Ekonomi & Bisnis

450 Kalender Kegiatan Pariwisata Di Jatim, Gagal Total

17-04-2021

Surabaya, beritasurabaya.net - Industri pariwisata paling terdampak pandemi Covid-19 450 calender of events dari kabupaten/kota di Jawa Timur . Bahkan (Jatim), gagal total dilaksanakan begitu terjadi pandemi.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pariwisata Jatim, Sinarto, dalam “Pelatihan Wartawan, Sinergi Dukung Wisata Jawa Timur”, yang digelar Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jawa Timur, di Hotel Bisanta Bidakara, Surabaya, 17-18 April 2021.

Dengan adanya pandemi Covid-19, kata Sinarto, 450 kalender kegiatan pariwisata dari kabupaten/kota lebih dipertajam lagi. Sebelum pandemi, masing-masing kabupaten/kota sudah memiliki kalender kegiatan pariwisata yang ditawarkan ke wisatawan baik domestik maupun mancanegara.

“Hanya saja, kalender kegiatan tersebut belum mampu menjadi sarana informasi yang efektif dan maksimal terkait apa yang bisa dilakukan wisatawan jika datang ke kota atau kabupaten yang ada di Jawa Timur. Februari 2020, 450 kalender kegiatan sudah dilaporkan dan Maret terjadi pandemi Covid-19. Jadi gagal total dilaksanakan, dan selama pandemi, kalender tersebut kita pertajam baik paket yang ditawarkan maupun event budaya,”papar Sinarto.


Selain kalender kegiatan pariwisata, ungkap Sinarto, Jawa Timur memiliki 479 desa wisata yang dilaporkan oleh kabupaten kota. Seperti Kabupaten Trenggalek saja mempunyai 30 desa wisata. Namun dari 479 desa wisata tersebut hanya 30 persen saja yang benar-benar menjadi desa wisata mandiri dan maju, dengan melaksanakan standar protokol kesehatan, yang layak dikunjungi oleh wisatawan nusantara maupun mancanegara.

Desa Wisata di Jawa Timur, tambah Sinarto, berbeda secara karakter dengan Desa Wisata di Jawa Tengah maupun yang ada di Bali. Rata-rata Desa Wisata di Jawa Timur ini merupakan Desa Wisata yang dibuat dengan memanfaatkan kondisi yang sudah ada kemudian dikembangkan menjadi tujuan wisata. Seperti di Gresik, bekas galian C, dikelola desa untuk menjadi obyek wisata.

Sementara di Jawa Tengah dan Bali, desa wisata berdasarkan potensi seni budaya yang sudah dimiliki masyarakat desa secara turun temurun, kemudian dipertahankan menjadi desa wisata.

Kepala Kantor Perwakilan BI Jatim, Difi Ahmad Johansyah, dalam sambutan pembukaan, mengatakan, informasi yang akurat tentang paket-paket wisata yang ditawarkan kabupaten/kota belum tergarap maksimal. Misalnya, tamu Jakarta melakukan perjalanan bisnis ke Surabaya. Usai melakukan pekerjaan, tidak tahu harus kemana atau tempat apa saja yang bisa dikunjungi. Alhasil, waktu yang tersisa dihabiskan di hotel saja.

Ini berbeda dengan Kota Penang Malaysia. Begitu seseorang datang ke kota tersebut, sudah mendapatkan informasi terkait apa saja yang bisa dilakukan selama berkunjung ke Kota Penang.

BI Jatim, kata Difi, juga memiliki tanggung jawab sosial untuk ikut mempromosikan pariwisata di Jawa Timur. Karena kalau pariwisata kembali bangkit dan ramai, dampak positifnya akan membangkitkan perekonomian masyarakat.

Menurut Difi, selama ini banyak informasi pariwisata kurang lengkap, kurang detil, seperti cara menuju ke obyek wisata, apa saja yang bisa dilakukan di tempat tersebut. “Melalui pelatihan ini, wawasan yang didapat  mampu menambah semangat para wartawan dalam menulis berita yang berkualitas, terlebih dari kegiatan ini juga disertai dengan lomba karya jurnalistik,”tukasnya.

Difi juga mengingatkan, perkembangan media  digital hendaknya bisa dimanfaatkan para jurnalis untuk lebih kreatif dan produktif. "Membuat konten di kanal YouTube, dengan kemasan yang informati dan sangat menarik akan bisa menghasilkan uang,"jelasnya. (nos)

Teks foto :

1.Kepala Dinas Pariwisata Jawa Timur, Sinarto, saat menjelaskan industri pariwisata era pandemi Covid-19.

2.Kepala Kantor Perwakilan BI Jatim, Difi Ahmad Johansyah (dua dari kanan), usai memberikan cinderamata kepada para narasumber yakni Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Jawa Timur, Sinarto (dua dari kiri); Hatim Veraby Redaktur Harian Sindo, (kiri); Elba Damhuri Redaktur Republika (tidak dari kiri), dan Tommy Aryanto dari Tempo Group (kanan).

Foto : Titin.

Advertising
Advertising
Pemadam Kebakaran
Surabaya Pusat
031-3533843-44
Surabaya Utara
031-3712208
Surabaya Timur
031-8411113
Surabaya Barat
031-7490486
Surabaya Selatan
031-7523687
Rumah Sakit & Klinik
RSUD Dr. Sutomo
031-5020079
RS Darmo
031-5676253
RS ST Vincentius A Paulo
031-5677562
RS William Booth
031-5678917
RS Adi Husada
031-5321256
Kepolisian
Polda Jatim
(031) 8280748
Polrestabes
(031) 3523927