapi memiliki kesamaan yakni sebagai founders dan leaders. Saat sesi berlangsung banyak masalah yang dihadapi merupakan masalah serupa, dan yang lebih menarik lagi karena semua pesertanya wanita atmosfir diskusi sangat terbentuk dan saling memberikan support satu sama lain.

“Saya sangat merekomendasikan program ini, karena ini berbeda dari kebanyakan pelatihan yang pernah saya ikuti, kami tidak hanya berfokus pada bisnis, tp banyak faktor pendukung yang mungkin selama ini luput dari kacamata kita selaku founders tapi ternyata berpengaruh signifikan terhadap bisnis,”tukasnya.

Co-Founder, ErudiFi, Ketty Lie, menyampaikan, salah satu takeaway utama yang ia dapatkan dari program Google Women Founders Academy adalah pentingnya self-care sebagai seorang founder. Konsep energy wheel mengajarkan bahwa seringkali kita mengutamakan kebutuhan tim dan bisnis, dan ini tentunya sangat penting.

Namun, jika kita tidak meluangkan waktu untuk check-in dengan diri sendiri dan memastikan bahwa sumber energi kita masih terpenuhi, maka kemungkinan untuk burnt-out itu sangat nyata. Jika sudah burnt-out maka akan sulit untuk memimpin dengan efektif.

“Selain itu, semakin berkembangnya bisnis dan tim, yang dibutuhkan dari seorang founder adalah arahan dan bimbingan. Kesibukan itu akan selalu ada, tapi kita tetap harus jadwalkan dan luangkan waktu untuk pause sehingga sudut pandang dapat lebih panjang dan luas. Mengikuti Google Women Founders Academy merupakan salah satu waktu pause saya,”ungkapnya.

Co-founder & Chief Commercial Officer, Prieds Technology, Vanessa Geraldine,  bercerita, program ini menarik baginya karena berkesempatan untuk mendengarkan tips langsung dari berbagai ahli di Google yang dapat langsung diterapkan. Dirinya sangat terbantu dan banyak belajar tentang kepemimpinan dari mentor, tentang pentingnya sebagai pendiri untuk take care diri sendiri agar bisa memimpin tim dengan baik.

Banyak hal yang ia dapatkan dan dapat diterapkan di perusahaan, terutama tentang OKR dan internal organizational management, waktunya tepat sekali untuk perencanaan tahun 2022. “Kami mendapatkan banyak insight tentang bagaimana Google menerapkan HR practices, partnership dan framework go-to-market strategy, serta mendapatkan tips fundraising. Yang paling penting, saya bersyukur sekali dapat mendapatkan sebuah komunitas women founders melalui program ini, good to know that I'm not alone in the battle!,”pungkasnya. (nos)

Teks foto :

Co-Founder & Chief Corporate Officer, Aruna,  Utari Octavianty.

Foto : Istimewa.

Advertising
Advertising
Pemadam Kebakaran
Surabaya Pusat
031-3533843-44
Surabaya Utara
031-3712208
Surabaya Timur
031-8411113
Surabaya Barat
031-7490486
Surabaya Selatan
031-7523687
Rumah Sakit & Klinik
RSUD Dr. Sutomo
031-5020079
RS Darmo
031-5676253
RS ST Vincentius A Paulo
031-5677562
RS William Booth
031-5678917
RS Adi Husada
031-5321256
Kepolisian
Polda Jatim
(031) 8280748
Polrestabes
(031) 3523927